Headlines News :

    Layanan Aspirasi dan Pengaduan Rakyat

    Layanan Aspirasi dan Pengaduan Rakyat
    Terdapat permasalahan pembangunan dan layanan publik di sekitar anda? Adukan semuanya di LAPOR! ========================================

    PKH Kabupaten Kebumen














    Kakak-Adik Menang Pilkades

    Harun Al Rosyid menang mutlak pada pilkades di Desa Sitirejo, Klirong, Kebumen. (Foto: Hanifatus/BK)
    KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Mungkin ini sebuah peristiwa langka di dunia politik desa. Dua orang kakak beradik memenangkan pemilihan kepala desa (Pilkades) pada waktu bersamaan di dua desa yang berbeda.

    Mereka adalah Amir Syarifudin yang memenangkan pilkades di Desa Roworejo, Kecamatan Kebumen. Sedang adiknya Harun Al Rosyid menang mutlak atas rivalnya Prasetyo pada pilkades di Desa Sitirejo, Kecamatan Klirong. Dari total 1.036 daftar pemilih, hanya 866 orang yang menyalurkan hak pilihnya. Harun Al Rosyid memperoleh 721 suara. Lawannya, Prasetyo mendapat 137 suara dan 8 suara dinyatakan tidak sah.

    Sigit Sugiharto, kakak sekaligus tim sukses dari kedua kades baru tersebut menganggap kemenangan kedua adiknya itu sebuah hal istimewa. Sebab, mereka adalah penerus cita-cita ayah mereka yang sempat tertunda.

    Ayah mereka, Mungawin HP, pernah mencalonkan diri menjadi kepala desa, namun belum mendapat amanat. “Sekarang kedua adik saya terpilih sebagai kades pada hari yang sama,” tandas Sigit dikutip dari Suara Merdeka.

    Sebanyak 135 desa di Kabupaten Kebumen menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) tahap III, Sabtu (29/6/2013) serentak. Sedianya, pilkades kali ini dilaksanakan serentak di 137 desa. Namun 2 desa terpaksa diundur 29 Juli mendatang karena hanya ada seorang calon. Dua desa tersebut adalah Desa Surobayan, Kecamatan Ambal dan Desa Giripurno, Kecamatan Karanganyar.

    Sedang desa dengan calon kades terbanyak pada pilkades tahap III ini ada di Desa Bandung, Kecamatan Kebumen yang berjumlah tujuh orang calon kades. (bk01/mat/SM)



    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================

    Suami Wabup Kebumen Kalah di Pilkades

    GOMBONG (www.beritakebumen.info) - Suami Wakil Bupati Kebumen Djuwarni AMd Pd, Suparjo kalah dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Kemukus,Kecamatan Gombong, Sabtu (29/6).

    Suparjo yang merupakan calon incumbent kalah dari rivalnya Suyono yang juga mantan kepala desa dua periode sebelumnya. Dari jumlah 2.040 pemilih yang menggunakan hak suaranya, nomor urut 1 Suyono mengantongi 1.056 suara.

    Sedangkan nomor urut 2 Suparjo memperoleh 943 atau selisih 113 suara. Adapun suara tidak sah sebanyak 41 suara. Dari pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 2.814 suara, jumlah pemilih yang hadir sebanyak 2.040 orang.

    Untuk menarik minat pemilih datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), warga yang selesai menggunakan hak suaranya mendapat uang saku Rp 15.000.

    "Untuk uang saku pengganti transport merupakan kesepakatan antara kedua calon," ujar Ketua BPD Kemukus Arif Purwadi.

    Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kebumen Subagyo SSos MM mengatakan, Pilkades tahap III sedianya akan dilaksanakan di 137 desa. Akan tetapidua desa terpaksa diundur karena jumlah calon tidak memenuhi syarat yakni hanya satu orang.

    Dua desa yang diundur ialah Desa Surobayan, Kecamatan Ambal dan Desa Giripurno, Kecamatan Karanganyar. Dijadwalkan Pilkades di dua desa tersebut akan dilaksanakan pada 29 Juli mendatang.

    "Dalam Pilkades tahap III ini jumlah calon terbanyak di Desa Bandung, Kecamatan Kebumen yang mencapai tujuh orang calon,"tandasnya Subagyo.( Supriyanto / suaramerdeka)

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================

    Duh, PA Kebumen Tangani 2.553 Perkara Perceraian

    KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Angka perkara perceraian di Kabupaten Kebumen selalu naik dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Jika di tahun 2008 masih 1.826 perkara, di tahun 2012 sudah mencapai 2.553 perkara.

    Tingginya angka perkara perceraian diakui Ketua Pengadilan Agama (PA) Kebumen, Drs Abu Aeman SH MH. Bahkan tertinggi di wilayah Kedu. Selain tidak ada tanggungjawab, masalah ekonomi dan perselingkuhan menjadi faktor yang cukup menonjol dalam perkara perceraian yang ditangani.

    Menurut Abu Aeman dalam Semiloka Hak Asasi Manusia (HAM) dengan tema 'Pemenuhan Hak-hak Anak Pasca Terjadinya Perceraian' di pendapa rumah dinas Bupati Kebumen, Kamis (27/6/2013), perkara percerian didominasi perkara cerai gugat atau cerai yang diajukan oleh pihak istri.

    "Seperti di tahun 2012, dari 2.553 perkara, 1.809 perkara merupakan cerai gugat, sisanya sebanyak 744 perkara merupakan cerai talak atau cerai yang diajukan oleh pihak suami," ungkapnya. (Suk/krjogja.com)

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================

    Tinjau Karya Bakti TNI, Danrem 072 Naik Trail

    Brigjen TNI Adi Widjaya menunggang trail menuju lokasi kegiatan fisik yang medannya belum memungkinkan ditembus dengan mobil. (Foto: Sukmawan)
    AYAH (www.beritakebumen.info) - Pekan/Bulan Bakti TNI dan Studi Karya Bakti Sosial Tahun Anggaran 2013 di wilayah Kodim 0709/Kebumen, dipusatkan di Desa Argopeni, Kecamatan Ayah. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Danrem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Adi Widjaya MSc, Jumat (28/6/2013).

    Ketika meninjau lokasi kegiatan fisik berupa pembangunan jalan, Danrem harus turun dari mobil dinasnya. Kemudian mengendarai motor trail menuju lokasi kegiatan yang medannya cukup sulit.

    Jalan rabat beton sepanjang 2 kilometer yang dibangun TNI bersama masyarakat itu, akan memperlancar hubungan Desa Argopeni dengan beberapa desa tetangga, seperti Desa Kalipoh dan Karangduwur.

    Menurut Danrem, Pekan/Bulan Bakti TNI dan Studi Karya Bakti Sosial sebagai wujud pembinaan teritorial sekaligus memantapkan kemanunggalan TNI dan rakyat. Sarana dan prasarana yang dibangun, diharapkan dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung terciptanya keluarga sejahtera, sehat, berkualitas, dan tangguh.

    Dandim 0709/Kebumen Letkol (Inf) Dany Rakca Andalasawan mengungkapkan, ada beberapa kegiatan non fisik dan fisik selama Pekan/Bulan Bakti TNI dan Studi Karya Bakti Sosial di Argopeni. Non fisik seperti sosialisasi wawasan kebangsaan dan bela negara, serta penyuluhan kesadaran hukum.

    Untuk kegiatan fisik, selain membangun jalan rabat beton, dibangun pula 7 jembatan dan 3 gorong-gorong kotak. Dalam Bulan Bakti TNI dan Studi Karya Bakti Sosial, juga menyentuh dunia pendidikan dengan membantu alat peraga dan media pembelajaran edutainment untuk sekolah dasar. "Tidak hanya alatnya, guru juga dilatih menggunakan media pembelajaran edutainment," tegas Dany. (Suk)
    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================

    Regenerasi Pande Besi Kebumen Terhambat

    KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Akibat sulitnya regenerasi, jumlah pande besi di Kebumen kini kian menyusut. Bahkan para pande besi yang masih aktif, rata-rata sudah berusia tua. Sulitnya regenerasi itu disebabkan kebanyakan anak muda kini tidak tertarik menekuni profesi ini.

    " Dulu Dukuh Kemitir merupakan salah satu sentra pande besi di Kebumen dengan 10 pande besi dengan puluhan orang tenaga kerja. Namun sekarang, hanya tinggal 2 orang dengan 4 orang tenaga kerja saja," ungkap Yasir (30), pande besi Dukuh Kemitir Desa Gemeksekti Kebumen, di bengkelnya, Jum'at (28/06/2013).

    Usaha Yasir menempati bengkel pengolahan besi milik kakeknya, alm. Dul Sirod, di tepi jalan raya Kebumen - Karangsambung, yang hampir saban hari ramai didatangi warga masyarakat yang ingin memesan aneka barang dari besi, seperti pisau, golok, parang, garpu dan mata pisau pengolah sawah dan lainnya. Yasir bekerjasama dengan pamannya, Isbandi (50), mengelola bengkel peninggalan Dul Sirod yang semasa hidupnya adalah pande besi terkenal Kebumen. Tak heran, pelanggan bengkel ini berasal dari desa-desa yang tersebar di berbagai kecamatan di Kebumen.

