Headlines News :

    Layanan Aspirasi dan Pengaduan Rakyat

    Layanan Aspirasi dan Pengaduan Rakyat
    Terdapat permasalahan pembangunan dan layanan publik di sekitar anda? Adukan semuanya di LAPOR! ========================================

    Galamanda Digital Printing


    Bocah Tewas Terseret Arus Sungai


    KEBUMEN- Keasyikan sejumlah anak SD yang tengah mandi di sungai mendadak berubah kepanikan, saat salah satu dari mereka terseret arus. Dika Galih Pradika (6), bocah yang terseret arus Sungai Karanganyar di Desa Pekuwon RT 1 RW 1, Kecamatan Adimulyo, Kebumen tersebut tidak bisa diselamatkan.

    Korban ditemukan tewas di sebelah utara Jembatan Mertan, Desa Tarulan RT 2 RW 2, Kecamatan Adimulyo. Sehari kemudian, Selasa (27/12) sore lalu di tempat berbeda, terdapat pria bertato yang tewas terseret ombak Pantai Petanahan, di Desa Karanggadung, Kecamatan Petanahan, Kebumen.

    Belakangan, korban yang memiliki tinggi 166 cm berambut hitam dan bertato gambar garuda pada pipi kanan atas serta bertuliskan Winarti itu diketahu bernama Purwanto (43), warga Desa Wanasari, Kecamatan Kebumen.

    Kapolres AKBP Heru Trisasono melalui Kasubag Humas Polres Kebumen AKP Junani Jumantoro mengemukakan, bocah yang terseret arus sungai Karanganyar itu pada awalnya mandi bersama teman-temannya. Pada saat itu arus sungai cukup deras. Namun, anak Sadiharjo (43) yang tidak bisa berenang itu nekat mandi bersama teman-temannya.

    Tidak lama, keasyikan anak-anak itu mendadak berubah kepanikan. Dika Galih Pradika yang bergabung dengan teman-temannya itu terseret arus sungai. Korban ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa lagi. "Kami mengimbau kepada orang tua untuk mengawasi anaknya," tutur Junani.(K5-84|suaramerdeka)

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

    Kecamatan & Desa di Kabupaten Kebumen

    1. Kecamatan Adimulyo

    Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Adimulyo :
    - Kelurahan/Desa Adikarto (Kodepos : 54363)
    - Kelurahan/Desa Adiluhur (Kodepos : 54363)
    - Kelurahan/Desa Adimulyo (Kodepos : 54363)
    - Kelurahan/Desa Arjomulyo (Kodepos : 54363)
    - Kelurahan/Desa Arjosari (Kodepos : 54363)
    - Kelurahan/Desa Banyuroto (Kodepos : 54363)
    - Kelurahan/Desa Bonjok (Kodepos : 54363)
    - Kelurahan/Desa Candi Wulan (Kodepos : 54363)
    - Kelurahan/Desa Caruban (Kodepos : 54363)
    - Kelurahan/Desa Joho (Kodepos : 54363)
    - Kelurahan/Desa Kemujan (Kodepos : 54363)
    - Kelurahan/Desa Mangunharjo (Kodepos : 54363)
    - Kelurahan/Desa Meles (Kodepos : 54363)
    - Kelurahan/Desa Pekuwon (Kodepos : 54363)
    - Kelurahan/Desa Sekarteja (Kodepos : 54363)
    - Kelurahan/Desa Sidamukti (Kodepos : 54363)
    - Kelurahan/Desa Sidamulyo (Kodepos : 54363)
    - Kelurahan/Desa Sugihwaras (Kodepos : 54363)
    - Kelurahan/Desa Tambakharjo (Kodepos : 54363)
    - Kelurahan/Desa Tegalsari (Kodepos : 54363)
    - Kelurahan/Desa Temanggal (Kodepos : 54363)
    - Kelurahan/Desa Tepakyang (Kodepos : 54363)
    - Kelurahan/Desa Wajasari (Kodepos : 54363)

    2. Kecamatan Alian / Aliyan

    Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Alian :
    - Kelurahan/Desa Bojongsari (Kodepos : 54352)
    - Kelurahan/Desa Jatimulyo (Kodepos : 54352)
    - Kelurahan/Desa Kalijaya (Kodepos : 54352)
    - Kelurahan/Desa Kaliputih (Kodepos : 54352)
    - Kelurahan/Desa Kalirancang (Kodepos : 54352)
    - Kelurahan/Desa Kambangsari (Kodepos : 54352)
    - Kelurahan/Desa Karangkembang (Kodepos : 54352)
    - Kelurahan/Desa Karangtanjung (Kodepos : 54352)
    - Kelurahan/Desa Kemangguhan (Kodepos : 54352)
    - Kelurahan/Desa Krakal (Kodepos : 54352)
    - Kelurahan/Desa Sawangan (Kodepos : 54352)
    - Kelurahan/Desa Seliling (Kodepos : 54352)
    - Kelurahan/Desa Surotrunan (Kodepos : 54352)
    - Kelurahan/Desa Tanuharjo (Kodepos : 54352)
    - Kelurahan/Desa Tlogowulung (Kodepos : 54352)
    - Kelurahan/Desa Wonokromo (Kodepos : 54352)

    3. Kecamatan Ambal

    Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Ambal :
    - Kelurahan/Desa Ambalkebrek (Kodepos : 54392)
    - Kelurahan/Desa Ambalkliwonan (Kodepos : 54392)
    - Kelurahan/Desa Ambalresmi (Kodepos : 54392)
    - Kelurahan/Desa Ambarwinangun (Kodepos : 54392)
    - Kelurahan/Desa Banjarsari (Kodepos : 54392)
    - Kelurahan/Desa Benerkulon (Kodepos : 54392)
    - Kelurahan/Desa Benerwetan (Kodepos : 54392)
    - Kelurahan/Desa Blengorkulon (Kodepos : 54392)
    - Kelurahan/Desa Blengorwetan (Kodepos : 54392)
    - Kelurahan/Desa Dukuhrejasari (Kodepos : 54392)
    - Kelurahan/Desa Entak (Kodepos : 54392)
    - Kelurahan/Desa Gondanglegi (Kodepos : 54392)
    - Kelurahan/Desa Kaibon (Kodepos : 54392)
    - Kelurahan/Desa Kaibonpetangkuran (Kodepos : 54392)
    - Kelurahan/Desa Kembangsawit (Kodepos : 54392)
    - Kelurahan/Desa Kenayajayan (Kodepos : 54392)
    - Kelurahan/Desa Kradenan (Kodepos : 54392)
    - Kelurahan/Desa Lajer (Kodepos : 54392)
    - Kelurahan/Desa Pagedangan (Kodepos : 54392)
    - Kelurahan/Desa Pasarsenen (Kodepos : 54392)
    - Kelurahan/Desa Peneket (Kodepos : 54392)
    - Kelurahan/Desa Plempukankembaran (Kodepos : 54392)
    - Kelurahan/Desa Prasutan (Kodepos : 54392)
    - Kelurahan/Desa Pucangan (Kodepos : 54392)
    - Kelurahan/Desa Sidareja (Kodepos : 54392)
    - Kelurahan/Desa Sidoluhur (Kodepos : 54392)
    - Kelurahan/Desa Sidomukti (Kodepos : 54392)
    - Kelurahan/Desa Sidomulyo (Kodepos : 54392)
    - Kelurahan/Desa Singosari (Kodepos : 54392)
    - Kelurahan/Desa Sinungreja (Kodepos : 54392)
    - Kelurahan/Desa Sumberjati (Kodepos : 54392)
    - Kelurahan/Desa Surobayan (Kodepos : 54392)

