Kilas Berita:

83 Desa di Kebumen Rawan Krisis Air Bersih

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Pada musim kemarau ini, sebanyak 83 desa di Kebumen rawan krisis air bersih. Jumlah itu sama dengan tahun lalu. Akan tetapi dari jumlah tersebut hanya 74 desa yang bisa terlayani bantuan air bersih.

"Sisanya belum terlayani karena faktor geografis sehingga sulit terjangkau oleh truk tangki," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen Muhyidin kepada Suara Merdeka, Jumat (29/8).

Dia mengatakan, sampai saat ini, masih belum ada pengajuan bantuan air bersih secara resmi dari pemerintah desa," imbuh Muhyidin didampingi Kasie Kedaruratan Arif Rahmadi dan Kasie Logistik Basori.

Memasuki musim kemarau, masyarakat di perbukitan mulai mengalami keterbatasan air bersih. Debit air sumur sudah menurun drastis sehingga hanya dimanfaatkan untuk minum dan memasak. Sedangkan kebutuhan mandi dan mencuci pakaian mereka mengandalkan air sungai.

Di hulu Sungai Luk Ulo banyak warga yang mandi maupun mencuci di sungai tersebut. Bahkan warga Dusun Pencil, Desa Totogan, Kecamatan Karangsambung, sudah banyak yang mengambil air bersih dari sungai karena sumur mereka sudah kering.
( Supriyanto / CN39 / SMNetwork )


KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!