    Mengingat prospek usahanya bagus Yasir kerap berusaha merekrut anak-anak muda untuk bekerja di bengkelnya. Namun upaya itu belum berhasil karena para anak muda itu menolak dengan alasan pekerjaan pande besi yang terkesan pekerjaan keras, kurang menarik bagi mereka.

    " Dulu saya mau mewarisi usaha kakek semata-mata karena menyukai pekerjaan ini. Sedangkan ayah saya lebih dulu mandiri sebagai pande besi di Desa Peniron Kecamatan Pejagoan," jelas Yasir yang tak bisa cepat dalam memenuhi pesanan akibat keterbatasan tenaga kerja. Pembuatan parang misalnya, paling cepat baru bisa diselesaikan seminggu dengan ongkos pembuatan Rp 40 ribu.
    (Dwi/krjogja.com)

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================

    Yoda 'Idol' Konser Kolaborasi dengan Ivan Boomerang

    MAGELANG(www.beritakebumen.info) - Lama tak terdengar kabarnya, Yoda 'Idol' siap menggebrak Magelang pada konser bertajuk Rock Collaboration di lapangan parkir Armada Town Square (ARTOS) Kabupaten Magelang, Minggu (30/6) pukul 15.00 WIB.

    Yoda, jebolan Indonesian Idol 2012 asal Kebumen ini akan berkolaborasi dengan mantan gitaris Boomerang John Paul Ivan dan gitaris muda berbakat Farel Satia. Artis lain yang terlibat pada konser tersebut adalah Yopie (vokalis Matta Band), Fery Piranha (drumer Piranha Band), dan Alex (gitaris Alas Roban).

    Konser musik rock ini adalah hasil kerja sama panitia dengan Artos, Las Vegas Karaoke & Resto, Jago Studio, Mustika Gold, Optik Ada serta Jerusalem Managemen.

    Panitia Pelaksana Rock Collaboration Edy Purwanto (60) mengatakan bahwa konser ini dimaksudkan semata-mata untuk menghibur masyarakat pasca erupsi gunung Merapi. "Konser rock ini kami gelar gratis untuk menghibur masyarakat. Paska erupsi Merapi jarang ada hiburan untuk masyarakat," jelas Edy Purwanto seperti dilansir Suara Merdeka.

    Band lokal seperti By Pass Rock Band, Piranha, Ksatria, The Mamakid, Gerilyawan Boomers Magelang, Romance, dan `Lavila Band juga akan tampil. Hal ini dilakukan untuk memberi kesempatan bagi band lokal manggung dan unjuk kebolehan. Ia yakin jika diberi kesempatan band lokal juga akan bisa berkembang, seperti halnya band asal Jakarta dan Bandung.

    Promotor Selection Enterprise Dharmawan menambahkan banyak band lokal yang sebenarnya bagus dan memiliki potensi besar. (bk01/mat/SM)

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================

    Perceraian di Kebumen Tertinggi Se-Kedu

    KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Tingginya angka perceraian di Kabupaten Kebumen sangat memprihatinkan. Bagaimana tidak, kasus perceraian di kabupaten berslogan "Beriman" itu tertinggi se-eks Karesidenan Kedu.

    Fakta itu disampaikan oleh Ketua Pengadilan Agama (PA) Kebumen Drs Abu Aeman SH MH saat menjadi pembicara dalam Semiloka dengan tema "Pemenuhan Hak-hak Anak Pasca Terjadinya Perceraian" di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen, Kamis (27/6).

    Dalam kesempatan itu, Abu Aeman memaparkan grafik perkara yang diterima PA Kebumen selama lima tahun terakhir yang terus meningkat. Tahun 2012 perkara perceraian yang diterima sebanyak 2.553 perkara. Dari jumlah tersebut, cerai talak sebanyak 744 perkara dan cerai gugat 1.809 perkara.

    "Cerai talak artinya yang menceraikan suami, sedangkan cerai gugat yang menggugat cerai adalah istri. Di Kebumen kasus perceraian didominasi oleh istri yang menggugat cerai suami," ujar mantan Wakil Ketua PA Kabupaten Sampang, Madura tersebut.

    Dari 26 kecamatan, Kecamatan Kebumen tertinggi angka perceraiannya di tahun 2012 yakni 200 kasus. Disusul Ayah 129 perkara, Buayan dan Sempor masing-masing 121 kasus, Puring 105 kasus dan Kecamatan Klirong 101 kasus. Adapun selama 2013, rata-rata penerimaan perkara mencapai 200 setiap bulan. Maret diterima sebanyak 192 perkara, April 251 perkara dan Mei 234 perkara.

    "Di Pengadilan Agama Kebumen terdapat dua majlis, masing-masing majlis menangani 50 pasangan. Jadi setiap hari kantor kami ramainya seperti pasar," tandasnya.
    ( Supriyanto / suaramerdeka.com)

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================

    Tiga Draf Raperda Harus Diprioritaskan

    KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Bupati Kebumen, H Buyar Winarso SE meminta pembahasan tiga Raperda yang diserahkan untuk diprioritaskan. Tiga Raperda itu yakni Raperda tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Raperda Hutan Kota dan Raperda tentang Retribusi Pengolahan Limbah Cair.

    Raperda itu diserahkan kepada DPRD Kabupaten Kebumen untuk dibahas menjadi Perda pada rapat paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Kebumen, Rabu (26/6).

    H Buyar Winarso SE mengatakan latar belakang disusunya tiga raperda tersebut untuk meningkatkan pengelolaan potensi daerah menjadi lebih baik. Raperda tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup disusun sebagai salah satu upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup.

    Retribusi

    "Adapun Raperda tentang Hutan Kota disusun untuk memberikan kepastian hukum tentang keberadaan hutan kota," kata dia.

    Sekaligus dia menambahkan untuk melaksanakan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 63 tahun 2002 tentang Hutan Kota. Sedangkan Raperda tentang Retribusi Pengolahan Lombah Cair disusun sebagai dasar pemungutan retribusi.

    "Pemkab Kebumen akan menyediakan instalasi pengolahan limbah cair yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang dikenakan tarif retribusi," katanya.

    Wakil ketua DPRD Kebumen Agus Kurniawan mengatakan, pihaknya siap menindaklanjuti penyerahan tiga Raperda tersebut. Dalam waktu dekat, pihaknya akan membentuk panitia khusus (pansus) untuk membahasnya.

    "Pansus nantinya kita beri waktu tiga bulan untuk membahas raperda sampai disahkan menjadi perda," katanya. (K42-91/suaraamerdeka)


    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================

    Polsek Adimulyo Cokok Pengecer Togel Hongkong

    ADIMULYO (www.beritakebumen.info) - Terdesak kebutuhan ekonomi, seorang pedagang ayam ditangkap Petugas Polsek Adimulyo Polres Kebumen karena menjadi pengecer kupon togel Hongkong. Adalah Rahmat Slamet alias Slamet (43) warga Desa Joho, Adimulyo yang sehari-hari berdagang ayam, nyambi menjadi pengecer kupon judi togel hongkong.

    Pekerjaan sambilan tersebut sudah dilakukanya selama sekitar tiga bulan yang lalu dengan alasan untuk mencukupi kebutuhan ekonomi yang dirasakan semakin hari semakin berat. Dijelaskan oleh tersangka, bahwa pekerjaannya berkeliling kampung mencari ayam untuk dijual kembali di Pasar dirasakan semakin sulit, sehingga tersangka mencari penghasilan tambahan menjadi pengecer kupon judi togel.

    Perbuatan tersebut dicium Polisi sehingga setelah dilakukan penyelidikan, pada hari Selasa (25/6) sekitar pukul 19.30 wib Tersangka ditangkap dirumahnya berikut barang buktinya. Kapolsek Adimulyo AKP Surono membenarkan adanya penangkapan pelaku pengecer judi togel tersebut dan kepada tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman selama 5 tahun penjara. (humas/sek_adm/polreskebumen)

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================

    Sat Reskrim Ciduk Para Penjual Togel

    KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Aktivitas penjualan nomor togel di Kabupaten Kebumen sangat marak terjadi hal ini membuat geram anggota Polres Kebumen untuk membekuk para pelaku perjudian jenis togel Hongkong.

    Selasa (25/6) anggota Satuan Reserse kriminal (Sat Reskrim) Polres Kebumen berhasil membekuk para penjual togel di 4 (empat) tempat sekaligus.dalam waktu yang bersamaan di Desa Sidoharjo Rt.01 Rw.III Kecamatan Sruweng, Kebumen, di Desa Menganti, Sruweng, Kebumen, di Desa Sitiadi Kecamatan Puring, Kebumen, dan di Kelurahan tamanwinangun Kecamatan Kebumen, Kebumen.