    4. Kecamatan Ayah

    Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Ayah :
    - Kelurahan/Desa Argopeni (Kodepos : 54473)
    - Kelurahan/Desa Argosari (Kodepos : 54473)
    - Kelurahan/Desa Ayah (Kodepos : 54473)
    - Kelurahan/Desa Banjararjo (Kodepos : 54473)
    - Kelurahan/Desa Bulurejo (Kodepos : 54473)
    - Kelurahan/Desa Candirenggo (Kodepos : 54473)
    - Kelurahan/Desa Demangsari (Kodepos : 54473)
    - Kelurahan/Desa Jatijajar (Kodepos : 54473)
    - Kelurahan/Desa Jintung (Kodepos : 54473)
    - Kelurahan/Desa Kalibangkang (Kodepos : 54473)
    - Kelurahan/Desa Kalipoh (Kodepos : 54473)
    - Kelurahan/Desa Karangduwur (Kodepos : 54473)
    - Kelurahan/Desa Kedungweru (Kodepos : 54473)
    - Kelurahan/Desa Mangunweni (Kodepos : 54473)
    - Kelurahan/Desa Pasir (Kodepos : 54473)
    - Kelurahan/Desa Srati (Kodepos : 54473)
    - Kelurahan/Desa Tlogosari (Kodepos : 54473)
    - Kelurahan/Desa Watukelir (Kodepos : 54473)

    5. Kecamatan Bonorowo

    Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Bonorowo :
    - Kelurahan/Desa Balorejo (Kodepos : 54395)
    - Kelurahan/Desa Bonjokkidul (Kodepos : 54395)
    - Kelurahan/Desa Bonjoklor (Kodepos : 54395)
    - Kelurahan/Desa Bonorowo (Kodepos : 54395)
    - Kelurahan/Desa Mrentul (Kodepos : 54395)
    - Kelurahan/Desa Ngasinan (Kodepos : 54395)
    - Kelurahan/Desa Patukrejo (Kodepos : 54395)
    - Kelurahan/Desa Pujodadi (Kodepos : 54395)
    - Kelurahan/Desa Rowosari (Kodepos : 54395)
    - Kelurahan/Desa Sirnoboyo (Kodepos : 54395)
    - Kelurahan/Desa Tlogorejo (Kodepos : 54395)

    6. Kecamatan Buayan

    Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Buayan :
    - Kelurahan/Desa Adiwarno (Kodepos : 54474)
    - Kelurahan/Desa Banyumudal (Kodepos : 54474)
    - Kelurahan/Desa Buayan (Kodepos : 54474)
    - Kelurahan/Desa Geblug (Kodepos : 54474)
    - Kelurahan/Desa Jatiroto (Kodepos : 54474)
    - Kelurahan/Desa Jladri (Kodepos : 54474)
    - Kelurahan/Desa Jogomulyo (Kodepos : 54474)
    - Kelurahan/Desa Karangbolong (Kodepos : 54474)
    - Kelurahan/Desa Karangsari (Kodepos : 54474)
    - Kelurahan/Desa Mergosono (Kodepos : 54474)
    - Kelurahan/Desa Nogoraji (Kodepos : 54474)
    - Kelurahan/Desa Pakuran (Kodepos : 54474)
    - Kelurahan/Desa Purbowangi (Kodepos : 54474)
    - Kelurahan/Desa Rangkah (Kodepos : 54474)
    - Kelurahan/Desa Rogodadi (Kodepos : 54474)
    - Kelurahan/Desa Rogodono (Kodepos : 54474)
    - Kelurahan/Desa Semampir (Kodepos : 54474)
    - Kelurahan/Desa Sikayu (Kodepos : 54474)
    - Kelurahan/Desa Tugu (Kodepos : 54474)
    - Kelurahan/Desa Wonodadi (Kodepos : 54474)

    7. Kecamatan Buluspesantren

    Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Buluspesantren :
    - Kelurahan/Desa Ambalkumolo (Kodepos : 54391)
    - Kelurahan/Desa Ampih (Kodepos : 54391)
    - Kelurahan/Desa Arjowinangun (Kodepos : 54391)
    - Kelurahan/Desa Ayamputih (Kodepos : 54391)
    - Kelurahan/Desa Banjurmukadan (Kodepos : 54391)
    - Kelurahan/Desa Banjurpasar (Kodepos : 54391)
    - Kelurahan/Desa Bocor (Kodepos : 54391)
    - Kelurahan/Desa Brecong (Kodepos : 54391)
    - Kelurahan/Desa Buluspesantren (Kodepos : 54391)
    - Kelurahan/Desa Indrosari (Kodepos : 54391)
    - Kelurahan/Desa Jogopaten (Kodepos : 54391)
    - Kelurahan/Desa Kloposawit (Kodepos : 54391)
    - Kelurahan/Desa Maduretno (Kodepos : 54391)
    - Kelurahan/Desa Rantewringin (Kodepos : 54391)
    - Kelurahan/Desa Sangubanyu (Kodepos : 54391)
    - Kelurahan/Desa Setrojenar (Kodepos : 54391)
    - Kelurahan/Desa Sidomoro (Kodepos : 54391)
    - Kelurahan/Desa Tambakrejo (Kodepos : 54391)
    - Kelurahan/Desa Tanjungrejo (Kodepos : 54391)
    - Kelurahan/Desa Tanjungsari (Kodepos : 54391)
    - Kelurahan/Desa Waluyo (Kodepos : 54391)

    8. Kecamatan Gombong

    Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Gombong :
    - Kelurahan/Desa Gombong (Kodepos : 54411)
    - Kelurahan/Desa Wonokriyo (Kodepos : 54412)
    - Kelurahan/Desa Semondo (Kodepos : 54413)
    - Kelurahan/Desa Semanding (Kodepos : 54414)
    - Kelurahan/Desa Banjarsari (Kodepos : 54416)
    - Kelurahan/Desa Kalitengah (Kodepos : 54416)
    - Kelurahan/Desa Kedungpuji (Kodepos : 54416)
    - Kelurahan/Desa Kemukus (Kodepos : 54416)
    - Kelurahan/Desa Klopogodo (Kodepos : 54416)
    - Kelurahan/Desa Panjangsari (Kodepos : 54416)
    - Kelurahan/Desa Patemon (Kodepos : 54416)
    - Kelurahan/Desa Sidayu (Kodepos : 54416)
    - Kelurahan/Desa Wero (Kodepos : 54416)
    - Kelurahan/Desa Wonosigro (Kodepos : 54416)

    9. Kecamatan Karanganyar

    Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Karanganyar :
    - Kelurahan/Desa Candi (Kodepos : 54364)
    - Kelurahan/Desa Giripurno (Kodepos : 54364)
    - Kelurahan/Desa Grenggeng (Kodepos : 54364)
    - Kelurahan/Desa Jatiluhur (Kodepos : 54364)
    - Kelurahan/Desa Karanganyar (Kodepos : 54364)
    - Kelurahan/Desa Karangkemiri (Kodepos : 54364)
    - Kelurahan/Desa Panjatan (Kodepos : 54364)
    - Kelurahan/Desa Plarangan (Kodepos : 54364)
    - Kelurahan/Desa Pohkumbang (Kodepos : 54364)
    - Kelurahan/Desa Sidomulyo (Kodepos : 54364)
    - Kelurahan/Desa Wonorejo (Kodepos : 54364)

    10. Kecamatan Karanggayam

    Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Karanggayam :
    - Kelurahan/Desa Binangun (Kodepos : 54365)
    - Kelurahan/Desa Clapar (Kodepos : 54365)
    - Kelurahan/Desa Ginandong (Kodepos : 54365)
    - Kelurahan/Desa Giritirto (Kodepos : 54365)
    - Kelurahan/Desa Glontor (Kodepos : 54365)
    - Kelurahan/Desa Gunungsari (Kodepos : 54365)
    - Kelurahan/Desa Kajoran (Kodepos : 54365)
    - Kelurahan/Desa Kalibening (Kodepos : 54365)
    - Kelurahan/Desa Kalirejo (Kodepos : 54365)
    - Kelurahan/Desa Karanggayam (Kodepos : 54365)
    - Kelurahan/Desa Karangmojo (Kodepos : 54365)
    - Kelurahan/Desa Karangrejo (Kodepos : 54365)
    - Kelurahan/Desa Karangtengah (Kodepos : 54365)
    - Kelurahan/Desa Kebakalan (Kodepos : 54365)
    - Kelurahan/Desa Logandu (Kodepos : 54365)
    - Kelurahan/Desa Pagebangan (Kodepos : 54365)
    - Kelurahan/Desa Penimbun (Kodepos : 54365)
    - Kelurahan/Desa Selogiri (Kodepos : 54365)
    - Kelurahan/Desa Wonotirto (Kodepos : 54365)

