Kilas Berita:

Ternyata.. Tungku Pawon Masih Dibutuhkan

Madkasto membuat tungku pawon di dalam lubang galian yang diberi peneduh anyaman daun kelapa. (Foto: Sukmawan)
SRUWENG (www.beritakebumen.info) - Pekerjaan membuat tungku pawon yang berat, serta semakin sedikitnya pengguna tungku pawon, membuat perajin tungku pawon di Desa Penusupan, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen, hanya menyisakan satu orang, yakni Madkasto (66).

Membuat tungku pawon memang tidak mudah. Harus menggali tanah sampai ditemukan lapisan batu hitam. Dengan linggis, batu kemudian dicongkel. Mencongkelnya pun tidak sembarang karena harus menghasilkan bongkahan batu berbentuk kotak persegi panjang. Memanfaatkan wadung, dandang, dan pethel, batu yang tidak boleh pecah kemudian dibuat pawon.

Di usianya yang tidak muda, Madkarso masih mampu menghasilkan satu tungku dalam sehari. Itu pun jika sudah tersedia batu kotak yang siap dibentuk tungku. "Kalau dari mencongkel batu, satu tungku bisa dua hari," ujar Madkasto di dalam lubang galian yang diberi peneduh anyaman daun kelapa, Rabu (3/9/2014).

Madkasto bersyukur karena di era kompor gas, tetap saja ada yang membutuhkan tungku berbahan bakar kayu bakar itu. Dalam sebulan, ia masih bisa memenuhi pesanan sebanyak 20 tungku yang harga satuannya Rp 150.000. (Suk/krjogja)


KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!