Headlines News :
Home » , » Harga Cabai Merah Mulai naik

Harga Cabai Merah Mulai naik

Written By Aisyah S on 08 Oktober 2013 | 05.53

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Petani dan pedagang caia di Kebumen, mulai merasakan kenaikan harga cabai. Sejak Senin (7/10) kemarin, harga cabai merah besar dan keriting di sejumlah psar tradisional Kebumen mengalami kenaikan yang cukup siginfikan. Yanti (35) pedagang cabai Pasar Tumenggungan Kebumen, mengungkapkan, cabai merah besar sekarang mengalami kenaikan yang cukup dramatis, terutama cabai merah besar Jawa.

Harga komoditas ini semula Rp 18.000, kini naik menjadi Rp 22. 000 per kilogram. Begitu juga pada cabai merah besar keriting, semula Rp 25. 000 kini naik menjadi Rp 28. 000 per kilogram.”Bahkan ada yang sudah menjual dengan harga Rp 30 ribu,”jelasnya
Menurutnya, naiknya harga cabai disebabkan oleh kelangkaan barang. ”Sebagaimana pada prinsip perdagangan, barang langka harga pasti naik. Sementara kalau barang melimpah harga pasti akan turun,”ujarnya. Kenaikan harga cabai itu juga dirasakan pada petani cabai di wilayah Kebumen.

Darmono (26) petani asal Buluspesantren, mengaku bersyukur karena harga cabai sekarang mengalami kenaikan yang cukup bagus. Menurutnya, harga cabai naik secara bertahap, mulai dari harga Rp 18.000 menjadi Rp 20.000 per kilogram. Pada panen berikutnya, terjadi kenaikan lagi menjadi Rp 25.000, Rp26.500 dan terakhir Rp 27.000 per kilogram. “Harga panennya sangat bagus dari musim tanam sebelumnya,”ujarnya.

Dari 2.100 batang tanaman cabai yang dia miliki, dia memperoleh hasil panen sekitar 2,5 kuintal per hari. Untuk satu batang pohon cabai, biasanya mampu dipanen sebanyak 14 kali panen. Dia juga menjelaskan, untuk hasil panen yang paling bagus, terjadi mulai umur lima bulan ke atas. “Panen kelima sampai kesepuluh hasil panennya bagus, selebihnya kurang bagus. Karena buahnya semakin mengurang” ujar dia.

Keberhasilan panen musim ini, kata dia, disebabkan oleh kondisi cuaca yang bersahabat, sehingga pertumbuhan tanaman bisa maksimal. Sedangkan untuk intensitas serangan hama cukup rendah dan masih bisa dikendalikan. Suwito (48) petani cabai yang lain mengatakan, pada panen cabai sebelumnya banyak petani mengalami kerugian. Hal itu disebabkan oleh serangan hama yang cukup ganas, sehingga pertumbuhan dan produksi buah terhambat. “Yang biasa menyerang yakni hama pathek,” jelasnya. (radarbanyumas/har/din)



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
Share this post :
Comments
0 Comments

Poskan Komentar

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

 
Berita Kebumen : Tentang | Redaksi | Donatur | Iklan | TOS | Faq | Kontak
Copyright © 2009-2013. Berita Kebumen On Line - All Rights Reserved
Edited by BK Team Published by Berita Kebumen On Line
Supported by Google