Kilas Berita:

Sepi Pembeli, Pedagang Tinggalkan Lapak

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Mengaku semakin sepi pembeli sejak menjadi pasar modern, sejumlah pedagang Pasar Tumenggungan Kebumen, terutama yang berada di bagian Timur eskalator mulai tinggalkan los maupun lapaknya. Berdasarkan pantauan koran ini, Selasa (11/2), sebagian pedagang yang meninggalkan lapak,lebih memilih berhenti berjualan atau bahkan ingin menjual lapaknya ke pihak lain. Kondisi tersebut ditunjukkan dengan semakin banyaknya lapak dan los yang kosong maupun tutup. Bahkan sejumlah los banyak yang ditulisi dikontrakan bahkan dijual oleh pemiliknya.

“Sejak menjadi pasar modern, hanya bangunanya saja yang megah. Tapi pasarnya justru jadi semakin sepi, untuk berjualan saja sulit,”keluh Wasiyah (52), salah seorang pedagang buah dipasar Tumenggungan.

Wasiyah berujar, sejak bangunan pasar dibangun, untuk berjualan sangat sulit karena sepi pembeli. Sehari bisa mendapatkan Rp 10.000 saja sudah bagus. Akibat sepinya pembeli tersebut, barang daganganya terancam banyak yang busuk. Untuk mengantisipasi agar tidak merugi terlalu banyak, wasiyah terpaksa harus berjualan keliling (ider) ke sejumlah perumahan warga di dekat lingkungan pasar, seperti Kolopaking, Keposan dan lainnya.

“Penghasilan berjualan saat ini sangat tidak sesuai dengan pengeluaran pedagang. Untuk ongkos becak dari rumah ke pasar dan pulang lagi saja sekitar Rp 25 ribu, belum untuk makan selama berjualan di pasar. “Sedangkan pendapatan hanya sebesar Rp 10.000 , itupun tidak mesti dapat setiap harinya,”terang pedagang asal desa Kemangguhan Kebumen tersebut.

Keluhan juga datang dari Lastri (39) ,pedagang cabai di Pasar Tumenggungan lainnya yang bertempat dilos bagian Timur. Lastri yang setiap hari hanya membawa stok cabai sebanyak 5 kg saja mengaku tidak pernah habis. Setiap hari paling hanya laku setengah kilo, satu kilo bahkan sering tidak laku.

Menurut Lastri, sepinya pasar terutama di bagian Timur disebabkan karena salah penataan atau salah barut. Selama ini pedagang yang ramai hanya pedagang sayuran saja, yakni pedagang yang bertempat di bagian Barat atau mulai tengah sampai ujung barat. Sedangkan pedagang di bagian Timur yang sebagian besar terdiri dari pedagang kelontong, bumbon dan buah cenderung sepi.

Lastri juga menambahkan, sepinya kondisi pasar disebabkan sebagian besar pembeli yang datang ke pasar hanya untuk membeli sayuran.Sedangkan pedagang sayuran hanya ditempatkan di sebelah Barat semua, sehingga pedagang yang berada di sebelah Timur tidak dilewati pembeli. Akhirnya peluang untuk terbelinya barang dagangan pedagang yang berada dibagian timur semakin kecil.

“Kami berharap penataan tempat pedagang diatur ulang lagi. Syukur pedagang sayuran diatata di bagian tengah secara menderet dari ujung Barat sampai Timur sehingga semua jenis dagangan juga dilewati pembeli . Dengan demikian peluang jenis dagangan lain untuk laku juga ada,”harap Lastri diamini sejumlah pedagang lainnya.(ben/bdg/radarbanyumas.co.id)



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!