    11. Kecamatan Karangsambung

    Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Karangsambung :
    - Kelurahan/Desa Banioro (Kodepos : 54353)
    - Kelurahan/Desa Kaligending (Kodepos : 54353)
    - Kelurahan/Desa Kalisana (Kodepos : 54353)
    - Kelurahan/Desa Karangsambung (Kodepos : 54353)
    - Kelurahan/Desa Kedungwaru (Kodepos : 54353)
    - Kelurahan/Desa Langse (Kodepos : 54353)
    - Kelurahan/Desa Pencil (Kodepos : 54353)
    - Kelurahan/Desa Plumbon (Kodepos : 54353)
    - Kelurahan/Desa Pujotirto (Kodepos : 54353)
    - Kelurahan/Desa Seling (Kodepos : 54353)
    - Kelurahan/Desa Tlepok (Kodepos : 54353)
    - Kelurahan/Desa Totogan (Kodepos : 54353)
    - Kelurahan/Desa Wadasmalang (Kodepos : 54353)
    - Kelurahan/Desa Widoro (Kodepos : 54353)

    12. Kecamatan Kebumen

    Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Kebumen :
    - Kelurahan/Desa Kebumen (Kodepos : 54311)
    - Kelurahan/Desa Panjer (Kodepos : 54312)
    - Kelurahan/Desa Tamanwinangun (Kodepos : 54313)
    - Kelurahan/Desa Selang (Kodepos : 54314)
    - Kelurahan/Desa Kembaran (Kodepos : 54315)
    - Kelurahan/Desa Bumirejo (Kodepos : 54316)
    - Kelurahan/Desa Adikarso (Kodepos : 54317)
    - Kelurahan/Desa Argopeni (Kodepos : 54317)
    - Kelurahan/Desa Bandung (Kodepos : 54317)
    - Kelurahan/Desa Candimulyo (Kodepos : 54317)
    - Kelurahan/Desa Candiwulan (Kodepos : 54317)
    - Kelurahan/Desa Depokrejo (Kodepos : 54317)
    - Kelurahan/Desa Gemeksekti (Kodepos : 54317)
    - Kelurahan/Desa Gesikan (Kodepos : 54317)
    - Kelurahan/Desa Jatisari (Kodepos : 54317)
    - Kelurahan/Desa Jemur (Kodepos : 54317)
    - Kelurahan/Desa Kalibagor (Kodepos : 54317)
    - Kelurahan/Desa Kalijirek (Kodepos : 54317)
    - Kelurahan/Desa Kalirejo (Kodepos : 54317)
    - Kelurahan/Desa Karangsari (Kodepos : 54317)
    - Kelurahan/Desa Kawedusan (Kodepos : 54317)
    - Kelurahan/Desa Kutosari (Kodepos : 54317)
    - Kelurahan/Desa Mengkowo (Kodepos : 54317)
    - Kelurahan/Desa Muktirejo (Kodepos : 54317)
    - Kelurahan/Desa Muktisari (Kodepos : 54317)
    - Kelurahan/Desa Roworejo (Kodepos : 54317)
    - Kelurahan/Desa Sumberadi (Kodepos : 54317)
    - Kelurahan/Desa Tanahsari (Kodepos : 54317)
    - Kelurahan/Desa Wonosari (Kodepos : 54317)

    13. Kecamatan Klirong

    Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Klirong :
    - Kelurahan/Desa Bendogarap (Kodepos : 54381)
    - Kelurahan/Desa Bumiharjo (Kodepos : 54381)
    - Kelurahan/Desa Dorowati (Kodepos : 54381)
    - Kelurahan/Desa Gadungrejo (Kodepos : 54381)
    - Kelurahan/Desa Gebangsari (Kodepos : 54381)
    - Kelurahan/Desa Jatimalang (Kodepos : 54381)
    - Kelurahan/Desa Jerukagung (Kodepos : 54381)
    - Kelurahan/Desa Jogosimo (Kodepos : 54381)
    - Kelurahan/Desa Kaliwungu (Kodepos : 54381)
    - Kelurahan/Desa Karangglonggong (Kodepos : 54381)
    - Kelurahan/Desa Kebadongan (Kodepos : 54381)
    - Kelurahan/Desa Kedungsari (Kodepos : 54381)
    - Kelurahan/Desa Kedungwinangun (Kodepos : 54381)
    - Kelurahan/Desa Klegenrejo (Kodepos : 54381)
    - Kelurahan/Desa Klegenwonosari (Kodepos : 54381)
    - Kelurahan/Desa Klirong (Kodepos : 54381)
    - Kelurahan/Desa Pandanlor (Kodepos : 54381)
    - Kelurahan/Desa Podoluhur (Kodepos : 54381)
    - Kelurahan/Desa Ranterejo (Kodepos : 54381)
    - Kelurahan/Desa Sitirejo (Kodepos : 54381)
    - Kelurahan/Desa Tambakagung (Kodepos : 54381)
    - Kelurahan/Desa Tambakprogaten (Kodepos : 54381)
    - Kelurahan/Desa Tanggulangin (Kodepos : 54381)
    - Kelurahan/Desa Wotbuwono (Kodepos : 54381)

    14. Kecamatan Kutowinangun

    Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Kutowinangun :
    - Kelurahan/Desa Babadsari (Kodepos : 54393)
    - Kelurahan/Desa Jlegiwinangun (Kodepos : 54393)
    - Kelurahan/Desa Kaliputih (Kodepos : 54393)
    - Kelurahan/Desa Karangsari (Kodepos : 54393)
    - Kelurahan/Desa Korowelang (Kodepos : 54393)
    - Kelurahan/Desa Kutowinangun (Kodepos : 54393)
    - Kelurahan/Desa Kuwarisan (Kodepos : 54393)
    - Kelurahan/Desa Lumbu (Kodepos : 54393)
    - Kelurahan/Desa Lundong (Kodepos : 54393)
    - Kelurahan/Desa Mekarsari (Kodepos : 54393)
    - Kelurahan/Desa Mrinen (Kodepos : 54393)
    - Kelurahan/Desa Pejagatan (Kodepos : 54393)
    - Kelurahan/Desa Pekunden (Kodepos : 54393)
    - Kelurahan/Desa Pesalakan (Kodepos : 54393)
    - Kelurahan/Desa Tanjungmeru (Kodepos : 54393)
    - Kelurahan/Desa Tanjungsari (Kodepos : 54393)
    - Kelurahan/Desa Tanjungseto (Kodepos : 54393)
    - Kelurahan/Desa Triwarno (Kodepos : 54393)
    - Kelurahan/Desa Ungaran (Kodepos : 54393)

    15. Kecamatan Kuwarasan

    Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Kuwarasan :
    - Kelurahan/Desa Banjareja (Kodepos : 54366)
    - Kelurahan/Desa Bendungan (Kodepos : 54366)
    - Kelurahan/Desa Gandusari (Kodepos : 54366)
    - Kelurahan/Desa Gumawang (Kodepos : 54366)
    - Kelurahan/Desa Gunungmujil (Kodepos : 54366)
    - Kelurahan/Desa Harjodowo (Kodepos : 54366)
    - Kelurahan/Desa Jatimulya (Kodepos : 54366)
    - Kelurahan/Desa Kalipurwo (Kodepos : 54366)
    - Kelurahan/Desa Kamulyan (Kodepos : 54366)
    - Kelurahan/Desa Kuwarasan (Kodepos : 54366)
    - Kelurahan/Desa Kuwaru (Kodepos : 54366)
    - Kelurahan/Desa Lemahduwur (Kodepos : 54366)
    - Kelurahan/Desa Madureso (Kodepos : 54366)
    - Kelurahan/Desa Mangli (Kodepos : 54366)
    - Kelurahan/Desa Ori (Kodepos : 54366)
    - Kelurahan/Desa Pondokgebangsari (Kodepos : 54366)
    - Kelurahan/Desa Purwodadi (Kodepos : 54366)
    - Kelurahan/Desa Sawangan (Kodepos : 54366)
    - Kelurahan/Desa Serut (Kodepos : 54366)
    - Kelurahan/Desa Sidomukti (Kodepos : 54366)
    - Kelurahan/Desa Tambaksari (Kodepos : 54366)
    - Kelurahan/Desa Wonoyoso (Kodepos : 54366)

