Kilas Berita:

Pencari Undur-Undur Laut Tantang Bahaya

Pencari undur-undur laut di Kebumen (Foto: Dasih)
BULUSPESANTREN (www.beritakebumen.info) - Pencari undur-undur laut kerap kesulitan mencari bahan baku pembuat rempeyek 'yutuk' untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Bahkan, para pencari di pantai Kabupaten Kebumen harus menantang maut lantaran bisa dihantam ombak.

"Bila tak hati-hati, resiko tergulung ombak bisa terjadi, apalagi bila air laut tengah pasang dan titik pencarian menjorok ke laut," jelas Rusman (40), salah satu pencari undur-undur laut di Pantai Setrojenar Desa Setrojenar kecamatan Buluspesantren Kebumen, Kamis (20/03/2014).

Salah satu kiat agar aman saat berburu undur- undur laut menurut Rusman adalah mencari titik yang landai dan berada di garis batas air pasang. Menurutnya, bagi mereka yang sudah terbiasa mencari undur-undur laut, pasti bisa memilih lokasi yang aman.

Selain dijual kepada pedagang rempeyek, undur- undur laut hasil pencarian bisa dijual kepada para pemancing ikan. "Harganya Rp 13 ribu per kilogram. Lumayan, dalam sehari saya bisa mendapatkan 3 sampai 4 kilogram," jelas Rusman.(Dwi/KRjogja.com)



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!