Kilas Berita:

Alih Fungsi Terminal Gombong Terancam Batal

Salah satu sudut terminal bus gombong saat ini. (Foto : Dasih)
GOMBONG (www.beritakebumen.info) - Alih fungsi Terminal Bus Gombong menjadi pasar hewan kini terancam batal, menyusul derasnya aspirasi penolakan warga masyarakat terhadap rencana tersebut. Selain tertulis, aspirasi dilakukan secara lesan kepada Pemkab maupun DPRD Kebumen.

"Penyampaian aspirasi penolakan oleh warga sampai kini masih terus berlangsung. Tetapi kami belum mengambil keputusan untuk membatalkan rencana itu," jelas Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Sekretariat Daerah Kabupaten Kebumen, Drs Drajat Tri Wibowo, saat dikonfirmasi tentang pembatalan alih fungsi Terminal Bus Gombong di ruang kerjanya, Jumat (07/03/2014).

Menurut Drajat, Pemkab Kebumen masih terus melakukan upaya pendekatan dan sosialisasi lebih lanjut kepada warga sekitar terminal. Pemkab berkeinginan warga bisa memahami rencana alih fungsi secara mendetail. Sedangkan terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kebumen, H Adi Pandoyo MH, menginginkan adanya titik temu terlebih dahulu antara warga dengan Pemkab Kebumen sebelum pekerjaan fisik alih fungsi yang direncanakan pada 1 April 2014 berlangsung.

Aspirasi penolakan terhadap alih fungsi terminal yang berada di Desa Selokerto Kecamatan Sempor Kebumen itu diantaranya datang dari warga sekitar terminal dan para agen bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang menempati kios-kios di terminal itu.

"Bisa dilihat bila di sekeliling terminal ini kini sudah penuh dengan bangunan milik pedagang dan warga masyarakat. Kami keberatan hadirnya pasar hewan di sini karena akan menimbulkan polusi bau, kotornya lingkungan dan semrawutnya tempat ini nantinya," ujar Sunarto (40) warga Selokerto.

Sedangkan Eti (30), salah satu agen bus di Teminal Bus Gombong merasa keberatan bila saat ini diminta berpindah tempat ke di Pasar Hewan Purbowangi Kecamatan Buayan Kebumen.

"Bila kami diminta pindah ke sana, sebaiknya tempatnya dipersiapkan terlebih dahulu sehingga layak untuk ditempati. Saat ini, kios-kios di sana tak nyaman untuk ditempati, selain sempit dan kotor juga kurang terjamin keamanannya karena jauh dari pemukiman warga," ujar Eti. (Dwi/krjogja.com)



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!