Kilas Berita:

Berpikir Kritis, Tuntutan Atau Pilihan?

OPINI (www.beritakebumen.info) - Dewasa ini, kita disuguhi oleh beberapa acara di televisi yang menayangkan suatu kejadian-kejadian yang terkadang berlawanan dengan kejadian yang sebenarnya, seperti film hiburan. Acara tersebut selalu ada di semua statusin televisi yang ada di Indonesia, mengingat bahwa stasiun televisi di Indonesia masih menggunakan televisi analog yang mana semua program acaranya sudah diatur oleh masing-masing stasiun televisi, sehingga masyarakat tidak bisa memilih acara sesuai dengan acara dan jam yang diinginkan. Film hiburan ini  sangat laris di pasaran tentunya didukung pada era modern dimana teknologi sudah semakin canggih dan perkembangan jaman yang semakin maju. 


            Dalam film hiburan, sering televisi menayangkan program hiburan untuk remaja. Kita sering melihat ketika kita menyalakan televisi acaranya adalah drama percintaan atau sinetron, dengan menayangkan kisahnya ketika di sekolah, di rumah maupun di mall. Drama percintaan ini sangat laris di pasaran karena dapat membuat seseorang berimajinasi ketika melihat sinetron tersebut.  Sinetron tersebut sering sekali mengisahkan tentang orang cantik dan tampan yang sangat kaya dengan memiliki mobil yang mewah, ditambahi dengan sekolah yang mahal dimana adanya teman-teman yang menemani sehingga membentuk suatu komunitas sendiri, yang sering disebut geng. Tidak hanya itu saja tetapi sinetron tersebut megisahkan perebutan wanita atau lelaki yang diawali dengan permusuhan sengit antar individu maupun komunitas. Taktik dan strategi memusuhi pun diperlihatkan secara jelas di dalam sinetron. Bagaimana tidak karena hal-hal tersebutlah yang membuat pemirsa tertarik untuk melihatnya, khususnya para remaja.

            Tanpa disadari, sinetron juga mempunyai pengaruh negatif terhadap perkembangan masyarakat entah secara fisik maupun secara psikologis. Secara fisik dapat kita lihat dari cara pakaian pun berubah dari yang awalnya berpakaian sopan menjadi agak terbuka setelah itu lebih terbuka lagi. Kita dapat jumpai ketika kita berada di mall, dengan melihat orang-orang yang berada di sekeliling, sebagian besar mereka menggunakan pakaian yang mini. Secara psikologis dapat kita lihat dari cara mereka memandang orang lain rendah atau sombong dan memikirkan diri sendiri. Tentunya mereka tidak sadar bahwa sebenarnya mereka melakukan hal yang salah karena mereka menganggap bahwa ini adalah perkembangan jaman sehingga mereka akan selalu melakukan apa yang ada di televisi agar mereka tidak dikatakan ketinggalan jaman. Bahkan pada akhir-akhir inii pengaruh negatif baik secara fisik maupun secara psikologis kita juga bisa melihat yaitu munculnya komunitas gadis cabe-cabean dan lelaki terong-terongan.

            Dari beberapa kasus tersebut kita harus dapat memilah-milah sinetron mana yang baik untuk dilihat dan yang tidak baik untuk dilihat sehingga kita butuh yang namanya berpikris kritis. Berpikir kritis tidak selalu digunakan bagi seseorang yang menempuh di bangku pendidikan saja melainkan masyarakat biasa juga harus dapat berpikir secara kiritis karena jika kita dapat berpikir kritis maka kita akan dengan mudahnya terpengaruh oleh hal-hal negatif yang ditayangkan di televisi. Hal ini tentunya sesuai dengan teori kritis yang dikemukan oleh Max Horkheimer yaitu sejauh berusaha “ untuk membebaskan manusia dari keadaan yang memperbudak mereka “. Teori ini menyebutkan bahwa apa yang kita lihat dalam sinetron itu tidak semuanya adalah kenyataan, bisa saja itu merupakan halusinasi pengarang film dalam melihat kehidupan. Kita jangan sampai terjebak ilusi yang akan memperangkap diri kita sendiri sehingga kita akan mengikuti semua yang ditayangkan oleh sinetron yang ada di televisi tanpa berpikir panjang. Dari pernyataan ini tergantung dari cara kita menyikapi masalah tersebut, apakah berpikir kritis itu merupakan tuntutan dalam menjalankan hidup atau berpikir kritis itu hanya sebuah pilihan saja.

Penulis : Asih Dwi Wulandari
Mahasiswa S1 Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro, Semarang


_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!