    Keempat tersangka penjual togel jenis Hongkong ini adalah Maiman (37), buruh, Desa Sidoharjo Rt.1 Rw. III, Sruweng, Kebumen, Kirman (47), buruh, Desa Menganti Rt.03 Rw II, Sruweng, Kebumen, Pardan (60), buruh, Desa Sitiadi, Rt.01. Rw.IV, Puring, Kebumen, Arif Suroso (42), wiraswasta, Kelurahan Tamanwinagun Rt.01 Rw. V, Kebumen.
    Hari selasa (25/6)sekira pukul 19.30 wib`menindak lanjuti Laporan Informasi bahwa keempat tersangka telah menjual togel di rumah masing-masing tersangka. Kemudian dilakukan penyelidikan dan ternyata benar keempat tersangka telah menjual nomor togel jenis Hongkong di rumahnya. Selanjutnya pelapor bersama tim dari Sat Reskrim melakukan penangkapan beserta barang buktinya.

    Barang bukti yang berhasil di amankan dari empat tersangka yaitu uang tunai Rp.1.694.000,- (satu juta enam ratus sembilan puluh empat ribu rupiah),16 buah bonggol yang sudah laku bergambar kepala garuda, 10 buah bonggol yang belum laku bergambar kepala garuda,3 buah HP Nokia tipe 1800, tipe 2330, 7 bolpoin warna hitam, 5 lembar kertas ramalan/rumusan, 8 lembar kertas karbon.

    Kasat Reskrim Polres Kebumen AKP Purwanto Hae Widodo melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Wasidi mengatakan bahwa para tersangka sekarang di amankan di polres Kebumen besertat barang bukti untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Sat Reskrim Polres Kebumen dan tersangka melanggar pasal 303 KUHP tentang Perjudian dengan ancaman hukuman 5 (lima) tahun penjara.(humas/polreskebumen).

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================

    Globalisasi Ancam Kelestarian Bahasa Jawa

    KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Globalisasi, internasionalisasi, dan industrialisasi ternyata membawa dampak yang buruk terhadap eksistensi bahasa daerah, termasuk juga Bahasa Jawa. Penetrasi budaya asing mengakibatkan Bahasa Jawa semakin tergusur setelah masyarakat mulai banyak yang meninggalkannya karena justru mengadopsi bahasa lain.

    Hal itu terungkap dalam sosialsiasi Perda Provinsi Jawa Tengah Nomor 9 tahun 2012 tentang Bahasa Sastra dan Aksara Jawa di Ruang Bagelen, kemarin. Hadir dalam kesempatan itu Dewan Bahasa Jawa Provinsi Jawa Tengah yang juga Ketua Jurusan Fakultas Bahasa dan Sastra Jawa Unnes Yusro Edi Nugroho SS MHum.

    Diungkapkan Yusro, teknologi informasi dan transparansi juga mengancam Bahasa Jawa. Kecenderungan era itu bahkan membuat setiap tahun ada 6 - 10 bahasa etnis yang mati. Menurut Yusro, fenomena lain, saat ini masyarakat Jawa banyak yang hidup di kota dan tidak menggunakan Bahasa Jawa sebagai alat komunkasi. Selain itu sedikit sekali media massa yang mengembangkan dan menggunakan Bahasa Jawa.

    "Fenomena lain belum banyak perguruan tinggi yang membuka jurusan Bahasa Jawa. Jam pelajaran Bahasa Jawa di sekolah juga relatif kecil. Tenaga pengajar sudah berusia lanjut dan menggunakan metode pembelajaran lama," ujar Yusro.

    Yusro menambahkan, sesuai amanat UU Nomor 24 tahun 2009 pasal 42 ayat 1, kita wajib mengembangkan, membina, dan melindungi bahasa dan sastra daerah agar tetap memenuhi kedudukn dan fungsinya dalam kehidupan bermasyarakat sesuai dengan perkembangan zaman dan agar tetap menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

    Pemprov Jateng sendiri menguatkan hal itu melalui Perda Nomor 4 dan Perda Nomor 9 Tahun 2012 bahwa Bahasa Jawa wajib diajarkan pada sekolah formal, nonformal, dan informal. "Pembelajaran Bahasa Jawa di sekolah perlu mengajarkan unggah-ungguh dan Bahasa Jawa sinandi untuk menanamkan nilai kesantunan, kehalusan rasa, dan budi pekerti. Selain itu juga untuk pengembangan kearifan budaya lokal seni budaya Jawa," imbuhnya.

    Ditegaskan pula, yang menjadi hambatan dalam pengembangan Bahasa Jawa, yakni belum semua sekolah melaksanakan SK Gubernur nomor 895/01/2005 secara utuh terutama mengalokasikan jam pelajaran. Selain itu belum terpenuhinya tenaga pengajar yang berkompeten dan profesional.Termasuk belum tecukupinya buku ajar dan buku penunjang di sekolah.

    Untuk mengatasi permasalahan dalam pengembangan bahasa Jawa, menurut Yusro perlu menekankan dan mengingatkan kembali kepada bupati agar mengangkat guru-guru Bahasa Jawa di daerah.
    ( Nur Kholiq / suaramerdeka.com)

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================

    Islamic Culture Festival Digelar di Kebumen

    KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Forum Silaturahmi Rohis Antar Sekolah (Forsas) Kabupaten Kebumen menggelar event bertajuk Islamic Culture Festival (ICF) yang berlangsung di GOR SMA 2 Kebumen. Berbagai kegiatan digelar dalam event yang berlangsung Minggu-Rabu (23-26/6) tersebut.

    Sejumlah lomba berbasis Islami diselenggarakan meliputi lomba dai muda, nasyid, kaligrafi, cerita pendek islami, majalah dinding islami, qiroah dan lomba kreasi jilbab. Lomba tersebut diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas murid SMA/MA/SMK di Kebumen.

    Adapun puncak acara ICF digelar Rabu (26/6) dengan menggelar talkshow yang menghadirkan Ustad Nizam Zulfikar. Dalam ceramahnya, dai muda ANTV tersebut mengangkat tema khas remaja "Say No To Galau". Sekitar 300 pelajar yang hadir dalam acara itu, tampak antusias mengikuti talkshow.

    Tampak hadir Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Dra Dyah Woro Palupi dan kepala SMA 2 Kebumen Rahmat Priyono SPd MM. Sebelum talkshow acara dimeriahkan pentas drama dari murid SMA 1 Klirong dan grup nasyid DNA dan Oasis dari SMA 1 Kebumen. Dalam kesempatan itu juga diserahkan hadiah bagi para pemenang lomba.

    Ketua Forsas Kebumen, Asa Taufiqurrahman menjelaskan, festival kebudayaan Islam tersebut kali ini merupakan tahun kedua. Melalui kegiatan itu pihaknya ingin membentengi para pelajar moral muslim dengan berbagai kegiatan yang mengedepankan nilai-nilai Islam.

    "Selain untuk syiar Islam, dalam acara ini kami ingin mengajak kepada para generasi muda untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat," ujar Asa Taufiqurrahman kepada Suara Merdeka di sela-sela acara.

    Bersama Pendamping Forsas Ustad Hendra Tri Hapsoro yang juga pembina Rohis SMA 1 Kebumen, Asa menambahkan, Forsas dibentuk pada tahun 2002. Saat ini memiliki pengurus sebanyak 60 pelajar yang berada di 12 sekolah di Kebumen. Adapun berbagai kegiatan Forsas antara lain menggelar semarak Ramadan dan silaturahmi pelajar.
    ( Supriyanto / suaramerdeka.com)



    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================

    Jelang Ajaran Baru, Perajin Tas Banjir Order

    KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Dinamo mesin jahit perajin tas di Desa Bandung, Kecamatan/Kabupaten Kebumen, berputar lebih cepat untuk memenuhi tingginya permintaan menjelang tahun pelajaran baru.

    Desa Bandung menjadi sentra tas dengan melibatkan separo warga desa. Perajin tas juga banyak ditemui di Desa Bojongsari, Kecamatan Alian, desa yang bersebelahan dengan Desa Bandung. Menjelang tahun pelajaran baru ini, semua kebanjiran order.

    Salah satu perajin yang kebanjiran pesanan, Hj Sulastri Zubair. Menjelang tahun pelajaran baru ini, ia bersama 20 karyawan serta 15 perajin mitra, tidak bisa berleha-leha karena ribuan tas menunggu dikirim ke berbagai kota di Pulau Jawa. Bahkan hingga Sulawesi dan Sumatera.

    "Kami kerap harus lembur karena satu pemesan saja minta lima ribu tas dan harus jadi dalam tiga minggu," ujar Sulastri yang juga mantan Kepala Desa Bandung.

    Dengan kreativitasnya, Sulastri mampu membuat segala jenis dan model tas. Termasuk mampu membuat tas seperti yang diinginkan pemesan. Harganya bervariasi sesuai bahan dan tingkat kesulitan membuatnya. (Suk/krjogja.com)

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================

    Ikuti Sepeda Gembira Polres, Gratis Banyak Hadiah

    KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Polres Kebumen akan menggelar kegiatan Sepeda Gembira dalam rangka memeriahkan HUT Bhayangkara ke-67. Kegiatan dilaksanakan Minggu (30/6/2013) besok. Start pukul 06.00 WIB di Mapolres Kebumen, Jl. Tentara Pelajar No. 39 Kebumen dan finis di Pantai Suwuk.

