Kilas Berita:

Warga Pertanyakan Pemasangan Police Line di Urut Sewu

BULUSPESANTREN (www.beritakebumen.info) - Warga Desa Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen mempertanyakan pemasangan garis mirip police line (garis polisi) di wilayah Urut Sewu. Mereka menganggap, garis mirip pembatas yang biasa digunakan oleh polisi untuk memberikan larangan masuk di tempat kejadian perkara (TKP) itu memicu masalah.

Hal itu mengingat lokasi yang diberi garis tersebut berada di area tanah negara. Bahkan, berada persis di selatan menara untuk latihan menembak. Padahal, keberadaannya masih masuk 500 meter dari bibir pantai.

”Bahkan posisinya hanya sekitar 250 meter dari bibir pantai,” kata Sunardi (45), warga Setrojenar.

Dengan demikian, lanjut Sunardi, pemasangan garis mirip police line itu telah menerjang peraturan dan kesepakatan yang ada. Area yang dipasang garis tersebut sekitar 250 ubin atau 3.500 meter persegi. Di lokasi itu terdapat tanaman terong, cikal, dan cemara laut.

Asnawi (40), warga Desa Setrojenar lainnya menambahkan, dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) telah disebutkan bahwa lahan milik negara tersebut digunakan untuk latihan militer dan boleh dimanfaatkan untuk pertanian dan pariwisata sebatas tidak mengganggu latihan. Namun, dengan pemasangan garis mirip police line itu, justru menandakan bahwa kegiatan militer tidak boleh menggunakan lahan tersebut

”Ini kan tindakan keliru, karena tidak sesuai dengan peraturan yang ada,” tandas Asnawi. Warga pun menganggap, pemasangan garis mirip police line itu merupakan tindakan illegal. Termasuk penanaman terong dan tanaman lain yang berada di lahan tersebut.

Mantan Kepala Desa Setrojenar Mochammad Ghodjali mengaku, sudah mendapatkan pengaduan dari warga Setrojenar terkait keberadaan garis mirip police line di area lapangan tembak itu.

”Diperkirakan garis tersebut dipasang sekitar setengah bulan lalu,” imbuhnya. Kepala Dislitbang TNI AD Mayor Inf Kusmayadi yang dimintai konfirmasi, kemarin mengaku, tidak tahu menahu mengenai hal tersebut.

Mayor Kusmayadi yang setiap saat berada di lapangan tembak Desa Setrojenar itu juga tidak menemukan adanya kejadian yang harus diberi garis pembatas.

”Kondisi di sini aman-aman saja dan kami tidak tahu menahu pemasangan garis tersebut,” tegas Mayor Kusmayadi yang tinggal Dusun Godi RT 6 RW6, Desa Setrojenar itu. (SuaraMerdeka/BK)


_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!