Kilas Berita:

Pengadaan Benih Padi Terkendala Kemurnian Varietas

Kebun benih padi tengah diseleksi kemurnian varietasnya. (Foto : Dasih)
KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Pelaksanaan pengadaan benih padi di Kebumen sampai kini masih dihadang sejumlah kendala berat. Diantaranya, merajalelanya hama tikus, burung dan terganggunya kemurnian varietas padi. Padahal, kebutuhan benih padi kini makin meningkat.

"Diantara berbagai kendala itu, merajalelanya tikus merupakan kendala terberat. Mengingat tikus tak bisa diberantas, hanya bisa dikendalikan jumlahnya," ungkap Kepala Kebun Benih Padi 'Sri Widodo' Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Tengah di Desa/Kecamatan Prembun Kebumen, Padiyo Amd, di ruang kerjanya, Rabu (26/02/2014).

Dijelaskan Padiyo, upaya pengendalian hama tikus di Kebun Benih Padi 'Sri Widodo', haruslah serius agar tak mengganggu target pengadaan benih. Tak hanya dengan pendirian sejumlah rumah burung hantu (rubuha), namun harus disertai dengan menaruh umpan khusus berbentuk padat buatan pabrik di lubang-lubang sarang tikus. Selain itu, dilakukan pula penyerangan sarang tikus dengan asap dari oplosan belerang.

"Dibandingkan sawah biasa, upaya pengendalian komprehensif mutlak dilakukan di sebuah kebun benih padi. Mengingat, kendati berbagai upaya tadi berhasil membunuh banyak tikus, bisa saja keesokan harinya berdatangan lagi rombongan tikus berasal dari sawah-sawah di sekitarnya," jelas Padiyo.

Sedangkan terkait menjaga kemurnian varietas benih padi yang ditanam, Kebun Benih 'Sri Widodo' selalu mengerahkan petugas seleksi saat tanaman padi sudah berbunga dan 30 hari menjelang panen. Dalam proses seleksi itu bila dijumpai tanaman yang berbeda varietas, akan langsung dicabut.

"Untuk mendapatkan sertifikasi dari lembaga terkait, selain benih harus memiliki daya tumbuh maksimal, kemurnian varietas juga harus terjaga. Benih padi yang diuji sertifikasi, minimal harus mencapai tingkat kemurnian sebesar 99 %. Bila di bawah 99 %, tak lulus uji sertifikasi," ujar Padiyo.

Dijelaskan, Kebun Benih 'Sri Widodo' setiap tahunnya memiliki 2 musim tanam di areal seluas 5,4 hektar. Target produksi benih di tahun 2014 adalah 3,8 ton/hektar. (Dwi)



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!