Arus Mudik

Kriminal

Ekonomi

Politik

SENI BUDAYA

/ / / / Kembangkan Kerajinan Kaligrafi Kuningan

ilustrasi. (kuasperak)
KUTOWINANGUN (www.beritakebumen.info) - Tidak banyak yang tahu bahwa Kabupaten Kebumen memiliki produk kerajinan dari bahan kuningan. Adalah Muh Hasan (34) salah satu perajin asal Desa Babadari, Kecamatan Kutowinangun tengah mengembangkan kerajinan berbahan kuningan.

Produk kerajinan hasil karya perajin satu ini ialah berupa kaligrafi dan tokoh pewayangan. Semuanya menggunakan bahan dasar kuningan.

Sudah tiga tahun ini, dia menggeluti usaha secara mandiri setelah sebelumnya bekerja di sentra kerajinan milik Pujiono Cahyo Widianto alias Syekh Puji di Desa Bedono, Jambu, Semarang.

"Keahlian ini saya pelajari secara otodidak, terutama saat kerja di Syech Puji," ujar Muh Hasan kepada Suara Merdeka, belum lama ini.

Berbagai model kaligrafi dari kuningan dibuatnya. Seperti kaligrafi berbentuk pintu jendela dengan ukuran 60x40 meter. Kerajinan yang diselenggarakan dalam waktu sekitar seminggu itu dia banderol dengan harga Rp 700.000-Rp 900.000.

Selain membuat kerajinan kuningan. Hasan juga menghasilkan kerajinan seni prodo. Konsep dasar seni prodo seperti membatik, namun kata dia, dengan media dan tujuan yang berbeda.

Prodo yang berarti emas ialah seni mempercantik kain batik yang akan digunakan oleh pengantin adat Jawa khususnya dengan mengubah atau menambah gambar dari batik, yang semula bisa menjadi warna emas.

Seni Prodo

Awalnya seni prodo hanya menghasilkan warna emas atau perak pada kain batik. Namun dalam perkembangannya, prodo dikembangkan menjadi bermacam-macam warna sesuai permintaan pelanggannya sekaligus mengaplikasikannya ke berbagai kerajinan baik kain, kuningan, kayu dan besi.

Salah satu karya Hasan adalah kaligrafi Surat Yasin yang ditulis menggunakan seni prodo dengan ukuran 220x120 cm. Karya tersebut dibanderol dengan harga Rp 5 juta. "Memang harus terus berkreasi agar kerajinan yang dihasilkan tidak monoton," tandasnya.

Untuk mengembangkan kerajinan tersebut, dia berkolaborasi dengan seorang perajin bingkai asal Purworejo bernama Slamet Riyadi. Jika hasan yang membuat isinya, Slamet mendesain bingkainya agar sesuai dengan konsep yang diinginkan.

Selain itu, sejumlah kerajinan yang mereka hasilkan dipamerkan di Galeri Kawijaya milik Slamet. Galeri yang berda di Jalan Gajahmada Nomor 307, Besole, Kecamatan Bayan, Purworejo itu dipajang berbagai produk seni. "Kami juga menyediakan pigura dan beraneka lukisan baik realis, naturalis, surealis, dekoratif, kontemporer, abstrak, dengan bahan dan model yang berbeda," ujar Slamet Riyadi. (Supriyanto-86)

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

«
Next

Newer Post

»
Previous

Older Post

About Berita Kebumen Beriman

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

No comments :

Leave a Reply

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

Kembangkan Kerajinan Kaligrafi Kuningan

ilustrasi. (kuasperak)
KUTOWINANGUN (www.beritakebumen.info) - Tidak banyak yang tahu bahwa Kabupaten Kebumen memiliki produk kerajinan dari bahan kuningan. Adalah Muh Hasan (34) salah satu perajin asal Desa Babadari, Kecamatan Kutowinangun tengah mengembangkan kerajinan berbahan kuningan.

Produk kerajinan hasil karya perajin satu ini ialah berupa kaligrafi dan tokoh pewayangan. Semuanya menggunakan bahan dasar kuningan.

Sudah tiga tahun ini, dia menggeluti usaha secara mandiri setelah sebelumnya bekerja di sentra kerajinan milik Pujiono Cahyo Widianto alias Syekh Puji di Desa Bedono, Jambu, Semarang.

"Keahlian ini saya pelajari secara otodidak, terutama saat kerja di Syech Puji," ujar Muh Hasan kepada Suara Merdeka, belum lama ini.

Berbagai model kaligrafi dari kuningan dibuatnya. Seperti kaligrafi berbentuk pintu jendela dengan ukuran 60x40 meter. Kerajinan yang diselenggarakan dalam waktu sekitar seminggu itu dia banderol dengan harga Rp 700.000-Rp 900.000.

Selain membuat kerajinan kuningan. Hasan juga menghasilkan kerajinan seni prodo. Konsep dasar seni prodo seperti membatik, namun kata dia, dengan media dan tujuan yang berbeda.

Prodo yang berarti emas ialah seni mempercantik kain batik yang akan digunakan oleh pengantin adat Jawa khususnya dengan mengubah atau menambah gambar dari batik, yang semula bisa menjadi warna emas.

Seni Prodo

Awalnya seni prodo hanya menghasilkan warna emas atau perak pada kain batik. Namun dalam perkembangannya, prodo dikembangkan menjadi bermacam-macam warna sesuai permintaan pelanggannya sekaligus mengaplikasikannya ke berbagai kerajinan baik kain, kuningan, kayu dan besi.

Salah satu karya Hasan adalah kaligrafi Surat Yasin yang ditulis menggunakan seni prodo dengan ukuran 220x120 cm. Karya tersebut dibanderol dengan harga Rp 5 juta. "Memang harus terus berkreasi agar kerajinan yang dihasilkan tidak monoton," tandasnya.

Untuk mengembangkan kerajinan tersebut, dia berkolaborasi dengan seorang perajin bingkai asal Purworejo bernama Slamet Riyadi. Jika hasan yang membuat isinya, Slamet mendesain bingkainya agar sesuai dengan konsep yang diinginkan.

Selain itu, sejumlah kerajinan yang mereka hasilkan dipamerkan di Galeri Kawijaya milik Slamet. Galeri yang berda di Jalan Gajahmada Nomor 307, Besole, Kecamatan Bayan, Purworejo itu dipajang berbagai produk seni. "Kami juga menyediakan pigura dan beraneka lukisan baik realis, naturalis, surealis, dekoratif, kontemporer, abstrak, dengan bahan dan model yang berbeda," ujar Slamet Riyadi. (Supriyanto-86)

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

You Might Also Like

0 comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

galery