    Peserta adalah masyarakat umum dan tidak dipungut biaya pendaftaran, alias gratis. Seribu pendaftar pertama akan mendapatkan kaos menarik. Hadiah yang disediakan berupa 15 unit sepeda gunung serta hadiah doorprize menarik lainnya.

    Pendaftaran dimulai tanggal 21 - 29 Juni 2013 di Kantor Sat Intelkam Polres Kebumen.

    "Silahkan bagi warga Kebumen yang menghendaki untuk ikut berpartisipasi untuk mendaftarkan diri di kantor Sat Intelkam Polres Kebumen, pendaftaran mulai tanggal 21 Juni sampai dengan 29 Juni 2013. Gratis dan 1000 pendaftar pertama akan mendapat kaos cantik." Jelas Kasat Intelkam Polres Kebumen AKP Mardjono, S.H. (bk01/mat/reskbm)



    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================

    Weleh...Tetangga Sendiri Dijambret

    KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Entah kebetulan atau memang brutal sehingga pelaku kejahatan penjambretan tak pilih korbannya meski korban tetangganya sendiri. Aksi penjambretan dengan korban dan pelaku masih tetangga, terjadi di Prembun, Kabupaten Kebumen.

    Hingga Selasa (25/06/2013) pelaku berinisial Tr dan WH warga Desa Kabekelan, Kecamatan Prembun, masih menjalani proses penyidikan di Mapolsek Prembun. Keterangan Kapolres Kebumen AKBP Heru Trisasono SIK MSi melalui Kasubag Humas AKP Wasidi SH, pelaku ditangkap oleh anggota Satlantas Prembun dalam waktu kurang dari satu jam setelah keduanya beraksi menjambret handphone yang sedang digunakan untuk SMS-an oleh Imam (16).

    Peristiwa tersebut terjadi Senin (24/06/2013) sekitar pukul 21.30 WIB ketika Imam sedang asyik SMS-an di pinggir jalan raya. Tanpa diduga, datang 2 pemuda berboncengan sepeda motor Yamaha F1ZR yang langsung merebut handphone dari tangannya.

    Korban yang tidak mengetahui pelakunya, kemudian melaporkan peristiwa yang dialami ke Pos Lantas Prembun dengan bekal identitas sepeda motor yang digunakan pelaku. Berkat kesigapan anggota Satlantas Prembun, pelaku berhasil ditangkap dalam waktu kurang dari 1 jam. (Suk/krjogja.com)

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================

    Sering Kena Hujan, Produksi Cabai Turun

    KLIRONG (www.beritakebumen.info) - Produksi cabai di lahan tadah hujan di Kabupaten Kebumen, turun menyusul hujan yang masih mengguyur. Kondisi alam yang kurang bersahabat itu, membuat lahan cabai kerap tergenang air sehingga banyak tanaman yang mati.

    "Kalau terserang hama atau penyakit, masih bisa dilawan dengan obat-obatan. Tetapi kalau kebanjiran, kami hanya bisa pasrah karena membuat akar menjadi busuk kemudian mati," terang Kamingan (63) petani cabai merah besar keriting warga Desa Pandanlor, Kecamatan Klirong, Selasa (25/06/2013).

    Dari 1.400 pohon cabai yang ia tanam, hampir separonya mengalami gejala mati dengan ditandai daun kering. Karena tidak bisa diselamatkan, Kamingan berencana mengganti dengan kacang lanjaran. "Kalau cuacanya normal, bisa sampai 20 kali pemetikan. Namun karena sering kena banjir, baru 3 kali petik sudah banyak yang mati," ujarnya.

    Meski begitu, Kamingan bersyukur karena dari hasil 3 kali pemetikan, modal untuk tanam sudah kembali. Hal itu bisa terjadi karena harga cabai merah besar keriting di tingkat petani mencapai Rp 22 ribu perkilogram. "Harganya memang sedang tinggi. Padahal biasanya tidak sampai Rp 15 ribu. Bahkan 3 tahun lalu hanya laku Rp 3.500 perkilogram," ungkap Kamingan. (Suk/krjogja.com)

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================

    107.486 RTS di Kebumen Terima BLSM

    Terima Bantuan. (Foto: Argi/BK)
    KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Sebanyak 107.486 rumah tangga di Kabupaten Kebumen menjadi sasaran Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM). Penyerahan bantuan tersebut mulai dilakukan, Selasa (25/6). Secara simbolik bantuan diserahkan oleh Bupati Kebumen H Buyar Winarso SE kepada salah satu penerima. Acara berlangsung di Kantor Pos Kebumen.

    Kepala Kantor Pos Kebumen Anang Wijaya mengatakan, total dana BLSM di Kebumen tahap I mencapai Rp 3,2 miliar. Dana tersebut diberikan untuk dua bulan yakni Juli-Agustus. Masing-masing RTS sebesar Rp 300.000.

    "Pada hari pertama BLSM diberikan kepada 1.236 RTS di lima desa di Kecamatan Kebumen," ujar Anang Wijaya kepada Suara Merdeka di sela-sela acara.

    Adapun enam desa yang menerima BLSM meliputi Kelurahan Selang 235 RTS, Desa Roworejo 271 RTS, Desa Tanahsari 268 RTS, Desa Sumberadi 152 RTS dan Desa Wonosari 310 RTS.

    "Selanjutnya BLSM akan dibagikan di 22 kantor pos maupun di komunitas desa/
    kecamatan," imbuh Anang. (suaramerdeka)

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================

    Normalisasi Saluran Irigasi Pasar Diusulkan

    Pasar Prembun. (Foto: Udin/skyscrapercity)
    PREMBUN (www.beritakebumen.info) - PLT UPTD Unit Pasar Wilayah I yang membawahi Pasar Prembun, Gunardi menegaskan bahwa saluran irigasi yang berada di belakang Pasar Prembun diusulkan untuk segera dibenahi.

    Pihaknya mengaku sudah melayangkan surat permohonan normalisasi saluran tersebut kepada pihak terkait, sehingga air irigasi tak meluap ke area pasar. "Kami akan sudah mengusulkan program normalisasi," tegasnya, Senin (24/6).

    Dia mengatakan, kondisi saluran irigasi sepanjang 500 meter itu memerlukan penanganan. Kondisi saluran saat ini penuh dengan lumpur dan menjadi dangkal, sehingga ketika air pasokan air melimpah akan meluap ke area pasar.

    "Hal itu tentu membuat pasar yang baru dibangun itu kurang nyaman. Jangan sampai para pedagang nanti protes lagi," terang Gunardi.

    Sarang Kuman

    Gunardi menjelaskan, endapan lumpur tersebut, selain berpotensi membuat Pasar Prembun kebanjiran, dikhawatirkan menjadi sarang kuman dan penyakit yang berbahaya bagi kesehatan. Sebab, endapan lumpur itu terdiri atas tanah dan endapan berbagai sampah. "Kami minta masalah ini segera diatasi," pintanya.

    Menurut dia, upaya penanganan yang harus dilakukan adalah pengerukan lumpur saluran menggunakan alat berat mengingat volume lumpur cukup tebal. Langkah itu idealnya bisa dilakukan sebelum Pasar Prembun diresmikan pada 2 Juli mendatang.

    Salah satu pedagang, nurwati (34) sangat sepakat dengan usulan tersebut. Kebersihan harus dijaga disemua sudut pasar, baik di dalam maupun di luar pasar.

    "Di luar pasar harus diperhatikan agar keindahan pasar tetap terjaga dan akan berdampak pada munculnya rasa nyaman di kalangan pembeli dan pedagang. Pokoknya harus bersih luar dalam," tegas Gunardi (K42-91/suaramerdeka)

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================

    Membangun Generasi Qur'ani

    KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Membentuk generasi Islam yang Qur'ani adalah dambaan kita semua. Dan ini merupakan kewajiban bersama, yaitu kewajiban antara Pemerintah, Swasta dan Masyarakat. Taman Pendidikan Al Qur'an yang tersebar di seluruh Kabupaten Kebumen diharapkan dapat mengemban tugas suci ini.

    Dalam rangka membentuk generasi Islam yang Qur'ani, bertempat di Gedung Pertemuan Setda Kebumen, Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kebumen menyelenggarakan acara Pembinaan Assatidz (Ustadz-Ustadzah) Taman Pendidikan Al Qur'an (TPQ) Tahun Anggaran 2013 dengan tema "Membangun Generasi yang Qur'ani" Selasa (25/6). Acara yang dihadiri oleh Sekda Kebumen H Adi Pandoyo SH MSi, Asisten Ekonomi Pembangunan Sekda Kebumen drh. H Djatmiko, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Drs. Pudjiono, Kepala Badan/Dinas/Kantor/Inspektur/Kantor/Bagian di lingkungan Pemkab Kebumen, Ketua Umum Badko TPQ Provinsi Jawa Tengah H Ateng Chozany Miftah SE MSi, Kepala KUA se Kabupaten Kebumen, Pengurus BADKO TPQ Kabupaten Kebumen dan para Assatidz Taman Pendidikan Al Qur'an se Kabupaten Kebumen.

