Arus Mudik

Kriminal

Ekonomi

Politik

SENI BUDAYA

/ / Asyik Narsis, Wisatawan Tenggelam di Pantai Menganti

Bermain di atas karang pantai menganti. (ilustrasi/foto:yogi permana)
AYAH (www.beritakebumen.info) - Tingginya gelombang pantai selatan tidak hanya menampakkan pesona keindahan. Terjangan ombak juga menyimpan bahaya yang mengerikan. Tak terhitung sudah berapa jumlah orang yang menjadi korban ganasnya gelombang laut selatan.

Terakhir, seorang wisatawan hilang setelah terseret gelombang Pantai Menganti, di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kebumen, Minggu (12/5) sekitar pukul 09.40 WIB. Korban bernama Triyono (23) warga Desa Kaliori RT 04 RW 07 Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas. Korban terseret gelombang saat sedang asyik narsis foto-foto di pinggir pantai.

Hingga pukul 13.13 WIB jasad korban masih belum ditemukan. Tim SAR Lawet Perkasa melakukan pemantauan melalui darat, mengingat gelombang di lautan cukup besar. "Kami berkoordinasi dengan para nelayan yang masih berada di laut. Jika mereka menemukan untuk segera melaporkan," ujar Komandan SAR Lawet Perkasa Bedjo Priyono.

Musibah tersebut bermula saat korban bersama tiga temannya yakni Fadli (17), Widi (18), dan Arif (18) ketiganya warga Desa Kaliori, Kalibagor, Banyumas datang ke Pantai Menganti. Setelah itu mereka menuju ke sebelah selatan tower di Tanjung Karangbata. Saat asyik narsis sembari foto-foto di batu karang, ombak besar menerjang sehingga menyeret korban.

"Kami sudah tidak henti-hentinya mengingatkan kepada para wisatawan untuk berhati-hati. Tetapi saat melihat pemandangan yang indah, mereka sering lupa jika lokasi ini menyimpan bahaya," imbuh Bedjo Priyono menyebutkan pihaknya sudah mengabari pihak keluarga korban.

Menurut dia, ombak di pantai selatan cukup tinggi sejak seminggu terakhir. Hal itu mengakibatkan nelayan khususnya di Kecamatan Ayah hanya sedikit yang melaut. "Nelayan yang melaut sekitar 5-10 persen saja. Sisanya lebih memilih libur," tandasnya.

( Supriyanto / CN19 / JBSM /suaramerdeka)

=============================================================
KOMENTAR PEMBACA | KOMENTAR FACEBOOKER


=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | TWITTER |

BERITA KECAMATAN AYAH LAINNYA:

«
Next

Newer Post

»
Previous

Older Post

About Berita Kebumen Beriman

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

Asyik Narsis, Wisatawan Tenggelam di Pantai Menganti

Bermain di atas karang pantai menganti. (ilustrasi/foto:yogi permana)
AYAH (www.beritakebumen.info) - Tingginya gelombang pantai selatan tidak hanya menampakkan pesona keindahan. Terjangan ombak juga menyimpan bahaya yang mengerikan. Tak terhitung sudah berapa jumlah orang yang menjadi korban ganasnya gelombang laut selatan.

Terakhir, seorang wisatawan hilang setelah terseret gelombang Pantai Menganti, di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kebumen, Minggu (12/5) sekitar pukul 09.40 WIB. Korban bernama Triyono (23) warga Desa Kaliori RT 04 RW 07 Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas. Korban terseret gelombang saat sedang asyik narsis foto-foto di pinggir pantai.

Hingga pukul 13.13 WIB jasad korban masih belum ditemukan. Tim SAR Lawet Perkasa melakukan pemantauan melalui darat, mengingat gelombang di lautan cukup besar. "Kami berkoordinasi dengan para nelayan yang masih berada di laut. Jika mereka menemukan untuk segera melaporkan," ujar Komandan SAR Lawet Perkasa Bedjo Priyono.

Musibah tersebut bermula saat korban bersama tiga temannya yakni Fadli (17), Widi (18), dan Arif (18) ketiganya warga Desa Kaliori, Kalibagor, Banyumas datang ke Pantai Menganti. Setelah itu mereka menuju ke sebelah selatan tower di Tanjung Karangbata. Saat asyik narsis sembari foto-foto di batu karang, ombak besar menerjang sehingga menyeret korban.

"Kami sudah tidak henti-hentinya mengingatkan kepada para wisatawan untuk berhati-hati. Tetapi saat melihat pemandangan yang indah, mereka sering lupa jika lokasi ini menyimpan bahaya," imbuh Bedjo Priyono menyebutkan pihaknya sudah mengabari pihak keluarga korban.

Menurut dia, ombak di pantai selatan cukup tinggi sejak seminggu terakhir. Hal itu mengakibatkan nelayan khususnya di Kecamatan Ayah hanya sedikit yang melaut. "Nelayan yang melaut sekitar 5-10 persen saja. Sisanya lebih memilih libur," tandasnya.

( Supriyanto / CN19 / JBSM /suaramerdeka)

=============================================================
KOMENTAR PEMBACA | KOMENTAR FACEBOOKER


=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | TWITTER |

BERITA KECAMATAN AYAH LAINNYA:

You Might Also Like

0 comments

galery