Kilas Berita:

Puasa, Komunitas Trail Kebumen Trabas Malam Hari

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Pada bulan puasa ini, para pencinta motor trail yang targabung dalam Trail Adventure Club Kebumen (TRACK) tidak sepi kegiatan. Kegiatan trabas rutin masih tetap digelar, bedanya jika pada hari biasa trabas digelar pada siang hari, selama puasa ini, kegiatan digelar lebih ekstrim yakni pada malam hari.

Sedikitnya 60 peserta ambil bagian dalam trabas malam hari yang dikemas dalam Expedisi Alam Gaib #4 tersebut. Star dari Alun-alun Kebumen usai shalat tarawih sekitar pukul 21.05. Selepas dari Alun-alun rombongan trabas yang terdiri atas anggota TRACK, Protap Polres Kebumen, dan karyawan Muncul Group itu menyusuri Jalan Karangsambung, selanjutnya mereka menyusuri jalan tanjakan di Desa Widoro, Karangsambung, Kemangguan, Kalijaya, Kecamatan Alian.

Di tengah kegelapan malam, rombongan trabas juga menyusuri ketinggian pegunungan Gowang, hingga Bulupitu. Setelah menyusuri tantangan perjalanan sejauh 60 km, peserta kembali lagi ke Alun-alun Kebumen sekitar pukul 03.05 dini hari. Usai trabas, mereka menggelar sahur bersama di Pasar Tumenggungan Kebumen.

Ketua Panitia Expedisi Alam Gaib #4, Ari Siswanto mengatakan, tak hanya bersenang-senang, kegiatan itu sekaligus membawa misi sosial. Yakni memberikan bantuan untuk meringankan warga yang kesulitan air bersih di Desa Widoro, Karangsambung. Bantuan yang diterima secara simbolis oleh ketua RT setempat itu merupakan aksi spontan dari peserta trabas. "Mereka rela saweran dan berhasil mengumpulkan sejumlah uang," ujar Ari Siswanto, Senin (14/7).

Lebih lanjut, Ari menyebutkan aksi tersebut spontan dari peserta trabas yang kebetulan melintas di wilayah pegunungan Karangsambung. Pecinta trabas, lanjutnya, tidak hanya hura-hura tetapi juga memiliki kepedulian terhadap sesama, terlebih saat Ramadhan seperti saat ini. "Kami spontan memberikan bantuan ini untuk setidaknya sedikit meringankan beban masyarakat," ujarnya.

Ari menambahkan, ekspedisi semacam ini sudah dilakukan empat kali. Dia memilih malam agar merasakan sensasi yang berbeda. "Sensasi menjelajah dinginnya malam, itu hanya bisa diikuti oleh-oleh orang-orang yang memiliki nyali besar," ungkapnya.
( Supriyanto / CN34 / SMNetwork )


KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!