Kilas Berita:

Wow, Kebocoran Kekayaan Negara Capai Rp 1.160 T /Tahun

Temui Kepala Desa, Prabowo Ungkap Kebocoran Negara

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Prabowo Subianto memaparkan kebocoran kekayaan negara yang mencapai Rp 1.160 triliun/tahun. Kehilangan itu meliputi kebocoran penerimaan pajak Rp 360 triliun, kebocoran anggaran negara (APBN) Rp 500 triliun dan anggaran negara untuk subsidi energi Rp 300 triliun.

Hal itu kemukakan Prabowo saat silaturahmi dengan kepala desa dan tokoh masyarakat di Kebumen dan Eks Karesidenan Banyumas di Hotel Grafika, Gombong, Senin (24/2) sore. Acara silaturahmi tersebut dihadiri oleh Bupati Kebumen Buyar Winarso dan Anggota Komisi VI DPR RI Abdul Wachid, dan caleg DPR RI dari Partai Gerindra Sudewo dan Darori Wonodipuro.

"Anggaran APBN sekitar Rp 2.000 triliun dengan persentase kebocoran mencapai 25%. Sehingga kebocoran APBN sekitar Rp 500 triliun," ujar Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu seraya menyebutkan kebocoran tersebut disebabkan oleh banyaknya pejabat maupun pihak-pihak berkuasa yang berlaku koruptif.

Prabowo juga menyampaikan ketimpangan sirkulasi uang di Indonesia yang masih 60 % berpusat di Jakarta. Sedangkan 30 % uang berada di kota besar lainnya. Sedangkan sirkulasi uang di pedesaan hanya kebagian 10 % saja.

Prabowo memuji Pemprov DKI Jakarta yang mampu memangkas anggaran hingga 25 % dengan tetap mampu menjalankan roda pemerintahan. Jika anggaran tersebut tak dipangkas, maka anggaran 25 % tersebut akan hilang ditelan pihak-pihak tak bertanggung jawab.

Lebih lanjut, Prabowo menyampaikan Indonesia bisa lebih kaya jika kekayaan sumber dayanya tidak dijual mentah, namun melalui pengolahan. Dia mencontohkan, minyak bumi yang kini diekspor dijual 700 dolar/ton. Jika minyak digunakan lalu diekspor dalam bentuk tekstil dan garmen, keuntungan negara bisa mencapai 50.000 dolar hingga 100.000 dolar/ton.

Fungsionaris Partai Gerindra Sudewa menyampaikan, silaturahmi Prabowo Subiyanto untuk sharing agar tokoh masyarakat sampai pada tingkat desa mengetahui persoalan dan tantangan bangsa yang sesungguhnya termasuk bagaimana solusinya.

Sehingga masyarakat dipersilahkan untuk mengambil keputusan, apakah masyarakat membiarkan kondisi seperti ini terus menerus terjadi atau rakyat ingin melakukan perubahan. "Harus menghentikan semua ini terjadi dan hasilnya bisa dimanfaatkan mereka sendiri," ujar Sudewa.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga membagikan 800 set decoder parabola kepada para kepala desa. Pembagian itu untuk mengawali pembagian decoder kepada seluruh kepala desa se-Jawa tengah. Dekoder tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyaksikan 34 saluran televisi yang menyiarkan khusus pertanian, perikanan, dan ekonomi.
( Supriyanto / CN34 / Suaramerdeka )



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!