Kilas Berita:

PT KAI Laporkan Kasus Perusakan Kereta dan Kantor Stasiun

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto, Jawa Tengah melaporkan kasus perusakan Kereta Api Progo dan Ruang Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) Stasiun Kutowinangun yang dilakukan para pengasong, Jumat (15/3/2014), ke masing-masing kepolisian setempat.

Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Surono mengatakan kasus perusakan tersebut dilaporkan ke dua polsek berbeda, karena lokasi perusakan memang berbeda, yakni di Kebumen dan Kutowinangun.

“Kami sudah melaporkan dua kejadian tersebut ke pihak berwajib, masing-masing ke Polsek Kebumen untuk perusakan sarana KA Progo dan Polsek Kutowinangun untuk penyerbuan Ruang PPKA Stasiun Kutowinangun. Kami berharap polisi bisa segera menindaklanjuti kedua kejadian tersebut karena dampaknya sangat membahayakan keselamatan KA dan penumpang,” katanya.

Surono memaparkan, kasus perusakan tersebut terjadi di hari yang sama, yakni Jumat (14/3/2014), hanya saja waktunya berbeda. Penyerangan dan perusakan di Ruang PPKA Stasiun Kutowinangun terjadi sekitar pukul 21.07 WIB, sedangkan pemukulan kaca gerbong KA Progo terjadi sekitar pukul 04.44 WIB.

“Penyerangan dan perusakan di Ruang PPKA Stasiun Kutowinangun terjadi karena Kereta Api Bengawan jurusan Tanjungpriok – Purwosari yang datang pukul 21.07 WIB tidak berhenti di Stasiun Kutowinangun. Akibatnya, sekitar 40 pengasong yang sudah menunggu KA Bengawan marah, karena mereka tidak bisa naik untuk menjajakan dagangannya,” papar Surono.

Pada pengasong yang marah itu, lanjut Surono, langsung menyerbu masuk ke Ruang PPKA sambil mengumpat serta melempar sepatu dan sandal ke arah petugas. Selain itu, mereka menjungkirbalikkan sejumlah kursi yang ada di ruangan tersebut.

Bahkan, para pengasong juga mengintimidasi petugas PPKA yang sedang bertugas, yaitu Ahmad Rizali, karena tidak memberhentikan KA Bengawan di Stasiun Kutowinangun.

“Setelah melakukan aksi anarkis di Ruang PPKA Stasiun Kutowinangun selama 15 menit, para pengasong membubarkan diri,” kata Surono.

Menurut dia, tindakan anarkis menyerbu masuk ke Ruang PPKA dan mengancam petugas yang sedang menjalankan tugas itu, sudah bisa digolongkan tindakan sabotase. Sebab ruangan PPKA merupakan ruang tertutup untuk umum, karena di dalamnya terdapat peralatan vital persinyalan KA.

Dengan demikian, kata dia, selain petugas dilarang memasuki Ruang PPKA karena kegiatan pengaturan operasional KA tidak boleh terganggu.

“Jika sampai terjadi kerusakan pada peralatan persinyalan KA akibat kejadian seperti itu, atau petugas sampai tidak bisa mengoperasikan peralatan tersebut dengan benar karena terancam atau terintimidasi, tentu akan sangat membahayakan keselamatan perjalanan KA. Ratusan jiwa penumpang akan jadi taruhan,” katanya.

Sedangkan perusakan KA Progo dipicu keributan antar petugas dan sejumlah pengasong juga terjadi di Stasiun Kebumen saat sejumlah pengasong dari Stasiun Gombong yang nekat naik KA Progo jurusan Pasarsenen-Lempuyangan diturunkan petugas di Stasiun Kebumen.

Saat diturunkan dari kereta, kata dia, tiba-tiba ada pengasong yang memukul kaca pintu kereta rangkaian ke-8 KA Progo dengan nomor K3 06409 hingga kaca itu pecah.

“Tindakan anarkis tersebut membahayakan penumpang yang ada di dalam kereta karena mereka bisa terkena pecahan kaca,” tegasnya.

Sumarwoto | ANTARA | Soloblitz



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!