Kilas Berita:

201 Warga Pejagoan Idap Ganguan Jiwa

Kebumen Bangun Selter Jiwa
PEJAGOAN(www.beritakebumen.info) - Berdasarkan data dari Puskesmas Kecamatan Pejagoan Kebumen mulai tahun 2012 sampai 2014 ini, jumlah warga yang mengidap ganguan di Kecamatan Pejagoan mencapai 201 jiwa. Jumlah itu tergolong tinggi dibandingkan dengan kecamatan lainnya. Diantara pengidap gangguan jiwa itu ada yang dipasung atau dikurung di dalam rumah.

Menurut Kepala Puskesmas Pejagoan, Dr Agus Sapariyanto , sejak tahun 2012 lalu, Puskesmas Pejagoan telah membuat proram unggulan jiwa. Puskesmas berupaya mengobati dan merawat warga pengidap gangguan jiwa di Kecamatan Pejagoan. Dengan adanya program unggulan jiwa tersebut, alhasil sudah ada sejumlah penderita yang sembuh, bahkan sudah bekerja kembali.

Menurutnya, dari beberapa kasus gangguan jiwa yang kerap ditemui ada dua macam, yakni mereka yang berhalusinasi menjadi orang sesuatu yang diinginkan dan mereka yang berhalusinasi bahwa dirinya merasa terancam atas keberadaan orang lain.

“Namun kasus halusinasi yang merasa terancam atas keberadaan orang lain itulah yang paling berbahaya. Pasalnya kapanpun penderita tersebut bisa mengamuk atau melakukan tindak kekerasan lainya,”terang Agus.

Lanjut dia, dari beberapa pengidap ganguan jiwa yang ditemukannya, ternyata ada diantaranya yang memang hanya mengalami stres. Bagi mereka yang mengalami stres, ternyata cukup hanya diberi obat penenang secara rutin dan akhirnya sembuh. “Namun terkadang penderita stres seperti ini justru dipasung atau dikurung dirumah oleh pihak keluarga,” Hal itu karena masih banyak masyarakat yang tidak tau tingkatan penyakt ganguan jiwa. Sehingga terkadang, jika ada penderita yang kerap mengamuk ,langsung saja dipasung atau dikurung,”tambahnya.

Dia menambahkan, pada tahun 2014 ini di Puskemas Pejagoan akan dibangun selter jiwa dengan anggaran sekitar Rp 3,8 miliar lebih. Selter jiwa tersebut merupakan satu-satunya di Kebumen untuk penanganan penderita gangguan jiwa. Selter jiwa tersebut akan dijadikan tempat pengobatan maupun mengkarantina penderita gangguan jiwa setelah keluar dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dan akan dipulangkan kelingkungan keluarga. “Untuk pelaksanaan pembangunan sendiri direncanakan pada bulan april mendatang. Sebagaimana fungsi selter jiwa,” tambah Agus.(ben/bdg/radarbanyumas)



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!