    Bupati Kebumen H Buyar Winarso dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Sekda Kebumen H Adi Pandoyo SH menyampaikan bahwa semakin berkembangnya ilmu pengetahuan teknologi menjadikan tantangan pendidikan belajar Al Qur'an semakin besar. Mempelajari Al Qur'an sangat penting untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Alloh SWT. Mendidik anak menjadi anak yang pinter itu penting, tetapi mendidik anak menjadi orang yang benar itu lebih penting. Beliau juga menyampaikan bahwa, pada tahun 2013, dari 230 TPQ yang ada di Kabupaten Kebumen akan mendapat bantuan operasional sebesar Rp 1 juta.Pada Kesempatan itu juga, Sekda Kebumen membagi 2 (dua) buah doorprize kepada ustadz-ustadzah yang bisa menjawab pertanyaan dari beliau.

    Acara yang dihadiri oleh 460 Ustadz-Ustadzah TPQ se Kabupaten Kebumen menghadirkan narasumber dari Ketua umum Badko TPQ Provinsi jawa Tengah H Ateng Chozany Miftah SE MSi dengan materi manajemen Pengelolaan TPQ dan Peran Strategi Pengajar al Qur'an, Kepala Bagian Kesra Setda Kebumen Siti Nuriatun Faoziah MSi menyampaikan tentang Kebijakan Pemerintah Kabupaten dalam Pengembangan TPQ, Kepala Seksi PD Pondok Pesantren kantor Kemenag Kabupaten Kebumen Drs. K.H Ashari, M.Pd menyampaikan tentang Pemantapan Program BADKO TPQ Tahun 2013 dan Pendataan TPQ.(admin/kebumenkab.go.id)

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================

    Organda Bahas Kenaikan Tarif, Diprediksi Naik 20 Persen

    KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Kebumen, Drs H Nugroho Tri Waluyo memprediksikan, kenaikan tarif angkutan umum sebesar 20 persen dari tarif semula.

    Hal itu didasari atas penghitungan analisa kenaikan BBM dengan kebutuhan awak angkutan di lapangan. Namun, keputusan kenaikan tarif itu akan diambil bersama-sama dengan pengurus Organisasi Angkutan Darat (Organda). "Saat ini masih dibahas dengan Organda Kebumen. Mungkin minggu depan sudah ada keputusan," katanya saat dikonfirmasi, Senin (24/6).

    Dia menjelaskan, prediksi kenaikan 20 persen itu untuk tarif angkutan berbahan bakar solar. Adapun angkutan berbahan bakar premium pihaknya belum bisa memberi gambaran, mengingat kenaikan harganya cukup banyak. Kenaikan itu akan disesuaikan dengan harga kebutuhan angkutan di pasaran, seperti harga suku cadang, jarak tempuh dan medan jalan.

    Dia berharap, hasil keputusan bersama tersebut bisa diterima oleh masyarakat yang biasa menggunakan transportasi angkutan umum. Pihaknya juga menyadari bahwa kenaikan tarif angkutan umum merupakan dampak pahit dari kebijakan pemerintah mengurangi subsidi BBM.

    "Saya berharap keputusan yang akan diambil nanti merupakan keputusan yang terbaik untuk seluruh masyarakat," pintanya.

    Penentuan Tarif

    Sementara itu, Kabid Angkutan, Sariyun SH belum lama ini mengatakan, penentuan tarif itu didasari oleh Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 89 tahun 2002 tentang Mekanisme Penetapan Tarif dan Formula Perhitungan Biaya Pokok Angkutan Penumpang dengan Mobil Bus Umum Antar Kota Kelas Ekonomi.

    Untuk tarif Angkutan pedesaan ditetapkan oleh surat keputusan bupati, tarif AKAP ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan tarif Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) ditetapkan oleh gubernur. "Pemkab hanya mengkoordinir penentuan tarif angkutan desa saja. Setelah harga BBM naik Pemkab mengeluarkan surat edaran pemberlakuan tarif sementara kepada Organda sambil menunggu penetapan tarif baru," katanya.

    Perlu diketahui jumlah angkutan baik angkutan desa, AKDP, Pariwisata maupun AKAP yang ada di Kebumen saat ini tercatat 1.414 unit. Untuk angkutan pedesaan 12 set sebanyak 520 unit dan angkutan pedesaan 14-16 set sebanyak 193 unit.

    Menanggapi masalah tersebut, salah satu warga Desa Kebulusan, Kecamatan Pejagoan, Imam S (29) meminta agar penetapan tarif angkutan umum tersebut memperhatikan kemampuan masyarakat kecil. Selama ini, pengguna angkutan umum didominasi dari kalangan pelajar dan pedagang. Keduanya memiliki kemampuan yang berbeda dalam membayar tarif untuk angkutan.

    "Kalau bisa tarif untuk pelajar tidak banyak dinaikan, sehingga tidak banyak menguras uang saku," pintanya. (K42-45/suaramerdeka)


    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================

    Pencuri Helm Tertangkap Warga

    KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Hendak mencuri pengaman kepala (helm) malah diamankan warga. Itulah nasib apes yang menimpa Marsono (21) seorang buruh warga Krajan Rt.04, Rw I Desa Kaligubug, Padureso, Kebumen dan rekannya Mulyadi (19) yang masih berstatus pelajar,warga Mentalaga Rt.04, Rw.I Desa Kaligubug, Padureso, Kebumen. Kedua tersangka berhasil dikejar dan diamankan warga beramai-ramai saat beraksi mencuri sebuah helm INK merah seharga Rp 300.000,- di Jalan Letjen Suprapto Kebumen.

    Kronologi kejadian bermula saat korban pencurian Rendra (18) seorang pelajar warga Desa Gemeksekti Rt. 05 Rw. III, Kebumen bersama ibunnya Teguh Puji Astuti sedang membeli bakso di Warung Bakso Kimo, Rabu (19/6/2013) sekitar pukul 19.30 wib. Helm tersebut diletakkan diatas jok motor korban yang diparkir di depan warung.

    Selang 15 menit, korban bersama ibunya mendengar teriakan "pencuri-pencuri" dari seorang warga di depan warung. Korban sontak keluar dari warung dan mendapati helm miliknya telah raib. Aksi pencurian helm tersebut diketahui Widodo, juru parkir di tempat tersebut. Diteriaki maling, tersangka berboncengan lari menggunakan sepeda motor. Namun berhasil dikejar dan ditangkap warga.

    Tersangka kemudian dilaporkan dan diamankan ke Polsek Kebumen. Barang bukti berupa helm warna merah merek INK dan sebuah sepeda motor yamaha Xeon warna kombinasi biru hitam dengan nopol AA 6088 CD.

    Kapolsek Kebumen AKP Mawakhir, S.H. menghimbau kepada seluruh warga masyarakat agar berhati-hati dalam menaruh helm, apabila sedang bertamu lebih baik helmnya dibawa masuk jangan ditaruh diatas motor, apabila di taruh di tempat umum lebih baik dikunci dibawah jok motor untuk mempersulit pelaku tindak kriminal melakukan aksinya.(bk01/mat/humas/reskbm)


    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================

    Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengambang

    PURING (www.beritakebumen.info) - Sesosok mayat pria tanpa identitas ditemukan mengambang di Pantai Suwuk Desa Tambakmulyo, Kecamatan Puring, Kebumen, Minggu (23/6/2013) sekitar pukul 20.00 WIB.

    Anton (53) anggota Polsek Buayan dan Ratno Al Rawi (33), Nelayan warga Desa Jintung Rt.06 Rw.02 Kecamatan Ayah, Kebumen pertama kali mengetahui tersebut saat sedang memancing di muara sungai di Pantai Suwuk. Awalnya mereka mengira mayat laki-laki tersebut sebuah boneka yang mengambang terbawa arus. Setelah ditarik ketepi sungai menggunakan sebilah bambu, barulah diketahui bahwa itu adalah sesosok mayat pria.

    Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Puring. Hasil olah TKP Tim Identifikasi Polres Kebumen dan Tim Medis Puskesmas Puring, tidak ditemukan identitas maupun tanda penganiayaan. Ciri-ciri korban kurang lebih berumur 60 tahun, tinggi badan 160 cm, kulit sawo matang, rambut putih pendek lurus, memakai baju batik dan celana panjang warna hitam.

    Kapolsek Puring AKP Aryo Winarto, S.H. mengatakan korban dimungkinkan korban terpeleset dan korban tidak bisa berenang. (bk01/mat/reskbm)

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================

    Pengusaha Gilingan Padi Tak Naikkan Tarif

    KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Takut ditinggalkan oleh pelanggan, para pemilik usaha penggilingan padi menetap di Kebumen kini berusaha menahan diri untuk tidak menaikkan tarif pascakenaikan harga BBM bersubsidi pekan lalu.

    "Meskipun kami sangat terbebani dengan kenaikan harga solar, namun kami berusaha hati-hati tidak terburu-buru menaikkan tarif. Kami takut pelanggan lari dan beralih menggunakan usaha penggilingan padi keliling yang lebih murah juga bisa mendatangi tempat konsumen," ujar H Laeli Adha, pemilik usaha penggilingan padi 'Wonoyoso', Senin (24/06/2013).

