Kilas Berita:

Penambangan Pasir Pakai Mesin Sedot Sulit Dihentikan

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Berbagai aspek menjadi alasan bagi para penambang pasir dengan mesin sedot di sejumlah titikdi Sungai Luk Ulo yang hingga kini enggan menghentikan aktifitas mereka yang merusak lingkungan itu.

"Pekerjaan ini tak membutuhkan keterampilan khusus dan cepat menghasilkan uang karena pasir pasti laku dijual," jelas Rohmadi (40), salah satu penambang pasir Sungai Luk Ulo dengan mesin sedot di Desa Kemangguan Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, Jum'at (13/05/2014).

Para penambang menurut Rohmadi adalah warga masyarakat yang terdesak kebutuhan ekonomi tanpa punya alternatif lain dalam memilih mata pencahariannya. Begitu ada peluang untuk menambang pasir secara cepat, tanpa pikir panjang peluang itupun diambil.

"Aktifitas penambangan itu sebenarnya bertitik tolak dari peran para 'juragan' yang menjadi aktor atau pemeran utama
dalam aktifitas tersebut," papar Ketua Forum Peduli Lingkungan (FPL) Kebumen, Ir Sunaryo, saat dimintai tanggapannya tentang sulit dihentikannya penambangan pasir dengan mesin sedot di Sungai Luk Ulo.

Dijelaskannya, selain harus menghidupi para pekerjanya, yaitu para operator mesin dan kuli bongkar muat, para juragan yang bermodalkan truk dan mesin sedot itu sudah terjerat kepentingan pribadinya untuk mengeruk penghasilan sebanyak mungkin. (Dwi/krjogja)


KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!