Kilas Berita:

Sering Kena Luapan Kali Pacor, Warga Tiga Desa Protes

Sebagian dari kali pacor yang luapan airnya kerap menimbulkan banjir di tiga desa. (Foto : Dasih)
KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Akibat sawah dan pemukiman mereka sering dilanda banjir akibat meluapnya air Kali Pacor, warga tiga desa yaitu Karangsari dan Jemur Clowok di Kecamatan/Kabupaten Kebumen serta Karangtanjung Kecamatan Alian Kebumen, protes tertulis kepada Pemkab Kebumen, meminta perhatian atas nasib mereka itu.

"Bertahun-tahun sawah dan pemukiman di sini selalu kena banjir luapan Kali Pacor bila hujan tanpa henti selama sehari saja. Selama ini belum pernah ada uluran tangan dari Pemkab Kebumen untuk memperbaiki kali ini agar airnya tak meluap lagi," keluh Mudakhir (60), petani Dukuh Karangpucung Desa Karangsari, di sawahnya, Senin (10/02/2014).

Mudakhir mengaku menderita kerugian jutaan rupiah akibat pusonya tanaman padinya yang terendam banjir. Sedangkan Ny Siti (40), warga Karangsari lainnya menuturkan bahwa setiap air kali meluap ke lahan sawah dan pemukiman, warga tak bisa berkutik. Mengingat, selama ini belum pernah ada perhatian dari Pemkab Kebumen atas kejadian itu.

"Biasanya kami hanya pasrah atas datangnya banjir itu. Saat ini, rumah-rumah yang berada di dekat kali dan areal pesawahan yang terkena luapan banjir, rata-rata sudah membuat pagar tembok setinggi 2 sampai 3 meter agar air tak masuk ke halaman rumah mereka," jelas Siti.

Kepala Bidang Sungai dan Pantai Dinas Sumber Daya Air Energi Sumber Daya Mineral (SDA ESDM) Kebumen, Asngadi SSos, didampingi Kepala Seksi Sungai, Syaiful Amri MT, di ruang kerjanya, mengungkapkan bahwa surat protes warga sudah diterima instansinya, belum lama ini. Menanggapi surat tersebut, Dinas SDA ESDM Kebumen sudah melihat ke lapangan dan memberikan perhatian secara moril kepada warga.

"Menurut warga sebenarnya sudah ada upaya normalisasi dengan jalan pengerukan. Namun mengingat normalisasi hanya dilakukan di bagian hulunya saja, hasilnya tak efektif karena air tetap saja masih meluap," jelas Syaiful.

Dikatakan, Pemkab kebumen akan memperhatikan problem banjir yang merugikan warga, khususnya yang terkait dengan nasib petani. Namun ditegaskan, perbaikan alur kali tersebut belum bisa dilakukan di tahun 2014. (Dwi/krjogja)



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!