Kilas Berita:

Menumpuk di Satu Titik,Bantuan Bencana Tidak Merata

BUAYAN (www.beritakebumen.info) - Bantuan bagi korban bencana angin puting beliung yang menerjang wilayah di Kabupaten Kebumen belum merata. Pasalnya, bantuan dari berbagai lembaga maupun instansi lebih banyak menumpuk di Desa Adiwarno, Kecamatan Buayan.

Selain Desa Adiwarno, masih ada wilayah yang terkena terjangan angin diantaranya Desa Jladri, Kecamatan Buayan, Desa Sitiadi, Weton Kulon, dan Kedaleman Kulon, Kecamatan Puring. Desa tersebut saat ini minim mendapatkan bantuan, padahal kerusakan tidak berbeda jauh dengan kondisi Desa Adiwarno.

Di Dusun Bedug Desa Jladri, hingga Senin (3/2), baru mendapat bantuan logistik berupa makanan ringan, makanan siap saji, susu, dan sejumlah sembako. Bantuan tersebut berasal dari Polres Kebumen, STAINU, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen.

Kepala Desa Jladri, Sarman mengatakan, 14 warganya yang menjadi korban puting beliung masih membutuhkan bantuan bahan bangunan, seperti asbes, genteng, usuk, maupun bahan bangunan lainnya. “Di Desa Jladri sama sekali belum ada bantuan material. Kalau logistik, kita sudah dibantu sekali dari BPBD, Polres, dan STAINU,”jelas Sarman, Senin (3/2).

Menurutnya, salah satu faktor Desa Jladri belum menerima bantuan material, karena lokasinya sulit dijangkau karena berada di wilayah pegunungan. Berbeda dengan lokasi bencana di Desa Adiwarno yang berada dekat dengan jalan raya Gombong – Karangbolong.
Hal senada dikatakan Camat Buayan Supoyo SSos. Supoyo mengatakan, bantuan logistik yang diterima korban dirasa cukup. Kebutuhan mendesak yang sangat dibutuhkan warga adalah material bangunan, berupa asbes, genteng, usus, maupun material bangunan lainnya.
“Bagi warga yang akan memberikan bantuan, kami menyarankan lebih baik memberikan bantuan bahan bangunan saja. Karena warga lebih membutuhkan bantuan itu,” kata Supoyo di Posko Bencana Desa Adiwarno.

Pantauan di lapangan, sejumlah warga bersama TNI dan Polri masih melakukan perbaikan rumah warga di Desa Adiwarno. Sedangkan di Desa Jladri, hanya warga sekitar yang bergotong royong memperbaiki rumah rusak dengan memanfaatkan material sisa bencana. Tidak ada TNI maupun Polri yang membantu warga di Desa Jladri, Kecamatan Buayan.(ori/gus/radarbnayumas)



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!