Kilas Berita:

Tragis, Bocah SD Diduga Dicabuli Ayah Kandungnya

SRUWENG (www.beritakebumen.info) - Nasib tragis dialami seorang bocah perempuan yang masih kelas 1 Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Sruweng, Kebumen. Sebut namanya Bunga, bocah yang baru berumur tujuh tahun itu mengalami kekerasan seksual yang ironisnya diduga dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri.

Usai melakukan aksi bejatnya, sang ayah berinisial YM (35) warga Desa Kuwayuhan, Kecamatan Pejagoan, Kebumen kabur keluar daerah. Hingga saat ini, kasus tersebut masih ditangani oleh Satreskrim Polres Kebumen.

Selama ini korban tinggal bersama neneknya di Kecamatan Sruweng. Sang ibu bekerja di sebagai karyawan di Kabupaten Ciamis, Jabar. Sedangkan ayahnya sehari-hari tinggal di Pejagoan. Hubungan suami istri itu diketahui tidak harmonis dan dalam proses perceraian.

Dari catatan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) IPSO JURE Kebumen, kejadian itu bermula saat korban dibawa paksa oleh ayahnya tanpa sepengetahuan neneknya pada 5 Agustus 2013 lalu. Meski neneknya meminta agar korban dipulangkan karena harus mempersiapkan
diri untuk masuk SD, ayahnya tidak bersedia. Alasannya korban akan dibawa dan disekolahkan ke Bekasi.

Akhirnya pada 18 Agustus 2013 korban dijemput oleh neneknya dengan didampingi oleh tetangganya. Karena ayahnya tidak berada di rumah, atas ijin kakek dan nenek serta kerabat dari pihak ayahnya korban boleh diajak pulang. Sedangkan masalahnya masih dalam penyelidikan.

Fakta menyedihkan itu baru diketahui pada 21 Agustus 2013 setelah korban mengeluhkan rasa sakit pada kemaluannya ketika buang air kecil. Melihat ada kejanggalan pada kemaluan korban yang bengkak, sang nenek menanyakan apa yanga terjadi kepada korban. Dari pengakuan Bunga, ayah kandungnya sendiri memaksa memasukkan jari tangannya ke kemaluan. Hal itu dilakukan secara berulang-ulang.

Akhirnya dugaan pencabulan itu pun dilaporkan secara resmi ke Polres Kebumen dengan bukti surat tanda penerimaan laporan Nomor STPL/145/IX/2013/JATENG/RES KBM Tanggal 10 September 2013. Korban juga telah dilakukan visum er repertum oleh dokter
di RSUD Kebumen yang hasilnya telah diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kebumen.

"Selain merasakan sakit pada kemaluan, dia sering terlihat murung dan minder serta malas datang ke sekolah," ujar nenek korban kepada suaramerdeka.com, Jumat (14/2).

Sementara itu, melalui surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan yang ditandatangani oleh Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim Iptu Hari Harjanto, disampaikan bahwa dari pemeriksaan medis dan keterangan para saksi perkara tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur itu ditingkatkan ke penyidikan. Sedangkan masalahnya, masih dalam penyelidikan.

Syahrizal Gusri dari Lembaga Bantuan Hukum IPSO JURE Kebumen mengatakan, selain melakukan advokasi kepada korban, pihaknya juga meminta bantuan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) di Jakarta. Pihaknya mendorong aparat lebih intensif dalam menangani kasus tindak pidana kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Kami berharap polisi segera menangkap pelaku yang hingga saat ini masih buron," ujar Syahrizal Gusri seraya menyebutkan, informasi dari keluarga korban pelaku pernah dihukum satu tahun lebih karena kasus penggelapan.
( Supriyanto / CN38 / Suaramerdeka )



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!