Kilas Berita:

Rekening Bermasalah, Pencairan Tunjangan Guru Tertunda

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Proses pencairan tunjangan sertifikasi guru yang diberikan kepada sejumlah guru di Kebumen hingga kini masih menuai beberapa persoalan. Salah satunya faktor masih banyaknya rekening bank tunjangan sertifikasi guru yang bermasalah.

Dari sekian banyak rekening yang bermasalah, diantaranya karena rekeningnya sudah tidak aktif atau mati. Mengingat banyak pula guru sertifikasi yang langsung menarik atau mengambil semua uang tunjangan sertifikasi guru yang ada di rekening. Selain itu adapula nama bank yang dicantumkan dalam berkas yang diserahkan ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kebumen tidak sesuai aslinya atau salah. Misalnya sebenarnya rekeningnya dari Bank BRI kemudian diberkas tertulis Bank BNI. Hal itu biasanya akibat dari kurang telitinya guru yang bersangkutan atau operator sekolah saat memasukan atau mengentry data rekening ke dalam berkas.

“Akibat rekening bermasalah tersebut, tak sedikit tunjangan profesi guru yang tidak dapat dicairkan pada setiap jadwal pencairanya. Bahkan pernah juga ada kasus tunjangan profesi guru yang nyasar ke guru sertifikasi lainya,”kata Kepala Bidang Tenaga Pendidik dan non Kependidikan (Tendik) pada Dinas Dikpora Kebumen,Edy Sukamsi SPd MPd, Minggu (9/11) kemarin.

Edy melanjutkan, atas persoalan masih banyaknya rekening yang bermasalah tersebut, pihaknya sudah seringkali memberi pembinaan dan mengingatkan kepada seluruh guru sertifikasi yang ada di Kebumen. Namun tetap saja di setiap jadwal pencairan, masih saja terus ditemukan rekening guru yang brmasalah.

“Dari hasil pantauanya di setiap jadwal pencairan tunjangan profesi guru yang diberikan setiap triwulan sekali itu, hampir ada 200 lebih rekening bank guru bersertifikasi yang bermasalah,”paparnya.

Selain faktor rekening yang bermasalah, adapula beberapa faktor lain yang kerap menjadi kendala pencairan tunjangan profesi guru. Beberapa faktor itu diantaranya ketidaksamaan nama di dalam SK dan di nomor rekening, perbedaan data yang dimasukan dalam Dapodik dan sejumlah faktor lainya. Edy berharap kedepan para operator sekolah maupun penerima tunjangan profesi guru agar lebih teliti dalam mengisi data dalam berkas maupun Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

“Karena jika data dalam berkas yang diberikan ke Dinas Dikpora salah sedikit saja. Misalnya salah satu angka atau satu huruf saja, maka tunjangan sertifikasi mereka diyakini tidak bisa dicairkan,”pungkasnya.(ben/bdg/radarbanyumas)


_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!