Kilas Berita:

BPPKB Respon Kasus Mawar

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Kebumen, akhirnya merespon kasus Mawar (15). BPPKB langsung berkoordinasi dengan pihak desa untuk menindaklanjuti persoalan yang dihadapi Mawar.
Mawar sebelumnya mengaku digauli ayah kandungnya sendiri sejak ia berumur 13 tahun di rumahnya di Desa Arjowinangun Kecamatan Puring. Akibatnya, ia melahirkan bayi perempuan, sekarang berumur 1,5 bulan.

Melalui Kabid Kesejahteraan dan Perlindungan Anak pada Kantor BPPKB Kebumen, Drs Susilo, BPPKB akan menurunkan tim untuk membantu kebutuhan yang diperlukan ibu dan bayinya. Selain dukungan asupan gizi, nantinya juga akan di datangkan tim dokter psikologi untuk memulihkan mental korban. “Apabila diperlukan, korban akan dibawa ke Panti Sosial Petirahan Anak (PSPA) yang ada di Purwokerto,” jelasnya.

BPPKB sudah bekerja sama dengan PSPA Purwokerto sejak lama. “Dengan kasus yang hampir sama, banyak anak-anak yang telah dititipkan di sana,”imbuh Kasubid Peningkatan Kualitas Kehidupan Anak, Djoko Widodo, kemarin.

Ia menjelaskan, untuk orang tua Mawar yang sekarang telah melarikan diri ke luar Jawa, tetap akan dilakukan pengejaran. Bekerjasama dengan Kepolisian setempat, akan dicari sampai akhirnya diketemukan.”Kalau memang dia lari ke Riau, maka kami akan menfasilitasi kepolisian Kebumen, bekerjasama dengan Polres Riau untuk mencari tersangka,” ujarnya.

Begitu juga dalam hal tes DNA, sekalipun biaya mahal, mencapai Rp 200 juta sekali tes, pihaknya tetap akan membiayai.”Itu adalah komitmen kami dalam melindungi anak-anak,”tuntasnya. (har/bdg/radarbanyumas.co.id)



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!