Kilas Berita:

Diguyur Hujan, Polusi Abu Kelud di Kebumen Berkurang

Para personil polisi bekerja bakti membersihkan Markas Polres Kebumen dari abu vulkanik menggunakan air, Senin (17/2). (Foto: Supriyanto/SM)
KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kebumen, Minggu (16/2) malam mengurangi polusi yang diakibatkan abu vulkanik letusan Gunung Kelud. Senin (17/2) atap di pemukiman warga tampak berwarna, daun pepohonan yang sebeluknya berwarna abu-abu berwarna hijau kembali.

Turunnya hujan tampa melegakan banyak pihak di Kebumen, termasuk para pedagang kaki lima (PKL). Para pedagang yang biasa mangkal di sepanjang Jalan Sutoyo dan Alun-alun Kebumen sebagian besar sudah memasang tenda untuk berjualan. Begitu pula, para pedagang durian di Jalan Pahlawan sudah tampak ramai dikerubuti pembeli.

"Ya, bersyukur sekali hujan turun cukup deras sehingga mengurangi abu vulkanik," ujar Narman (40) salah satu pedagang saat ditemui Suara Merdeka di sela-sela memasang tenda.

Di sejumlah perkantoran di lingkungan Pemkab Kebumen, setelah mengikuti upaya bendera setiap tanggal 17, dilaksanakan bersih-bersih. Sebagian membersihkan meja kerja dilanjutkan lingkungan kantor di satuan kerja masing-masing.

Hal serupa dilakukan para personil polisi yang secara secara bersama-sama membersihkan markas dari abu vulkanis. Tampak satu unit mobil tangki milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berada di Mapolres untuk mensuplai kebutuhan air.

"Kerja bakti ini agar markas kembali bersih seperti sebelum diguyur abu vulkanik ujar Kasubag Humas Polres Kebumen AKP Wasidi.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kebumen dokter Rini Kristiani menyampaikan, abu vulkanik sangat berbahaya bagi kesehatan, terutama pada sistem pernapasan. Apalagi bagi warga yang memiliki masalah pernapasan, seperti asma, paru-paru, atau bronchitis. Sedangkan bila terkena mata akan menyebabkan gatal dan iritasi.

Karena itu, pihaknya membagi masker secara gratis di pusat keramaian, pasar, serta di Puskesmas yang ada di semua kecamatan. Sasaran lain ialah anak-anak sekolah. Tidak kalah berbahaya jika abu vukanik yang mengandung logam berat, masuk ke dalam air sumur. Karena itu, masyarakat diimbau mengendapkan terlebih dahulu air sumur sebelum dikonsumsi.

"Paling tidak diendapkan selama enam sampai delapan jam," terangnya.
( Supriyanto / CN38 / Suaramerdeka.com )



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!