Kilas Berita:

Abu Vulkanik Ganggu Efektifitas Pembelajaran

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Hujan abu vulkanik berdampak serius pada kebersihan lingkungan lembaga pendidikan. Keberadaan debu vulkanik yang belum sepenuhnya hilang berakibat pada terganggunya efektifitas pembelajaran di sekolah.

Debu vulkanik yang dihembuskan angin membuat kondisi kelas terlihat kotor. Maka setelah upacara bendera, Senin (17/2) para pelajar di sejumlah sekolah di Kebumen melakukan bersih-bersih.

Salah satunya terlihat di SMP Muhammadiyah 1 Gombong (Musago). Bersih-bersih dilakukan secara serentak oleh guru, karyawan, dan peserta didik. Tidak saja kelas, Bersih-bersih juga dilakukan halaman sekolah.

Kepala SMP Musago Muhammad Zaini SHI MSI menyampaikan, kegiatan itu merupakan bagian dari pembelajaran untuk menumbuhkan naluri afektif dan mengasah dan melatih kepedulian anak pada lingkungan. Hal ini sesuai dengan tuntutan pembelajaran kurikulum 2013 yang dicanangkan oleh pemerintah.

"Peserta didik ke depan tidak saja cerdas secara kognitif, tetapi juga cerdas secara afektif dan interpersonal," ujar Muhammad Zaini kepada Suara Merdeka di sela-sela kerja bakti.

Muhammad Zaini menambahkan, bencana alam dalam bentuk apapun merupakan bagian dari sunnatullah yang harus disikapi dengan baik. Sebagai wujud syukur kepada Allah, ditumbuhkan habit peduli lingkungan bersih agar sekolah tetap indah dan nyaman.

Jadi Pembelajaran

Dalam kesempatan itu, Zaini menyampaikan selamat kepada salah satu murid bernama Vera Setiyaningsih yang meraih empat besar pada National Olympiad for Mathematic Challenge di SMK Muhammadiyah Bobotsari Purbalingga.

Guru SMP Musago Siti Sururiyah SPd dan Farid Hidayat SSi memberikan pembelajaran kepada peserta didik sembari praktik bersih-bersih. Aliran air merupakan praktik dari mata pelajaran Biologi. Para peserta didik diberikan pemahaman dan kesadaran terhadap bahaya pencemaran udara dan pencemaran air.

Lebih lanjut, Siti Sururiyah yang merupakan guru biologi menerangkan, dengan gerakan peduli bersih peserta didik dapat mengetahui bahwa sisa debu vulkanik sebetulnya terkandung potensi air dengan kadar yang sangat rendah.

"Sehingga aliran air melalui mesin pompa yang kadar potensial airnya sangat tinggi dapat mempercepat hilangnya pertikel-pertike debu vulkanik di kelas dan halaman sekolah," ujarnya.
( Supriyanto / CN39 / Suaramerdeka )



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!