Kilas Berita:

Lagi, Atap PT Rama Runtuh Lukai Tiga Karyawan

SEMPOR (www.beritakebumen.info) - Tiga orang karyawan PT Rama Gombong Sejahtera mengalami luka-luka menyusul runtuhnya atap pabrik pengolahan kayu tersebut. Para korban luka dilarikan ke Rumah Sakit Palang Biru Gombong untuk mendapatkan perawatan.

Tiga karyawan yang mengalami luka tersebut ialah Arif Iswanto (30) warga Desa Wagirpandan, Kecamatan Rowokele mengalami pundak memar pada pundak dan kaki kiri bengkak. Sedangkan Nurjanah (17) Warga Desa Sidoharum, Kecamatan Sempor kondisi pundak memar.

Selanjutnya, Kosod (49) warga Desa Purbowangi, Kecamatan Buayan kondisi sobek pada kepala bagian depan dan belakang. Selain itu perut dan tangan kanan korban memar-memar akibat tertimpa matrial. Hingga Kamis (13/3) korban Kosod masih dirawat di RS Palang Biru Gombong, sedangkan dua lainnya diperbolehkan pulang.

Informasi yang dihimpun Suara Merdeka, runtuhnya atap pabrik pengolahan kayu yang berada di Jalan Yos Sudarso 481 Desa Selokerto, Kecamatan Sempor terjadi Rabu (12/3) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu para karyawan yang sedang bekerja di ruangan tempat menampungan serbuk kayu. Mereka kaget lantaran tidak ada angin dan hujan, tiba-tiba atap ruangan tersebut runtuh.

Akibatnya, material bangunan itu menimpa sebagian karyawan yang sedang bekerja di bawahnya. Adapun kerugian material akibat peristiwa itu ditaksir mencapai Rp 10 juta.

Selidiki Penyebab

Kapolres Kebumen AKBP Faizal melalui Kapolsek Sempor AKP Surati Montro menjelaskan, dari hasil pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) polisi tidak menemukan unsur kriminal atau sabotase dalam kejadian itu. Dari keterangan saksi, ambruknya atap tersebut diduga material sering terkena percikan api. Lama kelamaan konstruksi tidak kuat menahan material atap sehingga runtuh.

"Untuk mengungkap penyebab kejadian itu, kami terus melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan dari para saksi," ujar AKP Surati Montro kepada Suara Merdeka.

Ambruknya atap bangun pabrik pengolahan kayu tersebut bukan kali pertama. Pada 22 Fabruari lalu, rangkaian konstruksi baja pabrik yang sedang dibangun juga runtuh hingga melukai delapan orang pekerja. Bahkan dua orang korban dirujuk ke Rumah Sakit Siaga Medika Banyumas karena mengalami luka cukup serius.
( Supriyanto / CN19 / Suaramerdeka.com )



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!