    16. Kecamatan Mirit

    Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Mirit :
    - Kelurahan/Desa Karanggede (Kodepos : 54395)
    - Kelurahan/Desa Kertodeso (Kodepos : 54395)
    - Kelurahan/Desa Krubungan (Kodepos : 54395)
    - Kelurahan/Desa Lembupurwo (Kodepos : 54395)
    - Kelurahan/Desa Mangunranan (Kodepos : 54395)
    - Kelurahan/Desa Mirit (Kodepos : 54395)
    - Kelurahan/Desa Miritpetikusan (Kodepos : 54395)
    - Kelurahan/Desa Ngabeyan (Kodepos : 54395)
    - Kelurahan/Desa Patukgawemulyo (Kodepos : 54395)
    - Kelurahan/Desa Patukrejomulyo (Kodepos : 54395)
    - Kelurahan/Desa Pekutan (Kodepos : 54395)
    - Kelurahan/Desa Rowo (Kodepos : 54395)
    - Kelurahan/Desa Sarwogadung (Kodepos : 54395)
    - Kelurahan/Desa Selotumpeng (Kodepos : 54395)
    - Kelurahan/Desa Singoyudan (Kodepos : 54395)
    - Kelurahan/Desa Sitibentar (Kodepos : 54395)
    - Kelurahan/Desa Tlogodepok (Kodepos : 54395)
    - Kelurahan/Desa Tlogopragoto (Kodepos : 54395)
    - Kelurahan/Desa Wergonayan (Kodepos : 54395)
    - Kelurahan/Desa Winong (Kodepos : 54395)
    - Kelurahan/Desa Wirogaten (Kodepos : 54395)
    - Kelurahan/Desa Wiromartan (Kodepos : 54395)

    17. Kecamatan Padureso

    Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Padureso :
    - Kelurahan/Desa Balingasal (Kodepos : 54394)
    - Kelurahan/Desa Kaligubuk (Kodepos : 54394)
    - Kelurahan/Desa Kalijering (Kodepos : 54394)
    - Kelurahan/Desa Merden (Kodepos : 54394)
    - Kelurahan/Desa Padureso (Kodepos : 54394)
    - Kelurahan/Desa Pejengkolan (Kodepos : 54394)
    - Kelurahan/Desa Rahayu (Kodepos : 54394)
    - Kelurahan/Desa Sendangdalem (Kodepos : 54394)
    - Kelurahan/Desa Sidototo (Kodepos : 54394)

    18. Kecamatan Pejagoan

    Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Pejagoan :
    - Kelurahan/Desa Aditirto (Kodepos : 54361)
    - Kelurahan/Desa Jemur (Kodepos : 54361)
    - Kelurahan/Desa Karangpoh (Kodepos : 54361)
    - Kelurahan/Desa Kebagoran (Kodepos : 54361)
    - Kelurahan/Desa Kebulusan (Kodepos : 54361)
    - Kelurahan/Desa Kedawung (Kodepos : 54361)
    - Kelurahan/Desa Kuwayuhan (Kodepos : 54361)
    - Kelurahan/Desa Logede (Kodepos : 54361)
    - Kelurahan/Desa Pejagoan (Kodepos : 54361)
    - Kelurahan/Desa Pengaringan (Kodepos : 54361)
    - Kelurahan/Desa Peniron (Kodepos : 54361)
    - Kelurahan/Desa Prigi (Kodepos : 54361)
    - Kelurahan/Desa Watulawang (Kodepos : 54361)

    19. Kecamatan Petanahan

    Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Petanahan :
    - Kelurahan/Desa Ampelsari (Kodepos : 54382)
    - Kelurahan/Desa Banjarwinangun (Kodepos : 54382)
    - Kelurahan/Desa Grogolbeningsari (Kodepos : 54382)
    - Kelurahan/Desa Grogolpenatus (Kodepos : 54382)
    - Kelurahan/Desa Grujugan (Kodepos : 54382)
    - Kelurahan/Desa Jagamertan (Kodepos : 54382)
    - Kelurahan/Desa Jatimulyo (Kodepos : 54382)
    - Kelurahan/Desa Karangduwur (Kodepos : 54382)
    - Kelurahan/Desa Karanggadung (Kodepos : 54382)
    - Kelurahan/Desa Karangrejo (Kodepos : 54382)
    - Kelurahan/Desa Kebonsari (Kodepos : 54382)
    - Kelurahan/Desa Kritig (Kodepos : 54382)
    - Kelurahan/Desa Kuwangunan (Kodepos : 54382)
    - Kelurahan/Desa Munggu (Kodepos : 54382)
    - Kelurahan/Desa Nampudadi (Kodepos : 54382)
    - Kelurahan/Desa Petanahan (Kodepos : 54382)
    - Kelurahan/Desa Podourip (Kodepos : 54382)
    - Kelurahan/Desa Sidomulyo (Kodepos : 54382)
    - Kelurahan/Desa Tanjungsari (Kodepos : 54382)
    - Kelurahan/Desa Tegalretno (Kodepos : 54382)
    - Kelurahan/Desa Tresnorejo (Kodepos : 54382)

    20. Kecamatan Poncowarno

    Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Poncowarno :
    - Kelurahan/Desa Blater (Kodepos : 54393)
    - Kelurahan/Desa Jatipurus (Kodepos : 54393)
    - Kelurahan/Desa Jembangan (Kodepos : 54393)
    - Kelurahan/Desa Karangtengah (Kodepos : 54393)
    - Kelurahan/Desa Kebapangan (Kodepos : 54393)
    - Kelurahan/Desa Kedungdowo (Kodepos : 54393)
    - Kelurahan/Desa Lerepkebumen (Kodepos : 54393)
    - Kelurahan/Desa Poncowarno (Kodepos : 54393)
    - Kelurahan/Desa Soka (Kodepos : 54393)
    - Kelurahan/Desa Tegalrejo (Kodepos : 54393)
    - Kelurahan/Desa Tirtomoyo (Kodepos : 54393)

    21. Kecamatan Puring

    Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Puring :
    - Kelurahan/Desa Arjowinangun (Kodepos : 54383)
    - Kelurahan/Desa Banjarejo (Kodepos : 54383)
    - Kelurahan/Desa Bumirejo (Kodepos : 54383)
    - Kelurahan/Desa Kaleng (Kodepos : 54383)
    - Kelurahan/Desa Kedalemankulon (Kodepos : 54383)
    - Kelurahan/Desa Kedalemanwetan (Kodepos : 54383)
    - Kelurahan/Desa Krandegan (Kodepos : 54383)
    - Kelurahan/Desa Madurejo (Kodepos : 54383)
    - Kelurahan/Desa Pasuruhan (Pasuruan) (Kodepos : 54383)
    - Kelurahan/Desa Puliharjo (Kodepos : 54383)
    - Kelurahan/Desa Purwoharjo (Kodepos : 54383)
    - Kelurahan/Desa Purwosari (Kodepos : 54383)
    - Kelurahan/Desa Sidobunder (Kodepos : 54383)
    - Kelurahan/Desa Sidodadi (Kodepos : 54383)
    - Kelurahan/Desa Sidoharjo (Kodepos : 54383)
    - Kelurahan/Desa Sitiadi (Kodepos : 54383)
    - Kelurahan/Desa Srusuhjurutengah (Kodepos : 54383)
    - Kelurahan/Desa Surorejan (Kodepos : 54383)
    - Kelurahan/Desa Tambakmulyo (Kodepos : 54383)
    - Kelurahan/Desa Tukinggedong (Kodepos : 54383)
    - Kelurahan/Desa Waluyorejo (Kodepos : 54383)
    - Kelurahan/Desa Wetonkulon (Kodepos : 54383)
    - Kelurahan/Desa Wetonwetan (Kodepos : 54383)

