Kilas Berita:

Ratusan Guru Honorer Geruduk UPT Dikpora Tuntut Kesejahteraan

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Karena merasa masih belum mendapatkan honor yang layak, Kebumen,Sabtu(27/12) mengadu ke UPT Dikpora Kecamatn Kuwarasan. Kedatangan ratusan GTT/PTT tersebut juga lantas disambut baik oleh kepala UPT Dikpora setempat, Tukijan SPd. Bahkan mereka juga sekaligus diajak bermusyawarah bersama. Pada kesempatan itu hadir pula Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Kebumen, Drs Sugiarto MM.

Menurut keterangan Tukijan SPd selaku kepala UPT Dikpora Kuwarasan, kedatangan para GTT/PTT itu yakni untuk menyampaikan keluhan atas belum layaknya honor yang diterima mereka. Sebab hingga kini, sebagian besar GTT/PTT hanya menerima honor Rp200.000 ribu perbulan. Dimana honor tersebut asalnya dari dana BOS yang sebesar 20 persen pertahun.

Dengan besaran gaji yang diterima tersebut jelas sangat terpaut jauh dari gaji guru PNS ataupun Upah Minimum Kabupaten(UMK). Padahal jam kerja dan kinerjanya sama dengan guru-guru PNS. Kondisi itu jelas sangat memprihatinkan, terlebih sampai saat ini persoalan tersebut belum ada solusinya dari Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Kebumen maupun Pemerintah Pusat.

” Dengan honor itu, memang menurut kami sangat jauh dari layak dijaman sekarang ini. Bahkan dengan honor sebesar itu, untuk membeli bumbu masak selama sebulan saja kurang ,” tuturnya.

Dijelaskan Tukijan, di Kecamatan Kuwarasan sendiri tercatat ada sekitar 152 GTT/PTT. Mereka tersebar di 30 SD Negeri dan setiap SD rata-rata terdapat lima orang GTT/PTT. Pihaknya juga menekankan, bahwa Keberadaan GTT/PTT merupakan kebutuhan setiap sekolah. Sebab hampir disemua sekolah yang ada, mereka memang kekurangan guru ataupun staf, misalnya staf perpustakaan dan operator sekolah. Dimana posisi-posisi yang diisi oleh para GTT/PTT kebanyakan adalah posisi yang cukup penting dan sesuai dengan peraturan Kemendikbud.

” Akan tetapi yang sangat disayangkan, selama beberapa tahun ini pemerintah belum juga menyediakan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil(CPNS) untuk guru. Sementara kebijakan dari Pemerintah tentang pemberian kesejahteraan GTT/PTT belum maksimal ,” beber Tukijan

Atas persoalan yang terjadi dikalangan GTT/PTT tersebut, dari hasil musyawarah kemudian disepakati untuk mencari sumber dana lain selain dari BOS. Salah satu sumber dana itu yakni dari wali murid. Pasalnya berdasarkan Peraturan Kemendikbud nomor 44 tahun 2012 dan Peraturan Bupati(Perbub) nomor 58 tahun 2014, disana dijelaskan bahwa pihak sekolah diperbolehkan mencari sumber dana dari pihak lain selain dari pemerintah untuk kepentingan peningkatan pendidikan.

Meski demikian, dalam mencari sumber dana atau sumbangan kepada wali murid, pihak sekolah tidak diperbolehkan menentukan besaranya. Jadi pihak sekolah hanya boleh meminta seikhlasnya dari pihak yang dimintai sumbangan.

” Sebenarnya konsep ini sudah dijalankan oleh sejumlah sekolah di UPT Dikpora Kecamatan Rowokele Kebumen. Sehingga dengan adanya dana sumbangan ini, para GTT/PTT di sekolah-sekolah Kecamatan Rowokele sudah mendapatkan honor yang jauh lebih baik, yakni Rp500.000 perbulanya ,” pungkas Tukijan yang juga ketua Persatuan Guru Republik Indonesia(PGRI) Kabupaten Kebumen tersebut .(ben/radarbanyumas)


_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!