    Menurut H Laeli kenaikan harga BBM memberatkan pemilik usaha penggilingan padi dan dengan tak menaikkan tarif maka keuntungan usaha pun semakin menipis. Padahal di sisi lain segera menaikkan upah bagi para pekerjanya. Namun bila dinaikkan, bisa saja terjadi penyusutan konsumen atau sama saja artinya dengan penyusutan omset. "Bila tarif dinaikkan kami bukannya untung tapi malah buntung karena pelanggan akan menjauh," keluh Laeli. (Dwi/krjogja.com)



    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================

    Kasus HIV/AIDS Di Kabupaten Kebumen Terus Meningkat

    KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Bertempat di Gedung PKK Kabupaten Kebumen Senin (24/6) dilaksanakan Sosialisasi Peraturan Daerah No. 2 tahun 2013 tentang Penanggulangan HIV/AIDS. Acara dihadiri oleh Wakil Bupati Kebumen Djuwarni AMd Pd, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Drs. Pudjiono, Narasumber dari Komisi Penanggulangan HIV AIDS Kabupaten Kebumen yang menyampaikan tentang Analisa Situasi dan Kebijakan Penanggulangan HIV-AIDS di Kabupaten Kebumen, Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen yang menyampaikan tentang HIV-AIDS dan Penanganan di Kabupaten Kebumen dan dari Bagian Hukum Setda Kebumen yang menyampaikan Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen No. 2 tahun 2013 tentang penanggulangan HIV AIDS.

    Peserta sosialisasi sebanyak 180 orang yang terdiri dari SKPD se Kabupaten Kebumen, Camat se Kabupaten Kebumen, UPT BPPKB se Kabupaten Kebumen, Perguruan Tinggi/Universitas se Kabupaten Kebumen, RSUD Kabupaten Kebumen, RS Swasta se Kabupaten Kebumen LSM/Ormas se Kabupaten Kebumen.

    Dalam laporan penyelenggara Kepala Bagian Kesra Siti Nuriatun Faoziah MSi menyampaikan bahwa Perkembangan kaus HIV/AIDS di Kabupaten Kebumen tiap tahun terus meningkat. Pada tahun 2013 terapat 232 kasus dan 69 diantaranya meninggal dunia.

    Bupati Kebumen dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Wakil Bupati Kebumen Djuwarni AMd Pd menyampaikan bahwa HIV/AIDS merupakan masalah kesehatan dan masalah sosial, jika penanganannya tidak dilakukan dengan sungguh-sungguh, maka dampaknya secara nyata cepat atau lambat dapat menyentuh hampir semua aspek kehidupan. Sehingga pada akhirnya akan dapat mengancam upaya bangsa untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, Kabupaten Kebumen pun tidak terlepas dari permasalahan HIV/AIDS.

    Dari data yang ada, kasus HIV/AIDS mulai ditemukan di Kabupaten Kebumen pada tahun 2003 sebanyak 3 kasus. Dari tahun ke tahun terus bertambah secara signifikan. Kasus HIV/AIDS tertinggi pada tahun 2012 71 kasus, dan hingga Maret 2013 total ada 208 kasus.  

    Pencegahan, pengendalian, dan penanggulangan HIV/AIDS perlu dilakukan melalui langkah-langkah strategis. Dalam kaitan ini, Peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 20 tahun 2007 tentang Pedoman Umum Pembentukan Komisi Penanggulangan AIDS dan Pemberdayaan Masyarakat dalam rangka penanggulangan HIV dan AIDS di Daerah, utamanya pada pasal 15 ayat (1) menegaskan, bahwa penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten mengacu pada Strategi Nasional yang dijabarkan lebih lanjut dalam Peraturan Daerah.

    Menindaklanjuti hal itu, maka Pemerintah Kabupaten Kebumen menciptakan Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 2 Tahun 2013 tentang Penanggulangan HIV AIDS.Untuk memberikan perlindungan masyarakat dari resiko penularan HIV/AIDS, serta untuk memberikan pelayanan terhadap penderita HIV/AIDS.(admin/kebumenkab.go.id)


    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================

    Seminggu Ditinggalkan, Sampah Masih Berserakan

    Seminggu ditinggalkan, sampah masih berserakan di dalam Stadion Candradimuka Kebumen. (Foto: Rahmat)

    KEBUMEN (www.beritakebumen.info) -  Stadion Candradimuka Kebumen tak lagi sebagai tempat relokasi sementara Pasar Tumenggungan. Para pedagang sudah pindah ke bangunan baru Pasar Tumenggungan sejak 18 Juni 2013 lalu.

    Sayangnya, meski telah seminggu ditinggalkan pedagang lokasi stadion bak 'habis manis sepah dibuang.' Sampah-sampah bekas peninggalan para pedagang masih tampah berserakan. Tak hanya di luar, namun juga di dalam lapangan. Sebagian tampak menggunung di sudut-sudut stadion. Itulah pemandangan yang terlihat saat tim Berita Kebumen (BK) On Line mengunjungi tempat tersebut, Minggu (23/6/2013) siang. Tak ada petugas yang tampak saat itu, suasana sepi.

    Masyarakat, terutama kalangan pecinta sepak bola, berharap agar kondisi tersebut tidak dibiarkan berlarut. Mereka ingin agar stadion kebanggan Kebumen ini segera dibenahii agar dapat difungsikan sebagaimana mestinya.

    Para pendukung sepak bola Kebumen (Persak Kebumen) yang tergabung dalam Bumi Mania, sejak awal stadion digunakan sebagai tempat relokasi pasar telah melakukan protes dan sindiran kepada Pemkab Kebumen. Baik secara langsung maupun melalui akun jejaring sosial facebook dan twitter Bumi Mania terkait sarana dan kemajuan persepakbolaan Kebumen yang kian merosot. (bk01/mat)





    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================

    Rangkaian Kegiatan Jelang HUT Bhayangkara Polres Kebumen

    KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Jelang Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara / Polri ke-67 yang jatuh pada 1 Juli mendatang, Polres Kebumen melaksanakan berbagai kegiatan peringatan. Mulai dari kegiatan sosial, kesehatan, lingkungan, olahraga hingga perlombaan burung berkicau.

    Lomba Burung Berkicau Tingkat Nasional  Kapolres Cup I baru saja dilaksanakan  di halaman Kantor Kecamatan Pejagoan, Kebumen, Minggu (23/6/2013). Event ini kali pertama dilaksanakan agar korps Bhayangkara Polres Kebumen lebih dekat dengan masyarakat. Peserta berasal dari berbagai kota di Jawa Tengah hingga luar provinsi. BurungAnjangsana Murai Batu, Anis Merah, Anis Kembang, Pleci, Kacer, Cucak Ijo, Love Bird, Cucak jenggot/Kipas Tambak, Kenari, Ciblek, Glatik, Pentet dengan kualitas dan harga fantastis bertarung dalam lomba tersebut.

    Kegiatan lain yang dilaksanakan jajaran Polres Kebumen diantaranya lomba olah raga Tenis Meja, Tenis Lapangan, Volly Ball yang dimulai Selasa (11/6/2013) lalu. Diikuti oleh anggota intern Polres Kebumen dan Polsek jajaran Polres Kebumen.

    Kegiatan sosial diantaranya santunan kepada 50 anak yatim yang terdiri 30 anak laki laki dan 20 perempuan di TPQ Darussalam desa Tersobo, Kecamatan Prembun, oleh Polsek Prembun beberapa waktu lalu. Dilanjutkan anjangsana ke rumah Peltu Purn. satiman (77th) desa Tunggalroso, kecamatan Prembun yang menderita sakit selama 3 tahun.

    Bhayangkari Polres Kebumen diketuai oleh  Ny.Tati Heru Trisasono juga melaksanakan kegiatan serupa ke Pantia Asuhan Assalam Istiqomah di Jalan Raden Patah No.186 Pejagoan, Selasa (18/6/2013).  Anjangsana ke kediaman Purnawirawan Polri Arif Siswandi (60), alamat di jalan H.M. Sarbini, Kebumen yang sedang sakit Struk, dilanjutkan ke rumah Ibu Sony Prabowo Bhayangkari Polsek Karanggayam yang beralamat di Asrama Polsek karanganyar, Kebumen yang menderita struk.

    Di bidang kesehatan, dilaksanakan pelayanan KB gratis Rabu (19/6/2013). Kegiatan dipusatkan di Puskesmas Kebumen 3 Desa Kutosari, Kebumen juga di Kelurahan Tamanwinagun, Kebumen. Sedikitnya 134 masyarakat (akseptor) dari berbagai wilayah hadir dalam acara KB gratis ini, sebanyak 95 akseptor memasang jenis implan dan 39 aseptor memasang jenis IUD.

     Polres Kebumen juga melaksanakan Pelayanan Kesehatan gratis bagi masyarakat sejak tanggal 7 Juni 2013 sampai dengan tanggal 28 Juni 2013. 