    22. Kecamatan Rowokele

    Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Rowokele :
    - Kelurahan/Desa Bumiagung (Kodepos : 54472)
    - Kelurahan/Desa Giyanti (Kodepos : 54472)
    - Kelurahan/Desa Jatiluhur (Kodepos : 54472)
    - Kelurahan/Desa Kalisari (Kodepos : 54472)
    - Kelurahan/Desa Kretek (Kodepos : 54472)
    - Kelurahan/Desa Pringtutul (Kodepos : 54472)
    - Kelurahan/Desa Redisari (Kodepos : 54472)
    - Kelurahan/Desa Rowokele (Kodepos : 54472)
    - Kelurahan/Desa Sukomulyo (Kodepos : 54472)
    - Kelurahan/Desa Wagirpandan (Kodepos : 54472)
    - Kelurahan/Desa Wonoharjo (Kodepos : 54472)

    23. Kecamatan Sadang

    Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Sadang :
    - Kelurahan/Desa Cangkring (Kodepos : 54353)
    - Kelurahan/Desa Kedunggong (Kodepos : 54353)
    - Kelurahan/Desa Pucangan (Kodepos : 54353)
    - Kelurahan/Desa Sadangkulon (Kodepos : 54353)
    - Kelurahan/Desa Sadangwetan (Kodepos : 54353)
    - Kelurahan/Desa Seboro (Kodepos : 54353)
    - Kelurahan/Desa Wonosari (Kodepos : 54353)

    24. Kecamatan Sempor

    Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Sempor :
    - Kelurahan/Desa Bejiruyung (Kodepos : 54421)
    - Kelurahan/Desa Bonosari (Kodepos : 54421)
    - Kelurahan/Desa Donorojo (Kodepos : 54421)
    - Kelurahan/Desa Jatinegoro (Kodepos : 54421)
    - Kelurahan/Desa Kalibeji (Kodepos : 54421)
    - Kelurahan/Desa Kedungjati (Kodepos : 54421)
    - Kelurahan/Desa Kedungwringin (Kodepos : 54421)
    - Kelurahan/Desa Kenteng (Kodepos : 54421)
    - Kelurahan/Desa Pekuncen (Kodepos : 54421)
    - Kelurahan/Desa Sampang (Kodepos : 54421)
    - Kelurahan/Desa Selokerto (Kodepos : 54421)
    - Kelurahan/Desa Semali (Kodepos : 54421)
    - Kelurahan/Desa Sempor (Kodepos : 54421)
    - Kelurahan/Desa Sidoharum (Kodepos : 54421)
    - Kelurahan/Desa Somagede (Kodepos : 54421)
    - Kelurahan/Desa Tunjungseto (Kodepos : 54421)

    25. Kecamatan Sruweng

    Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Sruweng :
    - Kelurahan/Desa Condongcampur (Kodepos : 54362)
    - Kelurahan/Desa Donosari (Kodepos : 54362)
    - Kelurahan/Desa Giwangretno (Kodepos : 54362)
    - Kelurahan/Desa Jabres (Kodepos : 54362)
    - Kelurahan/Desa Karanggedang (Kodepos : 54362)
    - Kelurahan/Desa Karangjambu (Kodepos : 54362)
    - Kelurahan/Desa Karangpule (Kodepos : 54362)
    - Kelurahan/Desa Karangsari (Kodepos : 54362)
    - Kelurahan/Desa Kejawang (Kodepos : 54362)
    - Kelurahan/Desa Klepusanggar (Kodepos : 54362)
    - Kelurahan/Desa Menganti (Kodepos : 54362)
    - Kelurahan/Desa Pakuran (Kodepos : 54362)
    - Kelurahan/Desa Pandansari (Kodepos : 54362)
    - Kelurahan/Desa Pengempon (Kodepos : 54362)
    - Kelurahan/Desa Penusupan (Kodepos : 54362)
    - Kelurahan/Desa Purwodeso (Kodepos : 54362)
    - Kelurahan/Desa Sidoagung (Kodepos : 54362)
    - Kelurahan/Desa Sidoharjo (Kodepos : 54362)
    - Kelurahan/Desa Sruweng (Kodepos : 54362)
    - Kelurahan/Desa Tanggeran (Kodepos : 54362)
    - Kelurahan/Desa Trikarso (Kodepos : 54362)

    26. Kecamatan Prembun

    Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Prembun :
    - Kelurahan/Desa Bagung (Kodepos : 54394)
    - Kelurahan/Desa Kabekelan (Kodepos : 54394)
    - Kelurahan/Desa Kabuaran (Kodepos : 54394)
    - Kelurahan/Desa Kedungbulus (Kodepos : 54394)
    - Kelurahan/Desa Kedungwaru (Kodepos : 54394)
    - Kelurahan/Desa Mulyosri (Kodepos : 54394)
    - Kelurahan/Desa Pecarikan (Kodepos : 54394)
    - Kelurahan/Desa Pesuningan (Kodepos : 54394)
    - Kelurahan/Desa Prembun (Kodepos : 54394)
    - Kelurahan/Desa Sembirkadipaten (Kodepos : 54394)
    - Kelurahan/Desa Sidogede (Kodepos : 54394)
    - Kelurahan/Desa Tersobo (Kodepos : 54394)
    - Kelurahan/Desa Tunggalroso (Kodepos : 54394)



    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

    Bupati Kebumen Lantik 5 Kades Baru

    The Independent News - Bupati Kebumen H Buyar Winarso SE melantik 5 kepala desa (kades) baru yang terpilih dalam pemilihan kepala desa (pilkades) tahap II tahun 2011. Pelantikan dilaksanakan di pendopo rumah dinas bupati, Rabu (28/12).

    Mereka yang dilantik adalah Ponco Sujatmiko-Kades Jatiluhur Kecamatan Rowokele, H.M. Subur-Kades Tanahsari Kecamatan Kebumen, Bachrodin-Kades Kedungwaru Kecamatan Prembun, Teguh Wiyono-Kades Rowosari Kecamatan Bonorowo, dan Andi Wibowo-Kades Banioro Kecamatan Karangsambung.

    Bupati mengingatkan mereka agar bekerja dengan niat tulus iklas demi kemakmuran dan kesejahteraan warganya, serta bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku. Mereka juga diingatkan untuk secepatnya mempersatukan kembali warganya yang sempat terkotak-kotak akibat dampak dari pilkades. (bkb-01/xi|kr)


    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

    Ekologi Walet Nyaris Rusak

    KEBUMEN-Ikon Kabupaten Kebumen dengan burung walet tidak lagi bisa diandalkan. Pasalnya, ekologi burung penghasil air liur bernilai ekonomi tinggi itu kondisinya sudah rusak. Bahkan nyaris punah.

    Unduhan sarang walet yang memasuki masa kapitu saat ini pun merosot tajam. Seperti di Goa Pasir Desa Pasir Kecamatan Ayah yang hanya mendapatkan 1 kg saja. Sebelumnya, saat musim kapapat hanya mendapatkan 3 kg. Padahal, untuk biaya proses unduhan ini melebihi harga sarang walet yang diperoleh tersebut.
    Selain di Pasir, sarang walet yang menjadi kejayaan kabupaten berslogan "Beriman" pada tahun 1997 itu juga terdapat di Goa Karangbolong, Kecamatan Buayan, dan Goa Karangduwur Kecamatan Ayah.

    Harga 1 kg sarang walet sekitar Rp 2,4 juta, sedangkan untuk prosesi unduhan yang dilaksanakan dengan nanggap wayang itu mencapai Rp 30 juta. Lebih parah lagi, dalam pengunduhannya dilakukan serempak. Hal itu mengakibatkan walet yang masih bayi berjatuhan ke batu. Burung yang belum bisa terbang tersebut tidak lama kemudian mati.

    Ekosistem walet yang sudah rusak itu kian bertambah parah pada proses pengunduhan berikutnya. Karena tidak ada regenerasi, goa yang biasa dihuni walet itu pun tidak lama lagi kosong melompong."Mestinya, pemerintah tanggap terhadap kerusakan ekosistem walet yang nyaris punah ini," kata Sodirun (43), warga Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah.

    Camat Ayah, Ahmad Bahrun mengakui pendapatan sarang burung walet tidak sebanding dengan biaya proses pengunduhan yang mencapai puluhan juta,"Memang saat ini sudah tidak bisa diandalkan lagi," imbuhnya. Pada tahun 2010 Rp 145,9 juta sedangkan tahun 2011 Rp 130,7 juta.

