Kilas Berita:

Petani Semangka Urut Sewu Gagal Panen

BULUSPESANTREN(www.beritakebumen.info) - Keinginan para petani semangka dan melon di kawasan Urut Sewu Kebumen untuk panen raya menjelang datangnya Idul Fitri 2014, gagal tercapai. Sebagian besar tanaman mereka mati akibat hujan sejak Juni sampai Juli 2014.

"Saat menanam semangka dan melon di bulan Mei 2014 lalu, target kami ingin panen raya beberapa hari menjelang Idul Fitri. Namun hujan yang terus turun sejak Juni lalu, menggagalkan target kami," ujar Pujianto (40), petani semangka Setrojenar Kecamatan Buluspesantren Kebumen, di lahannya, Jum'at (18/07/2014).

Di lahan pasir Urut Sewu di sejumlah desa Kecamatan Buluspesantren dan Ambal Kebumen, Jum'at (18/07/2014) siang, terlihat hamparan kedua jenis tanaman ini ditelantarkan
para pemiliknya. Banyak buah semangka dan melon yang dibiarkan berserakan begitu saja diantara daun dan batangnya yang layu. Semak dan rerumputan pun dibiarkan tumbuh
liar begitu saja.

"Sebenarnya masih ada sebagian buah yang bisa diambil dan dijual, meskipun hanya dihargai sebagai buah kelas B dan C yang harganya lebih murah dibandingkan buah kelas A atau super. Namun kebanyakan pemiliknya frustasi dan membiarkan buah-buah itu tergeletak di lahannya," ujar Pujianto.

Untuk menutup biaya tanam, sebagian petani ada yang sudah menjual buah semangka dan melon yang tak membusuk. Semangka kelas B laku Rp 1.500,-/kilogram dan kelas C Rp 800,-/kilogram. Sedangkan melon kelas B Rp 1.600,-/kilogram dan kelas C Rp 1.000,-/kilogram.(Dwi)


KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!