Kilas Berita:

BK Sosial: Jumirah Tak Lagi Tidur di Tanah, Fitri dan April Sumringah

Inilah 'tempat tidur' Jumirah sehari-hari. (foto: Yogi P)
KUTOWINANGUN (www.beritakebumen.info) - Entah berapa tahun lamanya Jumirah (14), bocah yatim asal Desa Tunjungseto Kecamatan Kutowinangun Kabupaten Kebumen ini terpaksa tidur di atas lantai tahan dengan hanya beralaskan sebuah tikar kumal. Telah lama pula siswi kelas delapan SMP Negeri 1 Kutowinangun ini harus belajar dalam remang-remang cahaya dari sebuah sumber penerangan satu-satunya di rumahnya. Ditambah hembusan angin malam yang menusuk dari celah-celah bilik rumahnya yang telah rapuh. Apalagi jika musim penghujan tiba, atap rumah yang sudah tua dan penuh lubang tak mampu melindungi Jumirah dan ibunya Mutingah dari cucuran air hujan.

Tragis memang, 69 tahun sudah Indonesia merdeka namun masih ada saja anak bangsa yang jauh dari sejahtera. Begitulah kenyataan yang harus dialami Jumirah sejak ditinggalkan sang ayah lima tahun lalu. Muntingah dan putrinya harus berjuang bertahan hidup dalam keterbatasan. Muntingah hanya mengandalkan penghasilan dengan bantu-bantu di sawah, kondisinya kini mulai lemah. Jumirah dan ibunya memang kerap mendapat bantuan dari tetangganya untuk kebutuhan sehari-hari, namun itu jelas tak cukup. Sayangnya lagi, Jumirah rupanya tidak mendapatkan beasiswa dari sekolah tempat ia belajar.

Mengetahui hal itu, para relawan Berita Kebumen (BK) Sosial pun bergegas menuju lokasi, Minggu (31/8/2014). Kali ini BK Sosial memberikan bantuan berupa tempat tidur, lengkap dengan kasur, sprei dan bantal juga sejumlah uang tunai yang terkumpul dari para relawan dan donatur BK Sosial.

Muntingah dan putrinya Jumirah menerima bantuan tersebut dengan gembira. Dalam waktu dekat rumah Jumirah juga bakal dibedah, namun Jumirah maupun ibunya sengaja tidak diberitahu terlebih dahulu.

"InsyaAlloh dalam waktu dekat ini, tapi Jumirah dan Ibunya tidak diberitahu dulu." ujar Yogi, salah satu aktivis relawan BK Sosial.

Bantu Anak yang Ditinggal Merantau

Selanjutnya, di hari yang sama, para pejuang BK Sosial meluncur ke Desa Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren. Mereka menyambangi dua bocah kakak beradik yang hanya tinggal berdua di rumah. Fitria Damayanti yang baru duduk di bangku kelas 7 SMP harus mengasuh adiknya Cantika Aprilia kelas 4 SD. Ibunda mereka merantau jauh di Jakarta sebagai pembantu rumah tangga dan jarang pulang.

Beruntung masih ada Suharti, tetangga mereka yang peduli. Sembari meneteskan air mata, Suharti menceritakan kisah pilu sang dua bocah bersaudara.

"Kalau mereka tidak punya makanan selalu bilang kepada saya." ujar Suharti terbata kepada BK Sosial.

BK Sosial pun memberikan bantuan uang tunai kepada mereka. Meski jumlahnya tak seberapa, Rp 700.000,-, semoga dapat membantu meringankan beban mereka. Fitri dan April pun nampak sumringah meski malu-malu menerimanya.

BK Sosial adalah sebuah gerakan kepedulian Berita Kebumen On Line. Seluruh sumbangan dari para relawan, dermawan dan donatur yang masuk ke rekening BK Sosial disalurkan sepenuhnya kepada yang berhak tanpa dikurangi sepeser pun. (BK01/mat)


Sekilas BK SOSIAL..!

KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!