    Diserahkan Desa

    Plt Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset DAerah (DPPKAD) Kabupaten Kbeumen, Supangat, SE yang ditemui secara terpisah, mengemukakan, menurunnya pendapatan atau sarang walet itu telah dikaji dan dianalisa. Juga diambil langkah-langkah penanganannya.

    Salah satu opsinya yakni menyerahkan kepada pihak desa untuk mengelola, sedangkan Pemkab tinggal tahu bersihnya saja. "Namun, opsi tersebut tidak disanggupi desa karena dari hitung-hitungan matematika tidak masuk," selanya.

    Harga walet tergantung musim. Pada Karo, saat puasa hingga lebaran, sarang walet sulit dijual. Hingga laku usai lebaran, kondisi sarang walet itupun sudah rusak tersebut dihargai Rp 2 juta per kg. Masa kapapat Rp 4 juta per kg, dan kapitu Rp 2,4 per kg. Tahun ini yang masih ada satu unduhan lagi yakni masa Kasanga.

    Dari pengamatan Kepala UPT Sarang Walet Puryono, polulasi walet yang berkurang akibat adanya rumah walet yang dibangun masyarakat. Juga karena faktor alam. Supangat mengungkapkan, dulu, lokasi sekitar sarang walet terdapat rerimbunan pohon. Tetapi saat ini sudah pohonnya berkurang karena ditebang. Pihaknya berharap agar lokasi sekitar sarang walet itu dihijaukan kembali. Langkah lain dalam pengambilan opsi penanganan terhadap menurunnya pendapatan sarang walet juga dilakukan dengan menempatkan krekel (Makanan berbahan singkong) di latai goa. Makanan yang dibiarkan tersebut akan berjamur dan dihinggapi serangga. (K5-84|suaramerdeka)


    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

    Kebumen Expo 2011 sebagai Ajang Promosi Daerah

    The Independent News - Kebumen Expo 2011 resmi dibuka oleh Bupati Kebumen H Buyar Winarso SE, Selasa (27/12) sore. Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi media promosi potensi unggulan daerah,untuk membuka akses pasar yang lebih luas. Selain itu juga untuk menumbuhkembangkan image Kebumen Membangun , dan tidak hanya sekedar kegiatan pasar malam atau pasar tiban.

    Kebumen Expo 2011, yang merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-76 Kabupaten Kebumen, ini berlangsung di dua lokasi, yakni di Jl. Veteran Kebumen, 27 s.d. 30 Desember 2011 dan di Gedung Sekda Kebumen, 27 Desember 2011 s.d. 2 Januari 2012. Dengan diikuti oleh 164 stand dari semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD), perbankan, lembaga pendidikan, pelaku bisnis, serta ratusan usaha kecil dan menengah, berbagai produk unggulan seperti batik, makanan khas Kebumen, kerajinan, serta potensi dan prestasi Kabupaten Kebumen ditampilkan pada even ini.

    Kebumen Expo 2011 juga menjadi sarana hiburan bagi masyarakat dengan melibatkan seniman dalam panggung hiburan dan pentas seni berupa kesenian tradisional, serta festival band pelajar dari radio-radio di Kebumen. Panggung hiburan didirikan di dua lokasi, yakni di sisi timur Alun-alun Kebumen pojok utara dan selatan. (bkb-01/xi)

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

    Banyak TKI Beridentitas Palsu

    KEBUMEN - Jumlah buruh migran asal Kabupaten Kebumen jauh lebih banyak daripada yang terdata di Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) setempat. Pasalnya, banyak calon tenaga kerja Indonesia (TKI) berangkat ke luar negeri melalui daerah lain, yakni dengan memalsukan identitas.

    Demikian salah satu persoalan yang muncul dalam Seminar Memperkuat Hak-hak Buruh Migran Indonesia dan Korban Kekerasan terhadap Perempuan dalam Kebijakan Anggaran Pemkab Kebumen, Selasa (27/12). Seminar yang digelar INDIPT (Institut Studi untuk Penguatan Masyarakat) itu berlangsung di Aula Kantor Kemenag Kebumen.

    Seminar yang dipandu oleh Drs Kholid Anwar itu menghadirkan sejumlah narasumber. Yakni Kabid Pemerintahan dan Sosial Budaya Bappeda Kebumen, Muhammad Arifin SSi MT, Ketua Komisi B DPRD Dian Lestari SP SE, Direktur Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) Surakarta, Alif Basuki, aktifis perempuan INDIPT Irma Susanti dan aktivis Paguyuban Buruh Migran Kebumen (Pakubumi) Maryatun. Dalam kesempatan itu, Irma Susanti memaparkan persoalan buruh migran sudah muncul mulai dari ketika mereka berangkat, saat bekerja hingga mereka pulang kembali. (J19-23|suaramerdeka)


    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

    Banyak TKI Beridentitas Palsu

    KEBUMEN - Jumlah buruh migran asal Kabupaten Kebumen jauh lebih banyak daripada yang terdata di Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) setempat. Pasalnya, banyak calon tenaga kerja Indonesia (TKI) berangkat ke luar negeri melalui daerah lain, yakni dengan memalsukan identitas.

    Demikian salah satu persoalan yang muncul dalam Seminar Memperkuat Hak-hak Buruh Migran Indonesia dan Korban Kekerasan terhadap Perempuan dalam Kebijakan Anggaran Pemkab Kebumen, Selasa (27/12). Seminar yang digelar INDIPT (Institut Studi untuk Penguatan Masyarakat) itu berlangsung di Aula Kantor Kemenag Kebumen.

    Seminar yang dipandu oleh Drs Kholid Anwar itu menghadirkan sejumlah narasumber. Yakni Kabid Pemerintahan dan Sosial Budaya Bappeda Kebumen, Muhammad Arifin SSi MT, Ketua Komisi B DPRD Dian Lestari SP SE, Direktur Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) Surakarta, Alif Basuki, aktifis perempuan INDIPT Irma Susanti dan aktivis Paguyuban Buruh Migran Kebumen (Pakubumi) Maryatun. Dalam kesempatan itu, Irma Susanti memaparkan persoalan buruh migran sudah muncul mulai dari ketika mereka berangkat, saat bekerja hingga mereka pulang kembali. (J19-23|suaramerdeka)

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

    Gara-gara Salah Tulis, DPRD Ubah Perda Penyertaan Modal

    KEBUMEN-ini pelajaran bagi jajaran eksekutif yang tidak akura tmenilis angka. Fara-gara salah tulis, meski hanya selisih Rp 1 juta, DPRD Kebumen kini harus mengubah Perda tentang Penyertaan Modal pada BUMD.

    Padahal Perda 11/2010 itu baru setahun ditetapkan DPRD dan ditandatangani H Buyar Winarso SE tepatnya 12 November 2010. Namun pada 12 Desember lalu, telah diajukan perubahan raperda tersebut meski hanya karena kesalahan kecil sehingga terkesan tidak efektif.
    Yang membuat jengkel kalangan DPRD, dalam beberapa bulan ini eksekutif mengajukan sejumlah raperda sekaligus. Mulai lima Raperda Retribusi, disusul Perda APBD 2012 dan Raperda Inisiatif DPRD Bidang pendidikan. Kini telah disusul Rapeerda Perubahan atas Perda Nomor 11/2010 tentang penyertaan modal Pemkab pada BUMD.

    "Kami menilai eksekutif tidak cermat dan koordnasinya lemah dalam menyusun Perda. Ini berbuntut Dewan harus membahas sejumlah raperda dalam waktu bersamaan sehingga pembahasan kami tidak maksimal. Kami patut curinga ini disengaja," tandas Ketua Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Kebumen Ir Sri Hari Susanti MM dengan nada tinggi, kemarin.

    Pansus I DPRD hari itu menggelar dengar pendapat dengan eksekutif yang diikuti Bagian Perekonomian, Bagian Hukum Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPP-KAD), LSM serta media. Santi sempat mempertanyakan mengapa Raperda itu ikut diajukan sekarang.

    Bahkan Santi juga menilai susunan raperda itu tidak cermat. Dalam lima lembar materi raperda itu intinya menjelaskan tentang penyertaan modal Pemkab pada PT PRPP Jateng sampai dengan tahun Rp 2010 sebesar Rp 151 juta. Pada Perda 11/2010 tertulis penyertaan modal Rp 150 juta, berarti ada selisih 1 juta.

