Kilas Berita:

Buntut Jalan Sehat 'Avanza', Gerindra Terancam Pidana

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Jalan sehat bersama salah satu calon legislatif (caleg) DPR RI Darori Wonodipuro berhadiah mobil Avanza yang diikuti puluhan ribu warga pada Minggi (2/3/2014) lalu menuai problema. Jalan sehat dan pengajian akbar bersama Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Agil Siradj tersebut diduga terdapat money politic, kampanye di luar jadwal hingga potensi keterlibatan PNS.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah terus mengumpulkan sejumlah alat bukti terkait dugaan pidana pelanggaran kampanye Partai Gerindra di Kabupaten Kebumen tersebut. Namun hingga saat ini, belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

Dikabarkan laman sindonews.com, dua orang yang diperiksa oleh Bawaslu, masing-masing Ketua DPC Partai Gerindra Kebumen Shandy Kuncoro dan Ketua Panitia acara jalan sehat dan pengajian akbar yang dianggap menjurus kampanye, yakni R Darhadi.

Koordinator Divisi Pengawasan dan Humas Bawaslu Jawa Tengah Teguh Purnomo mengatakan, pihaknya telah menyita beberapa atribut Partai Gerindra sebagai alat bukti terkait dugaan pelanggaran yang menjurus ke pidana itu. Di antaranya payung, baju, bendera, dan kaos yang merupakan alat peraga kampanye.

“Belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Nanti kami koordinasikan dengan gakumdu (penegakan hukum terpadu) setempat, mulai dari Panwaslu Kebumen, Polres Kebumen dan Kejari Kebumen. Dilihat perkembangannya bagaimana, bisa saja nanti kami tarik ke Jawa Tengah,” ungkapnya saat dihubungi telepon selulernya oleh SINDO, Senin (3/3/2014).

Walaupun belum penetapan tersangka, Teguh yakin insiden tersebut berpotensi besar pidana. Ia merinci pada acara jalan sehat dan pengajian akbar itu diduga terdapat money politic, kampanye di luar jadwal hingga potensi keterlibatan PNS di sana. Untuk PNS ini masih ditelusuri.

“Mereka yang kami periksa, untuk klarifikasi. Tentunya kami akan gali lebih jauh, potensi pidana pada kegiatan itu besar. Izin ke kepolisian itu jalan sehat dan pengajian namun kegiatannya menjurus ke kampanye,” tambahnya.

Diketahui, acara Partai Gerindra di Kabupaten Kebumen dihentikan Bawaslu Jawa Tengah. Acara yang digelar di alun-alun Kebumen itu sekaligus mengenalkan Caleg DPR RI Dapil 7, Durori Wonodipuro.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris DPD Partai Gerindra Jawa Tengah Dwi Yasmanto mengklaim kegiatan itu bukan kegiatan resmi Partai Gerindra.

“Itu yang menyelenggarakan Bapak Durori, bukan kegiatan resmi Partai Gerindra. Kami berharap Bawaslu bisa adil dan memahami kegiatan tersebut adalah jalan sehat dan pengajian,” katanya melalui pesan singkat SMS yang diterima SINDO.

Terkait klaim kegiatan tersebut bukan kegiatan resmi partai, Teguh Purnomo berkomentar kegiatan Durori ataupun Partai Gerindra tidak bisa dipisahkan.

Sebelumnya Pidato Ketua Umum Partai Gerindra Prof Suhardi di Alun-alun Kebumen, Minggu (2/3) dihentikan Ang­gota Bawaslu Jateng Teguh Purno­mo. Pidato pada pengajian akbar dan silaturahmi dalam rangka sosialisasi caleg DPR RI Darori Wonodipuro itu dinilai menjurus pada kampanye rapat umum.

Selama pelaksanaan sambutan, Teguh datang di area acara. Ketika Suhardi mulai menyampaikan program Partai Gerindra, Teguh Purnomo yang merupakan Koordinator Divisi Peng­awasan dan Humas Bawaslu Jateng itu didampingi anggota Panwaslu Kebumen Agus Hasan Hidayat naik ke atas panggung. Teguh menghentikan pidato dan menegur Suhardi untuk tidak mela­kukan kampanye rapat umum.

Setelah mendapat teguran, Suhardi sempat melanjutkan pidatonya. Namun beberapa menit, mantan Dirjen Reha­bilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial, Departemen Kehutanan dan Perkebunan (kini Ke­menterian Kehutanan- red), kemudian mengakhiri sambutannya. Sebelum mengakhiri, Suhardi urung meneriakkan yel-yel setelah tidak mendapat izin dari Bawaslu.

Teguh Purnomo menyimpulkan unsur kampanye hampir terpenuhi dalam cara itu. Yakni dilakukan peserta Pemilu, mengajak pemilih untuk mencoblos atau memilih peserta pemilu tersebut, penyampaian visi misi dan program. Pihaknya melihat ada beberapa unsur yang terpenuhi, tetapi apakah unsur itu sempurna atau tidak, masih perlu kajian lebih lanjut.

"Tetapi setidaknya yang kami lakukan tadi bagian dari upaya preventif," ujar Teguh Purnomo kepada Suara Merdeka di sela-sela acara.

Dalam acara itu, Teguh juga menegur seorang PNS yang memakai atribut dukungan kepada caleg untuk berganti baju. "Jika dia tidak mau nanti akan kami proses secara administratif, karena melanggar PP 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS," ujarnya seraya menyebutkan pihaknya siap merekomendasikan ke Pemkab.

Sementara itu, jalan sehat dan pengajian yang berhadiah utama satu mobil Toyota Avanza itu, dihadiri puluhan ribu warga. Pengajian akbar menghadirkan Ketua Umum Nahdlatul Ulama (NU) KH Said Aqil Siradj. Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto yang dijadwalkan hadir hingga akhir acara tidak terlihat.

Adapun hadiah utama berupa Toyota Avanza diraih Anjarlaini, seorang peserta asal Desa Ke­dawung, Kecamatan Pejagoan. Sejumlah peserta beruntung mendapatkan hadiah berupa dua unit sepeda motor, yakni Yamaha Mio dan Honda Beat, dua unit televisi berwarna dan tiga unit lemari es. "Biaya balik nama mobil maupun sepeda motor ditanggung panitia," ujar Ketua Panitia Darhadi.

Terkait kegiatan itu, Darori Wonodipuro menjelaskan, acara jalan sehat dan pengajian akbar itu bukan kampanye melainkan hanya sosialisasi dirinya maju sebagai caleg.

(bk01/kri/sindonews/J19-32,48/suaramerdeka)



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!