Kilas Berita:

Diguyur Hujan, Kualitas Tembakau Kebumen Merosot

Daun tembakau jadi bisulan, berlubang, dan bercak-bercak. (Foto: Sukmawan)
PONCOWARNO (www.beritakebumen.info) - Panen tembakau di Kabupaten Kebumen tidak seperti harapan petani. Pasalnya, hasil panen dan kualitas tembakau merosot tajam akibat hujan deras yang mengguyur pada beberapa hari yang lalu.

"Awalnya, hujan yang turun disambut gembira karena tidak perlu repot menyirami. Namun, hujan ternyata masih saja turun hingga membuat tanaman jadi rusak. Daunnya melinting, ngruwel, tidak mau mekar," tutur Sudarman (55) petani tembakau di Desa Lerebkebumen, Kecamatan Poncowarno, Senin (21/7/2014).

Bahkan dari 4.000 tanaman tembakau yang ditanam Sudarman, lebih dari sepertiganya lonyot, membusuk, kemudian mati. Selebihnya, rusak terserang hama dan penyakit yang datangnya mendadak dan sulit dikendalikan."Daun yang sudah bisa dipetik jadi banyak bisulnya, lubang-lubang, dan banyak bercak coklat sampai hitam seperti terbakar," ujar Sudarman.

Petani tidak mau rugi lebih besar dengan tetap memanen dan mengolah hingga menjadi tembakau rajangan kering. Karena kualitasnya rendah, oleh pedagang hanya dihargai Rp 25.000 perkilogram. (Suk/krjogja)


KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!