    Kesalahan Eksekutif

    Namun Santi juga menyayangkan pada Pasal 9 ayat 2 Raperda itu masih tertulis, pada PT PRPP Jateng akan diberikan penyertaan modal sebesar Rp 213 juta. Padahal sudah jelas ada keterangan ke Pmkeab, dana tersebut akan ditutup oleh Pemerintah Provinsi Jateng.

    "Saya minta pasal ini didrop. Sebab nanti bisa jadi temuan dan menjadi masalah hukum karena dobel anggaran dalam satu pos," tegas politisi PKB tersebut.

    Kabag Perekonomian Pemkab Wahyu Siswanti SE MSi menjelaskan, mengenai angka pada Perda Rp 150 juta itu memang benar-benar kesalahan eksekutif. Pihaknya memohon maaf. Selain itu, dia sependapat Pasal 2 didrop karena bisa berdampak pada masalah hukum.

    Wahyu menjelaskan, penyertaan modal pada PT PRPP yang merupakan BUMD milik Provinsi Jateng memang ditanggung seluruh Pemkab, dumulai sejak 2005. Bentuknya bangunan anjungan untuk promosi potensi unggulan Kebumen. Jumlah penyertaan modal itu sebesar Rp 364 juta, dibayar dua kali.

    "Pada RUPS yang terakhir disepakati yang sisa angsuran kedua Rp 213 juta menjadi tanggung jawab Pemprov, jadi kami setuju ayat dua pasal 9 dihapus saja," imbuh Wahyu. (B3-84)

    sumber koran suara merdeka edisi jum'at 23 Desember 2011

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

    PENGOBATAN MASSAL DALAM RANGKA PEERINGATAN HARI JADI KE-76 KABUPATEN KEBUMEN DAN HARI KARYA BHAKTI TNI TERPADU TAHUN 2011

    Dalam rangka menyambut Peringatan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Kebumen dan Hari Karya Terpadu Tahun 2011, Pemerintah Kabupaten Kebumen, dalam hal ini Dinas Kesehatan dan Kodim 0709 Kebumen, bekerjasama dengan 6 rumah sakit yang ada di Kabupaten Kebumen mengadakan pengobatan masal. Kegiatan dilaksanakan di tiga kecamatan yakni Kecamatan Mirit, Kecamatan Ambal dan Kecamatan Buluspesantren. Kegiatan yang berlangsung pada hari Selasa, 20 Desember 2011 tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kebumen, Djuwarni A.Md.Pd atas nama Bupati Kebumen.
    Dalam acara pembukaan yang berlangsung di pendopo kecamatan Ambal tersebut, Bupati melalui sambutan tertulisnya menyambut baik atas terselenggaranya kegiatan ini.

    Dijelaskan, berbagai upaya dan program untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat terus dilaksanakan. Disisi lain kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam mengupayakan peningkatan kesehatan perlu terus digalakkan sehingga tercipta kemandirian kesehatan masyarakat.

    Bupati juga menandaskan bahwa Pemerintah, TNI, Polri dan masyarakat bangsa yang lan sejatinya adalah mitra atau sahabat. Untuk itu tidak bosan Bupati meminta dukungan seluruh masyarakat untuk bersatu padu, menyukseskan pembangunan. Salah satu bentuk dukungan itu adalah pola hidup yang sehat.

    "Seberapa pun canggih alat kesehatan, seberapa pun banyaknya sarana dan prasarana kesehatan dan seringnya kegiatan pengobatan massal dilaksanakan, tidak akan berarti banyak, jika masyarakat tidak menerapkan pola hidup sehat. Budayakan kebersihan diri dan lingkungan," tandasnya. (kebumenkab)



    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

    "Haul Syech Ibrahim Asmoro Kondi" di Masjid Banyumudal Kuwarisan Panjer

    Jum'at 23 Desember 2011 pukul 13.00 WIB di halaman masjid Banyumudal kuwarisan Panjer akan dilaksanakan "Haul Syech Ibrahim Asmoro Kondi". Kegiatan tersebut akan dihadiri oleh Camat Kebumen, beserta Danramil dan Kapolsek Kebumne, Lurah Panjer beserta jajarannya, keluarga besar syech Ibrohim Asmoro Kondi.
    Dalam sambutan tertulisnya, Bupati menyampaikan bahwa disamping dapat meningkatkan ukhuwah islamiyah, dengan kegiatan khaul tersebut diharapkan perjuangan Syech Ibrahim Asmoro Kondi dalam menda'wahkan dan menegakkan ajaran Islam dapat kita pelihara dan dijadikan teladan bagi muslimin muslimat.

    Bupati berharap dengan pelaksanaan khaul itu, dapat meningkatkan keimanan umat, dan makin meningkatkan kepekaan umat terhadap berbagai fenomena yang terjadi di masyarakat. Selanjutnya penyelenggaraan khaul itu sejalan dengan apa yang diajarkan dalam agama Islam. yaitu, sebagai kewajiban kita terhadap orang Islam yang telah wafat adalah mendo'akan. Terlebih yang wafat adalah para alim ulama, para pejuang Islam seperti yang kita peringati hari ini.

    Dengan demikian, peringatan khaul dapat dijadikan sebagai wahana memperkuat tekad dan semangat jama'ah ta'mir masjid Banyumudal untuk meneladani dan melanjutkan perjuangan dan pengabdian Syech Ibrahim Asmoro Kondi kepada agama dan masyarakat. Sehingga dapa tmemberikan arti bagi upaya peningkatan keimanan dan ketaqwaan akan menjadikan kita memiliki moral dan etika yang semakin baik, yang sangat diperlukan dalam mendukung suksesnya pelaksanaan berbagai program pembangunan.

    Selanjutnya Bupati menyampaikan bahwa Peringatan Khaul itu juga bertepatan dengan tahun baru 1433 H. Di tahun baru hijriyah ini, kita berharap dapat menjadi momentum untuk meningkatkan rasa syukur kita kepada Alloh SWT, atas nikmat yang telah diberikan selama satu tahun silam dan memohon bimbingan serta perlindungan di tahun-tahun mendatang. Tidak kalah pentingnya adalah menjadikan setiap momen Tahun Baru sebagai sarana dan wahana introspeksi diri guna memperbaiki. Setiap memasuki tahun baru Islam, kita hendaknya memiliki semangat baru untuk merancang dan melaksanakan perikehidupan secara lebih baik. Dengan demikian, setiap pergantian waktu, hari demi hari hingga tahun demi tahun, berarti terbitnya harapan baru akan keadaan yang lebih baik.

    Untuk itulah, melalui momentum pergantian tahun baru Hirjiyah ini, kita kembali diingatkan untuk me-refleksi seluruh aktivitas yang selama ini telah kita lakukan. Momentum 1 Muharram merupakan saat yang tepat untuk meneguhkan kembali komitmen berhijrah kita. Hijrah dalam arti menginggalkan segala keburukan, menuju kebaikan, dari kegelapan menuju cahaya. Komitmen berhijrah ini marilah kita jadikan ruh dalam mengarungi kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Hijrah adalah sebuah ibadah sekaligus perjuangan yang memerlukan keteguhan iman dan sikap istiqomah. Terlebih dalam menghadapi situasi dan kondisi yang berubah begitu cepat yang terhampar di depan kita.

