Kilas Berita:

Tuntut Transparasi Biaya Kuliah, GMPK Blokir Gerbang IAINU

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Puluhan Mahasiswa Institut Agama Islam Nahdatul Ulama (IAINU) Kebumen yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Kampus (GMPK) menggelar aksi demonstrasi di kampusnya, Senin (14/4) pagi. Mereka memblokir pintu gerbang kampus dan menutupnya dengan spanduk putih penuh coretan aspirasi mereka. Salah satu spanduk bertuliskan "Kopertais jalankan fungsi dan tugasmu sebagai pengendali, pendamping, pembina dan pemberdaya kampus". Mereka juga membakar ban bekas di depan pintu gerbang kampus. Akibat dari aksi demonstrasi tersebut, kegiatan perkuliyahan dihari itu terpaksa ditiadakan.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan puluhan mahasiswa tersebut dipicu atas kebijakan mengenai biaya perkuliahan yang dinaggap terlalu tinggi. Selain itu ,mereka juga menuntut atas perbaikan manajemen dikampus tersebut. Karena sejak beralihnya STAINU menjadi IAINU, struktur organisasi kepengurusan kampus tersebut dianggap banyak yang menyalahi atau kurang sesuai dengan aturan. Diantara pelanggaran pembentukan struktur yang menyalahi aturan yakni terkait aturan batas usia pengangkatan pembantu rektor. Sebagaimana pengangkatan pembantu rektor ,batas usianya maksimal 60 tahun. Namun di IAINU, ada sejeumlah pembantu rektor yang usianya justru diatas 60 tahun.

"Dengan masih banyaknya manajemen organisasi yang masih amburadul tersebut, kita khawatir kualitas pendidikan yang diberikan juga kurang berkualitas,"kata Ahmad Khobir, koordinator GMPK Kebumen.

Koordinator lapangan aksi demonstrasi, Bayu Winarso juga menambahkan, selain persoalan tingginya biaya dan amburadulnya manajemen, pihaknya juga menuntut ketransparansian tentang sejumlah kebijakan-kebijakan kampus yang disahkan oleh pihak yayasan IAINU Kebumen.

Dikatakanya, sebelumnya sebenarnya mahasiswa GMPK sudah pernah melakukan audensi meminta penjelasan terkait berbagai persolaan tersebut dengan pihak kampus. Namun pada audensi pada waktu itu sama sekali tidak ada hasil dan tindak lanjut dari pihak kampus dan yayasan. Karena tidak ada tindak lanjut, maka GMPK terpaksa melakukan aksi demonstrasi.

"Atas berbagai persoalan yang menjadi tuntutan kami ini, GMPK mengharapkan pihak Rektor dan pengurus Yayasan IAINU serta Kopertais untuk duduk bersama memberikan penjelasan kepada mahasiswa,"terang Bayu.

Meski dalam aksi tersebut tidak sempat menimbulkan kericuhan. Namun karena masa secara terus menerus melakukan orasi dan membakar ban. Aksi yang berlangsung sejak pukul 08.30 WIB tersebut akhirnya dibubarkan oleh anggota Polres Kebumen.

Saat dikonfirmasi, Rektor IAINU kebumen Imam Satibi MPdI menyampaikan, bahwa semua kebijakan yang ada di kampus merupakan hasil rapat jajaran kampus dan yayasan yang dilakukan diawal tahun. Karena kebijakan mengenai kampus
dibahas dalam rapat tahunan.

" Atas tuntutan mahasiswa tersebut, mungkin akan kita bahasa bersama pihak yayasan dan jajaran lainya pada rapat tahunan mendatang,"ujar Imam.

Sementara itu dari hasil audensi terbatas dengan pihak yayasan IAINU Kebumen dengan GMPK. Sekretaris yayasan IAINU Kebumen, H Adi Pandoyo SH MSi menyampaikan, bahwa pihak yayasan berjanji akan memberi penjelasan terkait semua kebijakan kampus kepada mahasiswa maksimal sampai ,Minggu(20/4) besok.(bento/CK)


BAGI PERUSAHAAN ATAU PELAKU USAHA YANG MEMBUTUHKAN TENAGA KERJA
KIRIMKAN INFORMASI LOWONGAN KERJA ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com
Subjek = "LOWONGAN KERJA"
GRATISSSS...........!

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!