    Donor darah dilaksanakan Kamis (20/6/2013) di Gedung Tri Brata Polres Kebumen. Dikuti oleh seluruh Personil Polres Kebumen dan Polsek Jajaran Polres Kebumen, dan anggota Kodim 0709 Kebumen.

    Kegiatan penghijauan lingkungan dengan menanam pohon dilaksanakan di wilayah Bantaran sungai Lukulo desa Panjer Kelurahan kebumen, Jum'at (21/6/2013). Diikuti oleh instansi Polri, TNI, unsur pemerintah daerah, Dinas Hutbun dan Pertanian, Mahasiswa dan Masyarakat.

    Bakti sosial dan lingkungan juga dilaksanakan di tempat ibadah, masjid, mushola dan pondok pesantren di hari yang sama. Kasubbag Dalgar AKP Suparno beserta anggota dan personil polsek Pejagoan melaksanakan kerjabakti di Musola Bairul Awwabin Desa Logede, Pejagoan, Kebumen.

    Kaur Bin Ops Sabhara Polres Kebumen Iptu Kusnadi memimpin kejabakti  di SMA plus Nurul Falah, Desa Jabres, Sruweng, Kebumen. Kerjabakti di Gereja Bethel Tabernakel Gombong dipimpin Kasat Pol Air AKP Sutarmo beserta anggota dan anggota Polsek Gombong.

    Kapolres Kebumen  AKBP Heru Trisasono, S.I.K., M.Si. melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Wasidi mengatakan  dengan kegiatan bakti sosial menjadikan polri lebih dekat dengan masyarakat, menjalin tali silahturahmi yang erat dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama. Dan Polres Kebumen sendiri melakukan kegiatan bakti sosial ini dilakukan secara rutin tiap beberapa bulan sekali, tidak saat memperingati HUT Bhayangkara saja. (bk01/mat/reskbm)

    DOKUMENTASI KEGIATAN DAPAT DILIHAT DI SINI

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================

    Lowongan Kerja SMK Daarul Maksum Kebumen

    LOWONGAN KERJA KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - SMK Daarul Maksum Kebumen membutuhkan tenaga pengajar dan administrasi/bendahara sekolah. Adapaun persyaratannya adalah sebagai berikut:

    A. Pengajar
    1. Produktif TKJ/Komputer
    2. Matematika
    3. Bahasa Inggris

    Dengan kualifikasi:
    • Pendidikan S1 sesuai kualifikasi bidang tersebut
    • Mau bekerja keras dan profesional
    • Berpengalaman di bidang organisasi
    • Berakhlaq baik dan tidak merokok
    • Siap bekerja dibawah tekanan
    • IPK minimal 3,00
    • Diutamakan yang belum mengajar di sekolah lain
    • Untuk no 1 menguasai jaringan komputer

    B. Bendahara Sekolah

    • Muslimah
    • Jujur
    • Lulusan SMA atau sederajat
    • Mau bekerja keras dan profesional
    • Berpengalaman di bidang organisasi
    • Berakhlaq baik dan tidak merokok
    • Siap bekerja dibawah tekanan
    Bagi yang berminat segera kirim lamaran ke:
    Kurikulum SMK Daarul Maksum
    Dukuh Pesantren RT03/03 Desa Pujodadi
    Kecamatan Bonorowo Kabupaten Kebumen
    Telp 087737893883

    NB: Lamaran diterima sampai ahir Juli 2013

    =======================================================
    ANDA PUNYA USAHA? BUTUH TENAGA KERJA?
    KIRIM INFORMASI LOWONGAN KERJA ANDA KE:

    beritakebumen@gmail.com

    Subjek = "LOWONGAN KERJA"

    =======================================================

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================

    Dokumentasi Kegiatan Polres Kebumen Jelang HUT Polri ke-67

    KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Berikut beberapa foto dokumentasi kegiatan Polres Kebumen Jelang Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara / Polri ke-67 yang jatuh pada 1 Juli mendatang. Mulai dari kegiatan sosial, kesehatan, lingkungan, olahraga hingga perlombaan burung berkicau dilaksanakan jajaran Polres Kebumen.

    Beritanya silahkan lihat di sini! - > Klik

    Anjangsana oleh Bhayangkari Polres Kebumen

    Anjangsana oleh Polsek Prembun

    Bhakti sosial bersih masjid, mushola, gereja dan pondok pesantren.

    Donor darah Polres Kebumen dan TNI

    Pelayanan KB gratis.

    Pelayanan kesehatan gratis

    Pelayanan Kesehatan gratis
    Lomba Kicau Burung Polres Cup I

    Santunan anak yatim

    Penghijauan - tanam pohon

    Penghijauan - tanam pohon

    Lomba tenis meja

    Sumber Foto: Polres Kebumen (www.polreskebumen.com)

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================

    210 Peserta Ikuti Lomba Foto

    KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Sebanyak 210 peserta mengikuti lomba foto bertema objek wisata Kabupaten Kebumen. Hasil foto berlatar lokasi wisata itu dikumpulkan dan dinilai di Studio Ratih Tv Kebumen, Minggu (23/6). Ratusan fotografer Kebumen memperebutkan aneka hadiah, di antaranya trofi dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kebumen, uang pembinaan dan tiket wisata ke Yogyakarta.

    Berdasarkan hasil penilaian dewan juri dipilih tiga juara dan tiga juara harapan. Yakni, juara 1 diraih oleh Nurul Huda warga Desa Krandegan, Kecamatan Puring, juara II diraih oleh Heru Miftakhudin warga Desa Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren dan juara III diraih oleh Wahyu Retno Widyastuti warga Karanggayam.

    Sementara itu, juara harapan 1 diraih oleh Leni Vianita warga Perum Griya Jember Lestari, Gulimir Cilacap, juara harapan II diraih oleh Rakhel Munggaran warga Desa Tambak Mulyo, Kecamatan Puring dan Andang Nurharto warga Bumirejo, Kebumen meraih juara harapan III.

    Ketua panitia, Heri Istiyantono dari Orange Project mengatakan, kegiatan itu diikuti oleh masyarakat umum dan setiap peserta berhak mengirimkan maksimal dua foto wisata Kebumen, seperti Pantai Suwuk, Goa Jatijajar, Jembangan dan Pantai Menganti.

    Untuk menilai foto-foto tersebut dihadirkan tiga juri dari Dewan Kesenian Daerah Kebumen, Dinas Periwisata dan Kebudayaan Kebumen dan unsur jurnalis media cetak. "Lomba foto itu untuk mengangkat potensi wisata Kebumen," katanya.

    Dia menjelaskan, tema wisata sengaja dipilih untuk mempromosikan wisata Kebumen melalui seni fotografi. Keragaman dan keindahan wisata tersebut sangat cocok untuk kegiatan pemburu foto. Sayangnya, peserta lomba belum memenuhi jumlah yang ditargetkan yakni 400 orang.

    "Penggemar foto di Kebumen sebenarnya cukup banyak," katanya.

    Salah satu juri, Arifianto dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kebumen mengatakan, beberapa kriteria yang menjadi dasar penilaian di antaranya keserasihan tema, unik, estetika dan pesan. Ratusan foto yang terkumpul memiliki kualitas bagus dengan sudut pandang yang beragam.

    "Juri cukup sulit melakukan penilaian. Semoga geliat seni fotografi Kebumen terus berkembang," akunya.  ( Rinto Hariyadi / CN31 / suaramerdeka)



    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================

    Ricuh, Satu Desa di Kebumen Gagal Gelar Pilkades

    KARANGSAMBUNG (www.beritakebumen.info) - Sebanyak 113 Desa di Kebumen secara serentak menggelar pemilihan kepala desa (Pilkades), Sabtu (22/6). Akan tetapi satu desa yakni Desa Wadasmalang, Kecamatan Karangsambung gagal melaksanakan Pilkades menyusul kericuhan yang terjadi di lokasi pemungutan suara.

    Kericuhan dipicu oleh kekecewaan warga terhadap pendataan pemilih yang dilakukan oleh panitia Pilkades. Seperti adanya warga yang sudah meninggal masih masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) dan banyak penduduk perantauan masih ikut terdaftar.

    Dengan kondisi itu, warga termasuk pendukung calon khawatir pemilih yang menggunakan hak suaranya tidak memenuhi kuorum 2/3 dari jumlah DPT.

    Sempat terjadi kericuhan antara warga dan panitia Pilkades. Warga yang kecewa meluapkan emosi dengan merobohkan tenda tempat pemungutan suara.

    Melihat kondisi itu, disepakati oleh pemerintah desa, kecamatan dan tim kabupaten, Pilkades ditunda pelaksanannya hingga 7 Juli mendatang.

    Tampak memantau pelaksanaan Pilkades Wakil Bupati Kebumen, Djuwarni AMd Pd, Asisten Sekda Bidang Pemerintahan Drs Frans Haidar MPA, dan Kabag Tata Pemerintahan Setda Kebumen, Subagyo SSos MM.

    Data di Bagian Tata Pemerintahan Setda Kebumen, Pilkades di Desa Wadasmalang diikuti oleh dua calon yakni kades incumbent Eko Agus Riyadi dan Dwi Apriyani.

