Kilas Berita:

Polres Kebumen Gerebek Rumah Produksi Miras Oplosan

Kapolres Kebumen AKBP Faizal mengamati salah satu tersangka yang memeragakan mengemas miras oplosan hasil produksinya, Minggu (2/3) malam. (Foto:Supriyanto)
GOMBONG (www.beritakebumen.info) - Sebuah rumah produksi minuman keras (miras) oplosan di Desa Semanding, Kecamatan Gombong digerebek oleh Unit Resmob, Satreskrim, Polres Kebumen, Minggu (2/3) petang.

Dalam penggerebekan di rumah kontrakan itu, polisi berhasil penangkap pemilik home industri miras oplosan beserta seorang karyawannya. Pemilik usaha oplosan diketahui bernama Yohanes Suryo Bawono (44) warga Desa Karangjambu, Kecamatan Sruweng, Kebumen. Sedangkan seorang karyawan bernama Anwar Mukhotib (23) warga Desa/Kecamatan Kuwarasan, Kebumen.

Hingga semalam, kedua tersangka masih ditahan di Mapolres Kebumen. Dari lokasi penggerebekan, polisi mengamankan satu truk bahan baku hingga miras oplosan yang sudah jadi. Antara lain, 185 botol oplosan yang dikemas dengan label Anggur Kimhoa 500. Berbagai bahan baku yang diamankan meliputi, sembilan drum bibit anggur, 14 drum alkohol murni, tiga drum oplosan yang siap kemas. Masing-masing drum berukuran 35 liter.

Sejumlah peralatan yang gunakan untuk memproduksi miras oplosan ikut disita. Antara lain, satu buah alat press tutup botol, dua baskom, satu tabung gas elpiji. Ikut diamankan sejumlah campuran yang sedianya akan diolah menjadi miras oplosan antara lain minuman kemasan merek Big Cola, ketumbar, kayu legi, kayu manis jangan, pala, janti dan sejumlah rempah-rempah.

Kapolres Kebumen AKBP Faizal menjelaskan, penggerebekan rumah produksi miras oplosan itu merupakan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Satreskrim selama dua minggu terakhir. Setelah dipastikan cukup bukti, penggerebekan dilaksanakan.

"Kami masih mengembangkan terhadap kemungkinan jaringan produsen miras oplosan baik yang ada di Kebumen maupun di luar daerah," ujar Faizal didampingi Kasat Reskrim AKP Purwanto Hae Widodo kepada Suara Merdeka, semalam.

Kedua tersangka dijerat Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Yohanes Suryo Bawono diketahui pemain lama dalam hal penjualan miras. Dia pernah dihukum akibat terjerat kasus yang sama.

Tergantung Pesanan

Dari pengakuan tersangka, Yohanes Suryo Bawono dia telah memproduksi miras oplosan selama lima bulan terakhir. Kapasitas produksi tergantung dengan pesanan. Akan tetapi dalam sebulan rata-rata memproduksi 360 botol. Miras oplosan itu dikemas dalam dus yang berisi 12 botol/dus.

Miras oplosan hasil produksinya kemudian dipasarkan ke Sumpiuh, Tambak, Banyumas dengan harga Rp 460.000/dus. Dia mengaku mendapat keuntungan rata-rata Rp 100.000/dus. "Pesanan paling banyak saat tahun baru dan malam lebaran," ujarnya.

Adapun bahan baku berupa bibit anggur dipasok oleh seseorang asal Solo. Kemudian bahan baku tersebut dia racik sendiri dengan rincian satu baskom bibit anggur dicampur satu baskom alkohol murni. Untuk menambahkan rasa manis oplosan itu ditambah dua botol minuman Big Cola.

"Setiap racikan itu setelah dikemas menjadi 10 botol miras oplosan," ujar Yohanes seraya mengaku baru akan bereksperimen membuat bibit anggur sendiri dengan resep yang berikan oleh pemasoknya.
( Supriyanto / CN39 / Suaramerdeka.com )



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!