Kilas Berita:

Aksi Protes Jalan Rusak di Kebumen Meluas

Sejumlah pohon ditanam di tengah Jalan Raya Kebumen-Kutoarjo yang berlubang persisnya di Desa Tersobo, Kecamatan Prembun, Kebumen, Rabu (26/2). (Foto: Supriyanto/Suaramerdeka)
PREMBUN (www.beritakebumen.info) - Aksi protes terhadap kondisi jalan rusak di jalur selatan Kebumen terus meluas. Jika sebelumnya, aksi tanam pohon pisang dilakukan warga Gombong, aksi serupa giliran dilakukan warga Desa Tersobo, Kecamatan Prembun.

Bahkan tidak hanya pohon pisang yang ditanam di tengah Jalan Raya Kebumen-Kutoarjo tersebut. Sejumlah pohon talas juga ditanam di empat titik jalan yang berlubang tersebut. Termasuk sebuah kursi dan orang-orangan serta gambar caleg juga dipasang di tengah ruas jalan yang berlubang.

Arif (28) seorang tukang tambal ban yang mangkal tidak jauh dari lokasi tersebut mengatakan, penanaman pohon itu dilakukan sejak Selasa (25/2) sore. Aksi tersebut digelar secara spontan sebagai wujud keprihatinan menyusul seorang pengendara sepeda motor yang mengalami kecelakaan akibat terperosok di lubang tersebut.

"Hampir setiap hari ada orang jatuh gara-gara lubang tersebut. Bahkan kadang sehari bisa dua kali orang jatuh," ujar Arif kepada suaramerdeka.com, Rabu (26/2).

Dalam sebulan terakhir, sudah puluhan orang khususnya pengendara sepeda motor yang mengalami kecelakaan. Bahkan seminggu lalu, gara-gara menghindari seorang pengendara motor yang jatuh, sebuah mobil menabrak pohon asam.

"Jika tidak banyak yang jatuh, tentu Kami tidak akan menanami jalan," ujar Arif seraya menyebutkan setiap musim hujan jalan tersebut menjadi langganan rusak.

Rumah Bergetar

Sarijah (31) warga lain yang rumahnya hanya berjarak sekitar 25 meter dari lubang itu mengaku, lubang jalan itu sudah ada sejak dua bulan lalu. Setelah terjadi kecelakaan parah, pernah ditambal tetapi hanya bisa bertahan dua hari. "Setelah hujan turun, kondisi jalan rusak kembali," ujarnya.

Perempuan berjilbab itu mendukung dengan aksi penanaman pohon tersebut. Sebab, selain agar tidak terjadi kecelakaan, juga agar para pengemudi kendaraan berat lebih lambat.

Sebelumnya, jika ada truk tronton masuk lubang, getarannya bisa bikin rumah goyang. "Jika dibiarkan terus menerus, rumah saya bisa rontok," keluhnya.

Warga berharap pemerintah segera memperbaiki kerusakan jalan tersebut. Jalan sampai semakin banyak korban berjatuhan hanya karena jalan rusak. "Perbaikan jalan yang sekalian bagus kualitasnya agar jangan dua hari sudah rusak lagi," tandasnya.
( Supriyanto / CN39 / Suaramerdeka )



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!