Kilas Berita:

Elpiji 3 Kg Kembali ‘Langka’

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Meski harga elpiji 12 kilogram telah diturunkan pada pertengahan Januari lalu, namun ternyata gagal membendung kelangkaan tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram. Hingga jumat (7/2), gas elpiji bersubsidi itu masih sulit didapatkan di wilayah Kebumen.

Penjual eceran elpiji 3 kilogram asal Sadang Kulon, Suradi (45), saat mengantri elpiji di SPBU Kuwarisan, Panjer, Kecamatan Kebumen menuturkan, elpiji melon sulit didapatkan sejak satu bulan yang lalu. Selain langka, harga elpiji mengalami kenaikan antara Rp 19-20 ribu.

Menurutnya, kelangkaan itu terjadi sejak sebulan terakhir, bahkan sudah cukup lama dia tidak pernah lagi dipasok elpiji 3 kilogram dari pangkalan. Untuk memenuhi kebutuhan warga Sadang Kulon, ia terpaksa harus mencari ke Kebumen. Tidak sesuai harapannya, di Kebumen sendiri juga ternyata cukup susah mendapatkan dan tidak mesti setiap hari bisa mendapatkan.
“Kalau pas dapat, jatahnya juga dibatasi maksimal lima tabung. Ada juga yang hanya memberikan dua tabung. Ini memang cukup menyusahkan kami, apalagi sekarang di Sadang sudah jarang yang masak menggunakan kayu bakar,”ujarnya.

Kasi Perlindungan Konsumen pada Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindagsar) Kabupaten Kebumen, Agung Patuh GA membenarkan kelangkaan itu. Menurutnya, kelangkaan terjadi karena masih banyaknya warga yang semulai menggunakan elpiji non subsidi belum mau beralih ke elpiji 12 kilogram.

Hal ini terjadi karena selisih harga antara elpiji 12 kilogram dengan 3 kilogram masih cukup tinggi. Jika elpiji 3 kilogram harganya sekitar Rp 16 ribu, yang 12 kilogram di pengecer rata-rata Rp 100 ribu. “Permintaan di pasaran memang tidak terkendali, sehingga seolah-olah terjadi kelangkaan,” ujarnya.

Dia membantah penyebab kelangkaan elpiji 3 kilogram karena kuotanya dikurangi. Justru, kata dia, alokasi elpiji 3 kilogram di Kebumen pada 2014 ini sudah ditambah. Jika pada 2013, alokasi untuk Kebumen mencapai 558.956 tabung per bulan, atau 21.498 tabung per hari, pada Januari 2014 kemarin meningkat menjadi 605.560 tabung per bulan, atau 23.290 tabung per hari. Atau meningkat 8,3 persen dari tahun sebelumnya.

Sementara itu, Sekretaris Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) DPC Kedu, Sutarto Merti Utomo SE mengusulkan agar Pertamina membuat kemasan elpiji 3 kilogram non subsidi. “Banyak PNS di Kebumen sebenarnya mau menggunakan elpiji yang 12 kilogram, tapi kata mereka yang 12 kilo itu repot membawanya karena ukuran besar. Akhirnya mereka membeli yang 3 kilogram. Oleh karenya, kami mengusulkan agar Pertamina membuat elpiji kemasan 3 kilogram non subsidi,” paparnya.
Dia berharap, jika usulannya itu dipenuhi oleh Pertamina akan banyak warga yang mau meninggalkan elpiji 3 kilogram bersubsidi. “Saya kira itu dapat menekan kelangkaan yang subsidi itu,” tandasnya. (ori/gus/radarbanyumas)



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

1 comment:

  1. Dr dulu sebelum ada yg 3 kg jg tabung 12 kg berat tp orang tetap pakai kan diantar oleh penjualnya. Alasan utama ya harganya lah

    ReplyDelete

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!