Kilas Berita:

Pasar Hewan dan Terminal Bus Gombong Tukar Tempat

Pasar hewan purbowangi yang luas dan nyaman sebagai tempat transaksi perdagangan ternak. (Foto: Dasih)
GOMBONG (www.beritakebumen.info) - Sebagai upaya untuk mengoptimalkan fungsi masing-masing, Pemkab Kebumen akan melakukan penukaran tempat antara Terminal Bus Gombong di Desa Selokerto Kecamatan Sempor Kebumen dengan Pasar Hewan Purbowangi di Desa Purbowangi Kecamatan Buayan Kebumen.

"Saat ini kami sudah melakukan sejumlah persiapan guna merealisasikan rencana tersebut," ungkap Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Wonokriyo Gombong, Paryanto, di Terminal Bus Gombong, Senin (18/02/2014).

Dikatakannya, saat ini masing-masing instansi terkait yaitu Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindagpas) Kebumen, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Kebumen dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kebumen sedang mematangkan perencanaan. Diantaranya, sosialisasi kepada warga sekitar dan pengguna kedua fasilitas umum itu serta pengukuran luas kedua lokasi.

"Waktu untuk merealisasikan rencana itu tergantung selesainya pembenahan fisik kedua tempat itu. Sedangkan dimulainya pekerjaan fisik kemungkinan di tahun 2014 ini," ujar Paryanto.

Sejumlah petugas penarik retribusi dan penimbang ternak dan pedagang di Pasar Hewan Purbowangi saat dimintai tanggapan tentang rencana penukaran tempat itu menyatakan pasrah dengan kebijakan itu.

"Keinginan kami hanyalah agar tempat yang baru sebaiknya bisa senyaman dan seluas tempat ini. Di sini bila ada sapi yang kabur tak pernah menimbulkan masalah karena jauh dari pemukiman warga. Paling-paling masuk ke pesawahan di sekitar tempat ini," kata Parino (40), pedagang sapi asal Desa Ijo Kecamatan Rowokele Kebumen.

Sedangkan sejumlah warga yang bermukim dan berjualan di sekitar Terminal Bus Gombong menyatakan bahwa di satu sisi mereka senang karena terminal yang sudah bertahun- tahun mangkrak itu akan segera menggeliat kembali dengan aktifitas jual beli ternak.

"Namun di sisi lain, kami ketar-ketir dengan dampak lingkungan seperti bau kotoran ternak bila hari pasaran tiba," kata Ny Kus (50), warga Desa Selokerto. (Dwi)



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!