Kilas Berita:

Oknum Polisi Diduga Selingkuh, Puluhan Warga Grudug Balai Desa

SRUWENG (www.beritakebumen.info) - Puluhan warga Desa Karangjambu, Kecamatan Sruweng menggrudug Balai Desa Karangjambu, Kamis (20/2). Diketahui, warga akan mengadukan oknum polisi dari jajaran Polsek Sruweng berinisial Bripka SA yang diduga telah lama berselingkuh dengan seorang janda berinisial DW (34), warga RT 02 RW 02 Desa Karangjambu Kecamatan Sruweng.

Kasus dugaan perselingkuhan ini diketahui oleh warga sudah cukup lama. Wargapun merasa resah dengan ulah oknum polisi yang sudah berkeluarga tersebut.Aksi warga ini mendapat pengawalan ketat satuan Polsek dan Polres Kebumen.

Ketatnya pengawalan, sehingga beberapa wartawan baik cetak maupun elektronik dilarang mengikuti jalannya audensi. Kesempatan itu hadir, Kasi Provos IPTU Sabto Wahono, Kasad Intel Polres, AKP Marjono. Sementara audensi dipimpin Kapolsek Sruweng, AKP Sriyani, didampingi oleh Kelapa Desa Karangjambu, Puji Lestari.

Menurut penuturan salah satu peserta aksi, Priyanto (32) warga RT 01 RW 02 Desa Karangjambu. Oknum polisi tersebut diketahui berselingkuh dengan janda sudah cukup lama. Namun karena pelakunya seorang anggota Polisi, wargapun tidak berani mengungkit-ungkit hubungan asmara itu.

“Perbuatan oknum polisis itu sudah sangat meresahkan warga. Bahkan ketika oknum Polisi itu berada dirumah sang janda, sudah seperti suami istri dan seperti di rumah sendiri. Wargapun akhirnya memberanikan diri untuk menanyakan kepada oknum Polisi tersebut,”katanya.

Setelah warga menanyakan, ternyata oknum Polisi tersebut mengakui, bahwa dirinya sudah menikah siri dengan sang janda.”Dan kami punya bukti rekaman pengakuan oknum Polisi tersebut,”terang Priyanto, disela-sela aksi.

Hasil akhir pertemuan, rupanya tuntutan warga tidak bisa dipenuhi oleh Kapolsek Sruweng. “Untuk tuntutan agar menikah secara resmi, kemungkinan besar tidak bisa dipenuhi. Persoalannya, oknum yang diduga berselingkuh ini anggota kepolisian,”terang AKP Sriyai kepada warga.

Akhirnya, dengan nada kecewa puluhan warga membubarkan diri, karena tuntutannya tidak dipenuhi.”Ya kami kecewa, tuntutan kami tidak dipenuhi. Kami tinggal menunggu tindakan Polsek saja. Seperti apa sanksi yang akan diberikan kepada anggotanya,”kata Priyanto, ditemui usai melaksanakan aksi.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Kebumen AKBP Faizal SIK MH membenarkan oknum anggota polisi yang saat ini bertugas di Polsek Sruweng dengan pangkat Bripka melakukan sesuai apa yang dituduhkan masyarakat. Bahkan sebelum kejadian ini, pihaknya sudah memberikan sanksi kepada oknum tersebut. Karena sebelum ini, istrinya sudah melakukan pengaduan ke Polres, terkait permasalahan yang sama.”Sudah satu bulan anggota kami beri sanksi. Melakukan apel berdiri, pagi dan siang hari,”kata Faizal, ditemui diruang kerjanya, Kamis (20/2).

Sanksi ini, kata Faizal, akan berjalan sampai tiga bulan kedepan. Sementara tugas harian tetap dikerjakan seperti biasa.”Jadi dia harus mondar-mandir Kebumen – Sruweng, setiap hari selama tiga bulan, untuk melaksanakan hukuman atau sanksi,”tuntasnya. (har/gus/radarbanyumas)



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

1 comment:

  1. semula memang menyakitkan, namun dengan pengalaman pertama dalam hubungan seks yang menyenangkan menjadi pendorong seseorang ingin mengulangi nya. apapun teorinya wanita membutuhkan pria yang mampu mengendalikan stamina dan kemampuan dalam mengendalikan ejakulasi. akan lebih bagus jika pria ini memiliki ukuran alat vital lebih dari rata-rata pria. info lengkap bisa cek di obat pembesar penis

    ReplyDelete

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!