Kilas Berita:

Masyarakat Perantau Sulit Dijangkau

Penyumbang HIV AIDS di Kebumen

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Masyarakat Kebumen sebagian besar menjadi perantau di Kota-kota besar bahkan Luar Negeri. Sulitnya menjangkau masyarakat yang pulang dari perantauan, menjadi salah satu penyebab cepat berkembang dan banyaknya penyebaran HIV AIDS di Kebumen.
Hal ini disampaikan oleh Aktivis Forum Peduli Adis (FPA) Boegenfille Kebumen, Diana Arum Winasrih. Selama ini ia bekerja sebagai Petugas Lapangan (PL) untuk mencari kasus HIV AIDS di Kebumen. Hanya dapat menjangkau pada 5 Ponci atau sasaran saja.
Pada Wanita Penjaja Seks (WPS), laki-laki suka laki, laki-laki pelanggan WPS, wanita rentan yang bekerja di klub-klub malam, caffe dan salon kecantikan serta yang terakhir pengguna jarum suntik. “Namun untuk menjangkau perantau yang pulang dari kota besar atau luar negeri belum,”katanya, Minggu (9/2).
Menurutnya, dari jumlah orang yang terjangkit HIV didominasi oleh ibu rumah tangga. Bisa jadi riwayat penularannya berasal dari suami yang kebetulan pulang dari perantauan.
“Namun, masyarakat perantau yang sering pulang dan pergi kesulitan dijangkau. Masalahnya mereka pulang hanya sebentar dirumah, terus bergaul dengan istrinya, kemudian pergi merantau lagi. Kesempatan untuk dilakukan tes tidak ada dan sulit,”tandasnya
Tingkat penyakit HIV yang masih tinggi dan cenderung meningkat dari tahun ke tahun harus menjadi keprihatinan semua pihak. Tidak cukup hanya ceramah dan kotbah keagamaan untuk membendung pola perilaku sex yang menyimpang hingga menghasilkan pertumbuhan HIV AIDS yang signifikan.
Menurut Sekertaris Komisi Peduli Aids Daerah (KPAD) Kebumen, Siti Nuriatun Fauziyah S Ag M Si, dalam acara sosialisasi HIV AIDS baru-baru ini menyebutkan, HIV AIDS di Kebumen selalu mengalami trend kenaikan dari tahun ke tahun. Sejak tahun 2008 terdapat 10 kasus, 2009 terdapat 22 kasus, 2010 terdapat 31 kasus, 2011 ada 44 kasus, tahun 2012, 72 kasus, dan tahun 2013 terdapat 92 kasus. Sehingga total 271 kasus.
Pihaknya telah berupaya melakukan pencegahan dan penanggulangan penyakit yang mematikan ini dengan melakukan sosialisasi kepada semua lapisan masyarakat, pelajar dan mahasiswa.”Tak ketinggalan, kepada orang yang rentan tertular. Disamping itu, selain sosialisasi kami juga melakukan test terhadap orang yang rentan tertular,”pungkasnya (har/bdg/radarbanyumas)



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!