Kilas Berita:

Menghilangkan Batas Normal, Ketika Warung Melayani Nasabah Bank

...... Lanjutan dari Hemat Waktu

Layanan bank yang cenderung formal membuat warga desa enggan dan malu untuk datang.
AYAH (www.beritakebumen.info) - Warung Agus dan Siti merupakan satu dari enam gerai yang dipilih untuk melakukan uji coba sistem keagenan BRI di Kecamatan Gombong, Kebumen, Jawa Tengah.

Sistem keagenan merupakan salah satu cara yang digunakan untuk mendorong akses perbankan di desa-desa yang dikenal dengan konsep bank tanpa kantor atau branchless banking.

Peningkatan akses layanan finansial – jika dilakukan bersama-sama oleh bank umum - dipercaya dapat meningkatkan perekonomian pedesaan.

Penerapan program bank tanpa kantor – dengan sistem keagenan dan layanan berbeda - diujicobakan juga oleh bank lain seperti Mandiri, CIMB Niaga, Bank Tabungan Pensiunan Nasional, dan Bank Sinar Harapan Bali, selama periode Mei – November 2013 di sejumlah lokasi dari Sumatera hingga Sulawesi.

Pimpinan Kantor Cabang Gombong, Satria Alexander, yang menggarap program keagenan di Desa Argopeni mengatakan sistem keagenan BRILinks cukup berbeda dengan model bank lain yang kebanyakan mengedepankan uang elektronik.

Model agen 'cocok'

Model keagenan dengan mesin EDC dianggap lebih cocok untuk menjangkau daerah-daerah pedesaan yang tidak terjangkau oleh unit-unit kerja BRI terkecil.

Pasalnya, keagenan ini tidak hanya menawarkan akses layanan yang lebih dekat dari rumah, tetapi juga berperan penting untuk melakukan edukasi perbankan.

“Begitu mereka tahu kalau mereka bisa ambil uang di tetangganya dengan menggunakan kartu, mereka jadi datang ke unit minta dibuatkan ATM. Jadi teredukasi, dulu-dulu kan gak mau datang, tetap bawa buku,” jelas Satria.

“Warga yang ingin buka rekening atau meminjam uang dari bank juga tidak segan bertanya kepada agen karena merasa sudah kenal dan nyaman.”

Agen dalam hal ini dianggap telah meruntuhkan batas-batas formal bank. Layanan keuangan yang tadinya dijajakan dengan kantor resmi yang cenderung kaku kini berubah menjadi warung di sebelah rumah yang biasa dikunjungi untuk membeli barang atau sekedar nongkrong dan mengobrol.

“Ada nasabah yang mau menabung Rp100 ribu malu datang ke BRI. Ada juga yang kalau ke bank, nasabah sampai buka sandal dulu,” cerita Satria soal anggapan warga tentang layanan bank.

[ Christine Franciska / Wartawan BBC Indonesia / Link ]



BAGI PERUSAHAAN ATAU PELAKU USAHA YANG MEMBUTUHKAN TENAGA KERJA
KIRIMKAN INFORMASI LOWONGAN KERJA ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com
Subjek = "LOWONGAN KERJA"
GRATISSSS...........!

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!