Kilas Berita:

5 Tahun Sampah Tak Diangkut

SRUWENG (www.beritakebumen.info) - Harapan untuk menjadikan pasar tradisional di Kebumen menjadi nyaman dan bersih, sepertinya ibarat jauh panggang dari api. Pasalnya, baik pengelola maupun pedagang pasar-pasar tradisional seolah cuek dengan kebersihan lingkungannya.

Seperti di Pasar Tengok, di Desa Giwangretno, Kecamatan Sruweng. Keberadaan sampah yang menumpuk di pasar itu, semakin hari kian menggunung. Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, sampah-sampah itu sudah lebih dari lima tahun tidak pernah diangkut dan dibiarkan begitu saja. Parahnya lagi, instansi terkait yang mengelola pengangkutan sampah terkesan tutup mata atas kejadian tersebut.

Pantauan koran ini, hasil sisa dari limbah lapak pedagang dan rumah tangga tersebut, berada di tempat pembuangan sampah sudah sangat menumpuk. Sampah-sampah itu lebih banyak berada diluar bak tempat pembuangan sampah.

"Sampah ini sudah lama banget tidak diangkut, padahal warga sudah sering melaporkan ke petugas. Namun belum ada tanggapan sama sekali. Kami sudah pusing dengan baunya," jelas Maryamah, warga yang tinggal di dekat tempat sampah itu.

Maryamah mengatakan, dia sebenarnya sangat terganggu dengan keberadaaan sampah-sampah itu. Namun, dia tidak memiliki pilihan lain untuk tetap tinggal di rumahnya yang berbatasan langsung dengan tempat sampah. Bahkan, air sumurnya sudah tercemari rembesan sampah-sampah itu. Untuk memenuhi kebutuhan air minum dan memasak, dia terpaksa ngangsu dari sumur tetangga yang jauh dari tempat tinggalnya. "Apalagi kalau pas hujan, disini banjir. Air sumur juga jadi keruh," ujarnya. (Kebumen Ekspres)



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!