Kilas Berita:

Seorang Bapak Gagahi Anak Kandung Hingga Hamil

PURING (www.beritakebumen.info) - Tragis benar nasib yang dialami Mawar (15) bukan nama sebenarnya. Bocah yang tinggal di sebuah desa di Kecamatan Puring, Kebumen itu selama hampir dua tahun dipaksa melayani nafsu birahi bapak kandungnya sendiri.

Akibat perbuatan bapaknya yang berinisial WDM (46), bocah yang tak tamat Sekolah Dasar (SD) sampai berbadan dua. Bunga melahirkan bayi perempuan dari ayah kandungnya sendiri yang berumur 1,5 bulan. Saat kejadian itu terungkap, bapak bejat itu kabur ke luar Jawa untuk menghindari amukan warga.

Menurut Mawar, selama ini dia bungkam dan memilih menanggung derita seorang diri. "Saya diancam akan dibunuh oleh sang bapak apabila membeberkan kejadian itu," ujar Mawar saat ditemui di kediamannya, Rabu (12/3).

Saat ditemui, Mawar didampingi nenek dan perangkat desa setempat, baru saja pulang membawa anaknya imunisasi di Posyandu. Badan bocah kurus dan pucat sambil menggendong anaknya yang masih bayi. "Saya bingung, tidak punya harapan apa-apa," ujar Bunga lirih dengan mata berkaca-kaca.

Saat pertama tersiar kabar Mawar hamil, tokoh masyarakat setempat, Ahmad Turyani (43) menanyakan kepada keluarga Bunga. Karena sepengetahuan dia dan tetangganya, Mawar tidak pernah didatangi pacar atau laki-laki ke rumahnya. "Tahu-tahu perutnya buncit. Kami selaku masyarakat merasa malu ada perawan desa yang masih anak-anak kok hamil. Sementara hamil dengan siapa juga tidak ada yang tahu," katanya.

Atas dasar itu, dia bersama masyarakat yang lain membawa Mawar ke balai desa setempat untuk dimintai keterangan, siapa yang telah menghamilinya. Saat disodorkan secarik kertas dan bulopin, Mawar mengaku dihamili ayah kandung sendiri. "Pengakuan melalui tulisan itu, kami perkuat dengan meterai 6000," ungkap Ahmad Turyani seraya menambahkan, sejak kejadian itu ayah Mawar menghilang entah ke mana. Bahkan sampai bayinya berumur 1,5 bulan dia belum juga pulang.

Ya, meski menjadi korban, Mawar justru tampak mendapatkan tekanan dari berbagai pihak. Dia diminta mengaku bahwa yang menghamili adalah pacarnya yang asal Purbalingga. Padahal dia mengakui beberapa tahun sudah tidak bertemu lagi.

Sejauh ini pemerintah desa belum melaporkan kejadian itu ke pihak-pihak terkait. Melalui aparatnya, pernah melacak keberadaan warga Purbalingga meski namun tidak ketemu.

Kepala Desa Ismail membenarkan Mawar hamil di luar nikah. Meski demikian siapa yang menghamili masih jadi tanda tanya. Dia pernah membuat keterangan tertulis bahwa yang menghamili adalah ayah kandung sendiri. "Tapi entah kenapa, dia sering berganti-ganti jawaban saat ditanya soal siapa yang menghamilinya," ujarnya mengaku bingung menangani kasus tersebut.
( Supriyanto / CN38 / Suaramerdeka.com )



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!