Kilas Berita:

Kominfo Bangun Seribu Titik WiFi Gratis di Seluruh Indonesia

YOGYAKARTA (www.beritakebumen.info) - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring menegaskan, keamanan berkomunikasi dan penyediaan informasi sama pentingnya dalam membangun kemandirian ketahanan pangan, energi dan air.

Pasalnya, keamanan komunikasi dan informasi saat ini menjadi isu yang paling sensitif di kalangan para kepala negara.

Dia mensyinyalir aksi penyadapan antarpemimpin negara lewat peran para intelijen tersebut untuk kepentingan kekuasaan dan ekonomi.

"Dunia sadap menyadap dan intai mengintai sudah terjadi, motif terbesar adalah kekuasaan dan ekonomi, sekaligus perang antarperusahaan raksasa di dunia bisnis," katanya saat menghadiri Gebyar Inovasi Pemuda Indonesia (GIPI) di Graha Sabha Pramana UGM.

Kendati mengakui aksi penyadapan tersebut sulit diberantas, ketersediaan sistem informasi dan komunikasi saat ini, katanya, sudah menjadi kebutuhan dari seluruh elemen masyarakat.

Oleh karena itu, pembangunan sarana komunikasi dan informasi menjadi skala prioritas.

Untuk mewujudkan hal itu, Dia memamaparkan Kementeriannya sudah membangun 1.000 titik WiFi gratis di seluruh kabupaten/kota di Indonesia. "Bekerjasama dengan Telkom, Kemenminfo menargetkan program 1 juta WiFi," katanya.

Sedangkan jumlah sambungan internet sudah mencapai 47 juta pengguna internet. Selain itu, pesatnya pertumbuhan penggunaan komunikasi mobile saat ini,

Dia menyebutkan ada 270 juta pengguna ponsel di seluruh pelosok tanah air. Rasio kepemilikan handphone paling banyak berada di DKI Jakarta yakni 1,8 handphone per orang.

Untuk meningkatkan layanan kecepatan akses internet, pemerintah akan menaikkan kecepatan dari 2 Mbps hingga 8 Mbps hingga tahun 2015. Hal itu untuk meningkatkan koneksi layanan komunikasi dan informasi masyarakat.

Sedangkan untuk daerah yang sulit dijangkau untuk layanan komunikasi akibat belum adanya listrik di daerah pegunungan, pihaknya bekerjasama dengan perusahaan operator telepon seluler dengan membangun Base Transceiver Station (BTS) dengan suplai energi listrik dari tenaga panas matahari dan biogas dari kotoran sapi.

Ketua Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) Dr Warsito P Taruno, mendesak pemerintah segera mengembangakan sistem inovasi nasional dengan menjamin transfer teknologi dan pengetahuan untuk keperluan sektor industri dan bisnis.

Salah satunya melarang dengan tegas menjual bahan mentah yang belum diolah ke luar negeri.
( Bambang Unjianto / CN33 / Suaramerdeka )



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!