Kilas Berita:

Kasus DBD Bertambah, Kedawung Difogging

PEJAGOAN (www.beritakebumen.info) - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Rt 05 dan Rt 06 Rw 06 Desa Kedawung ,Kecamatan Pejagoan Kebumen bertambah dua kasus selama dua Minggu. Karena hal itu, Puskesmas Pejagoan ,Senin (17/3) pagi mengerahkan dua unit mesin fogging untuk menyisir pemukiman di kedua lingkungan Rt tersebut.

Berdasarkan keterangan petugas Puskesmas Pejagoan yang juga bidan desa Kedawung,Pujiasih, tindakan fogging tersebut menyusul bertambahnya kasus DB dilingkungan tersebut. Pada pertengahan bulan Februari lalu, di lingkungan tersebut baru diketemukan satu kasus positif menderita DBD dan empat warga lainya dinyatakan menderita Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) atau gejala DBD.

Kemudian dalam kurun waktu dua minggu selanjutnya, terdapat penambahan dua kasus penderita DBD. Terlebih lagi penambahan penderita gejala DBD tersebut, ada tiga penderita yang masih dalam satu rumah. Sehingga dengan adanya temuan di lingkungan Rt 05 dan Rt 06 Rw 06 Desa Kedawung sudah memenuhi syarat untuk difogging.

“Sebenarnya pada pertengahan bulan Februari lalu, warga juga pernah meminta fogging. Namun karena jumlah warga yang terjangkit DBD maupun gejala DBD belum memenuhi syarat pemfoogingan, sehingga kemarin belum dilakukan pemfogingan,”ujar Pujiasih.

Meski sudah dilakukan fogging, warga diharapkan tetap menjaga kebersihan, yakni dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Salah satu kegiatan PSN yakni dengan 3M, seperti menguras, menutup dan mengubur barang-barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Karena fogging hanya akan membunuh nyamuk dewasa saja .

“Fogging itu juga paling hanya bertahan selama dua sampai tiga hari saja. Jika dengan PSN, diyakini bisa memberantas sarang nyamuk mulai dengan jentik-jentik nyamuknya , sehingga lebih efektif,”paparnya.

Sementara itu, ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kedawung yang juga tiga putranya terjangkit gejala DBD, Taryono mengaku menyesalkan tindakan fogging yang dilakukan Puskesmas Pejagoan yang dianggap telat. Padahal warga sendiri sudah meminta tindakan fogging sejak pertengahan bulan Februari lalu. Sedangkan jumlah penderita gejala DBD dan cikungunya di kedua Rt tersebut terus bertambah. Namun pihak Puskesmas justru baru melakukan fogging setelah adanya penambahan kasus.

“Padahal jika fogging dilakukan pertengahan bulan Februari lalu, kemungkinan sekarang tidak akan ada penambahan kasus gejala DBD . Sampai saat ini salah satu warga yang dinyatakan menderita gejala DBD juga masih dirawat di ruang ICU RSUD Kebumen,”tambah Taryono.(ben/bdg/radarbanyumas.co.id)



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!