    Adapun DPT berjumlah 3.724 pemilih yang terdiri atas 1.754 pemilih laki-laki dan 1.970 pemilih perempuan. Bersamaan dengan itu di Kecamatan Karangsambung berlangsung Pilkades di empat desa yakni Desa Kalisana, Plumbon, Kedungwaru, dan Seling.

    Sekretaris Daerah Kebumen H Adi Pandoyo SH MSi, secara umum pelaksanaan Pilkades tahap II yang berlangsung lancar meski ada satu desa ditunda. Selain Desa Wadasmalang Pilkades terlaksana di 112 desa.

    "Untuk Pilkades Desa Wadasmalang mendatang, calon kades masih sama, hanya saja DPT akan disesuaikan dengan kondisi terkini," ujar Adi Pandoyo kepada Suara Merdeka di sela-sela memantau Pilkades. (suaramerdeka)

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================

    Terbukti Muwur, Kades Bisa Diberhentikan

    KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Proses Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Kebumen yang digelar menjadi empat tahap rawan terjadi kecurangan. Hampir disemua desa yang menggelar pesta demokrasi tingkat desa itu, calon kepala desa yang akan maju memperebutkan kursi Kades disinyalir melakukan “money politik” atau lebih dikenal dengan nama “Muwur”. Praktek muwur ini seakan menjadi lazim dilakukan oleh calon Kades untuk mendulang suara pemilih. Tragisnya, rata-rata pemegang hak suara justru seolah “menjual diri” dengan berbagai alasan.

    Menanggapi hal itu, Pemkab Kebumen mempersilahkan masyarakat melaporkan kepada bupati jika ada yang keberatan atas hasil Pilkades di Kabupaten Kebumen. Pemkab terbuka menerima laporan dari masyarakat untuk selanjutnya diproses sesuai dengan aturan yang berlaku. Jika calon Kades terbukti “muwur” dan ada penguatan dari saksi-saksi, meski sudah terpilih kades tersebut bisa dibatalkan kemenangannya.

    Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Kebumen, Subagyo SSos MM menyatakan, jika ada masyarakat yang menemukan kecurangan dalam proses Pilkades bisa mengadukan ke bupati disertai dengan bukti-bukti. Selanjutnya, bupati akan menerjunkan Penyidik PNS dan Satpol PP untuk mendalami laporan dari masyarakat.
    “Jika memang terbukti melakukan muwur dan ada saksi, kita proses sampai ke pengadilan. Nanti keputusannya di pengadilan,” terang Subagyo ditemui di ruang kerjanya, Jumat (21/6). Subagyo juga menegaskan, proses keberatan itu tidak akan mengganggu tahapan-tahapan Pilkades yang telah ditentukan.

    Sementara itu, Pilkades tahap kedua di Kabupaten Kebumen akan dilakukan serentak hari ini, Sabtu (22/6). Sebanyak 113 desa dari 26 Kecamatan akan memilih pemimpin mereka untuk masa jabatan enam tahun kedepan. Seharusnya, Pilkades tahap kedua diikuti oleh 116 desa.

    Namun, tiga desa tidak bisa menggelar Pilkades besok lantaran Calon Kades kurang dari dua. Sedangkan persyaratan Pilkades harus diikuti oleh minimal dua calon. Sehingga tiga desa itu terpaksa ditunda hingga satu bulan kedepan. Ketiga desa tersebut yakni Desa Rahayu Kecamatan Padureso, Penusupan Kecamatan Sruweng dan Sidoharjo Kecamatan Puring.

    Subagyo mengatakan, pihaknya mengantisipasi partisipasi pemilih kurang dari 2/3 sehingga tak memenuhi kuorum seperti yang terjadi di Desa Gemeksekti Kecamatan Kebumen pada Pilkades tahap pertama, 17 Juni lalu. Menurut Subagyo, daerah yang dikhawatirkan terjadi tak memenuhi kuorum yakni di daerah bagian utara seperti di Kecamatan Karanggayam. Pasalnya di daerah tersebut, sebagian warganya bekerja diluar daerah.

    “Kita sudah komunikasikan dengan Panitia dan warga disana, kita himbau mereka untuk menggunakan hak pilihnya besok,” kata Subagyo.

    Dia juga meminta calon Kades ikut membantu panitia Pilkades untuk mengajak warga menggunakan hak pilihnya. “Seperti calon Kades yang menyediakan angkutan untuk mengangkut warga ke TPS itu tujuan utamanya agar pemilih yang menggunakan hak suaranya memenuhi kuorum,” jelasnya.

    Sedangkan Pilkades tahap ketiga akan digelar serentak pada 29 Juni mendatang dan tahap keempat digelar pada 11 November 2013 mendatang. (ori/radarbanyumas)

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================

    Harga BBM Naik, Nelayan Menjerit

    AYAH (www.beritakebumen.info) - Rukun Nelayan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pasir Kecamatan Ayah menyatakan rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan berimbas terhadap pengeluaran nelayan dan jumlah pasokan ikan ke pasar. Pasalnya, porsi terbesar dari pengeluaran nelayan adalah ongkos pembelian BBM kapal untuk melaut.

    Kenaikan harga akan memberatkan nelayan karena seringkali hasil tangkapan di laut tidak bisa menutup biaya pembelian bensin sebagai bahan bakar perahu.

    Sekretaris Rukun Nelayan TPI Pasir, Sarno (43) mengungkapkan, adanya rencana kenaikan harga BBM membuat nelayan di wilayahnya merasa kebingungan. Dengan harga bensin saat ini Rp 4.500 per liter saja seringkali para nelayan merugi saat melaut. Terlebih harga bensin di TPI Pasir dijual diatas harga normal, yakni Rp 6.000 per liternya.
    Menurutnya, dengan perahu jungkung, biaya operasional untuk membeli bensin dan bekal melaut selama setengah hari baru bisa impas bila mendapat hasil Rp 300 ribu. Namun seringkali hasil yang didapat kurang dari itu, terutama untuk masa-masa paceklik seperti saat ini, sehingga para nelayan merugi.

    “Adanya rencana kenaikan harga BBM kami warga masyarakat kecil, khususnya nelayan imbasnya luar biasa. tidak habis pikir mengapa nasib kami yang pendapatannya paling kecil masih harus dibebani lagi,” kata Sarno, Kamis (20/6).
    Sarno mengungkapkan, saat ini kondisi nelayan di Pantai Pasir memasuki musim paceklik sejak April lalu. Biasanya musim paceklik akan berakhir pada awal Agustus. Dia menyayangkan dengan keputusan pemerintah pusat yang akan segera menaikan harga BBM bersubsidi, sehingga akan lebih membuat nelayan menderita.

    “Kami sudah tiga bulan tidak melaut karena faktor musim paceklik. Nggak ada ikan, kami sudah kesusahan karena tidak ada pemasukan. Ditambah lagi bensin mau naik, ini sudah pasti memberatkan kami,” keluhnya.
    Sarno menambahkan, untuk sekali melaut nelayan sedikitnya membutuhkan BBM antara 20-30 liter. Sedangkan biaya untuk operasional sekali melaut antara Rp 250 ribu – Rp 300 ribu, itu sudah termasuk biaya makan dan “Tagog”, pekerja yang membantu mengangkut perahu kedaratan.

    “Walaupun bensinnya naik, harga ikan tidak serta merta ikut naik. Harga ikan itu tergantung pada pasar, kalau lagi ramai harganya ya naik. Tapi kalau lagi sepi yang murah,” beber pria yang menjabat Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Karangbolong, Kecamatan Buayan ini.
    Pada musim paceklik seperti saat ini, dia bersama 800 nelayan di TPI Pasir beralih profesi. Dia mengatakan, ada nelayan yang beralih profesi menjadi penderes, kerja bangunan, sebagian lagi ada yeng merantau ke luar daerah. Setelah musim paceklik usai, mereka pun kembali melaut.

    Bahkan tak sedikit nelayan yang terpaksa berhutang untuk biaya sehari-hari. Bagi nelayan yang rajin menabung saat musim ikan, mereka banyak yang menjual barang-barang berharharga. Seperti emas. “Kalau lagi musim paceklik ya begini ini,” imbuhnya.
    Padahal, kata dia, saat musim ikan TPI Pasir dalam sebulan nilai transaksinya mencapai rata-rata Rp 2 milyar. Sejak musim paceklik, pada Mei lalu nilai transaksinya baru mencapai Rp 500 juta. “Bulan Juni ini ya baru sekitar Rp 50 juta,” katanya.
    Sarno berharap, Pemkab Kebumen memberi perhatian kelangsungan hidup masyarakat nelayan. Dia mengungkapkan, saat ini saja harga bensin eceran di wilayahnya sudah naik menjadi Rp 7.000 per liter padahal rencana kenaikan BBM baru akan diberlakukan pemerintah minggu depan. (ori/radarbanyumas)


    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================
     
    Berita Kebumen : Tentang | Redaksi | Donatur | Iklan | TOS | Faq | Kontak
    Copyright © 2009-2013. Berita Kebumen On Line - All Rights Reserved
    Edited by BK Team Published by Berita Kebumen On Line
    Supported by Google