    Lebih lanjut Bupati menyampaikan beberapa hal sebagai berikut. Pertama; Untuk memberikan perhatian yang besar bagi pembinaan umat untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Alloh SWT. Pendidikan Agama, tentunya akan memberikan pengetahuan dan wawasan yang mendalam bagi uma tIslam untuk menghadapi berbagai tantangan hidup. Kedua; Untuk mencapai kesejahteraan, tentunya harus diikuti dengan pemberdayaan masyarakat yang sunguh-sunguh. Sehingga secara bertahap, pendapat masyarakat dapat meningkat dan mampu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Kegita; terkait Peringatah Hari Jadi Kabupaten Kebumen pada 1 Januari 2012 mendatang Tema yang diangkat adalah "Dengan Hari Jadi ke 76 Kabupaten Kebumen, Kita Mantapkan Perekonomian Daerah Menuju Kebumen Maju dan Sejahtera". Untuk memeriahkan hari jadi Kabupaten Kebumen ada beberapa kegiatan yang akan kit alaksanakan, antara lain. Pamerah Kebumen Expo dari tanggal 27 Desember 2011 hingga 2 Januari 2012, Upacara Bendera tanggal 1 Januari 2012, serta Pawai Budaya yang direncanakan tanggal 2 Januari 2012. Untuk itu, saya mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kebumen agar berpartisipasi mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dimaksud, dalam rangka memperingati sekaligus memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Kebumen yang ke-76 Tahun 2012. (Sulis INF|kebumenkab)

    1.563 Hektare Sawah Tak Tersentuh Air Irigasi

    Kendati ada Waduk Sempor dan Wadaslintang, ternyata di Kabupaten Kebumen ada 1.563 hektare sawah yang sama sekali tidak tersentuh air irigasi. Hal itu terjadi akibat air irigasi dari kedua waduk itu tidak bisa mengalir maksimal akibat adanya kerusakan pada saluran irigasi induk dan tersier.

    "Dari 378,5 kilometer panjang saluran irigasi induk dan tersier di Kabupaten Kebumen, 106,9 kilometer di antaranya rusak hingga rusak berat. Kondisi tersebut membuat 1.563 hektare sawah sama sekali tidak tersentuh air irigasi," ungkap Kepala Bidang Irigasi pada Dinas Sumberdaya Air Energi dan Sumberdaya Mineral (SDA ESDM) Kabupaten Kebumen, Muchtarom SST.

    Menurutnya, dari 378,5 kilometer panjang saluran irigasi induk dan tersier, hanya 104,3 kilometer yang kondisinya masih baik. Selebihnya, sepanjang 167,2 kilometer dalam kondisi sedang, dan sisanya sepanjang 106,9 kilometer dalam kondisi rusak hingga rusak berat.

    Padahal lanjut Muchtarom, luas lahan irigasi teknis di Kabupaten Kebumen mencapai 27.880 hektare. Namun akibat kerusakan saluran irigasi, hanya 16.404 hektare yang mampu terairi dengan baik. Selebihnya lahan seluas 9.913 hektare, aliran irigasinya tidak maksimal sehingga pihaknya harus kerja ekstra agar air bisa mengalir sampai ke lahan seluas itu.

    "Yang paling parah, 1.563 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Kecamatan Ambal, Buluspesantren, dan Puring, sama sekali tidak tersentuh air irigasi," ungkap Muchtarom. (Suk|KRJogja)

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

    Rakit Tenggelam, Delapan Petani Selamat Satu Hilang

    Sebuah rakit yang mengangkut rombongan petani tenggelam di Sungai Luk Ulo tepatnya di Desa Kedungsari, Kecamatan Klirong, Kebumen, Rabu (21/12).Seorang petani bernama Rasikun (55) hilang dan masih dalam pencarian tim gabungan Polres, SAR dan PMI Kebumen.

    Warga Dusun Singkil, Desa Kedungsari itu diduga hanyut terseret arus Sungai Luk Ulo yang cukup deras. Sedangkan delapan penumpang lainnya selamat dalam peristiwa yang terjadi pukul 07.30 WIB. Mereka adalah Marsikin (45), Amir bin Samsuri (50), Arifin (20), Salimin (45), Parmuji (40), Rasimin (55), Jemangin (40), dan Sumarni (35). Sumarni adalah satu satunya perempuan dalam rakit tersebut.

    Kejadian itu bermula saat rakit yang dikemudikan pemiliknya Marsikin mengangkut delapan petani yang akan pergi ke sawah. Karena belum ada jembatan, warga setempat mengandalkan rakit yang ditarik menggunakan tali.

    Menurut Paijem (56) saksi kejadian, awalnya rakit melaju tenang. Tetapi setelah melewati tengah sungai, perahu tiba tiba oleng dan terbalik. "Perahu mulai tenggelam dan para penumpang berteriak minta tolong," kata Paijem kepada Suara Merdeka di lokasi kejadian.

    Karena panik, seorang penumpang bernama Jemangin, nekad menceburkan diri ke sungai dan berenang. Hal itu diikuti Rasikun. Jemangin berhasil mencapai pinggir sungai, sayang Rasikun tidak bisa mencapai pinggir sungai karena terseret arus.

    "Penumpang yang bertahan berpegangan di bagian pinggir perahu justru selamat," imbuhnya.

    Sejumlah warga menuturkan, rakit naas itu sudah biasa mengangkut puluhan penumpang yang akan pergi atau pulang dari sawah. Perahu juga membawa rumput, mesin pompa air dan barang-barang lain. Untuk satu kali pulang pergi, petani membayar Rp 1000.
    ( Supriyanto | suaramerdeka )

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

    Kelurahan Gombong Gelar Wayangan

    GOMBONG - Pergelaran wayang kulit di Kelurahan Gombong, Kebumen semarak. Wayang yang menampilkan dalang Ki Bambang Budiono Cermo Carito itu menampilkan berbagai kreativitas anak sekolah.
    Seperti karawitan yang dibawakan oleh anak-anak SD kelas 1 dan 2 serta siswa SMPN 1 Gombong.

    Kegiatan yang digelar Pemerintah Kelurahan Gombong dan UPTD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kecamatan Gombong itu juga terdapat panembrama yang ditampilkan perstuan guru SD sebagnyak 36 orang. Ada juga tari gambyong yang ditampilkan oleh 16 guru. Susana meriah itu masih berlanjut dengan suguhan joget Banyumasan serta wayang orang dan kuda lumping.

    Dalang dari Jatijajar Kebumen itu membawakan lakon "Antareja Krida". Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Kebumen Djuwarni AMdPd beserta suami, Supardjo, Asisten 1 Setda Pemkab Kebumen H. Adi Pandoyo, SH MSi, para Dinas, Badan di lingkungan Pemkab Kebumen.

    Lestarikan Budaya

    Turut hadir Camat Gombong Sumarno, S.Sos, tokoh masyarakat Kelurahan Gombong HR Soenarto, Bagyo Sutarman, Romo FX Yitno Puspohandaya Pr serta Ketua Padepokan Sehat Medika R. Suman Sri Husada.

    Lurah Gombong, Turiman, SH mengemukakan, pergelaran wayang kulit tersebut dalam rangka melestarikan nilai luhur budaya bangsa. Kegiatan dalam rangka menindaklanjuti surat edaran Bupati Kebumen, nomor 431/538 tanggal 16 Oktober 2011 perihal imbauan nguri-nguri kesenian Tradisional itu ditutup dengan workshop bagi kepala sekolah serta guru-guru kesenian SD, SMP, SMA dan SMK se Kecamatan Gombong pada hari berikutnya.

    Diharapkan, dengan adanya pergelaran wayang kulit beserta kesenian tradisional dapat memacu genersi muda, khususnya kalangan pelajar. Juga masyarakat luas, khusunya warga Gombong agar tertarik untuk mempelajari dan menyenangi kesenian tradisional daripada budaya asing. (Rahmat Widiantoro, warga RT 02 RW 01, Kelurahan Gombong, Kebumen)

    sumber : koran suaramerdeka edisi 22 Desember 2011

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

    Meriah, Adu Kreatif di Kontes Modifikasi Motor

    GOMBONG- Kontes modifikasi sepeda motor di Benteng Van der Wijck Gombong, Minggu (18/12) berlangsung sangat meriah. Event bertajuk Fun Day Together "Show Up U're Imagination" itu diikuti para penggemar modifikasi motor dari sejumlah daerah di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.


    Adu kreatif para peserta kontes tersebut benar-benar ketat. Dari lima kelas yang dipertandingkan yakni kelas pemula, lokal Kebumen, sport modification, funky dan racing look hasilnya luar biasa. Decak kagum pengunjung tampak saat mereka menyaksikan tampilan sepeda motor hasil dimodifikasi.

    Namun demikian, dari penilaian dewan juri, untuk kelas pemula dimenangkan oleh modifikasi Honda Blade milik Wahyu peserta dari Solo. Selanjutnya Yamaha Jupiter milik Mulyadi dari Wonogiri di urutan kedua, disusul Honda Vario milik Dian Agung asal Kulonprogo menjadi juara ketiga.

    Di kelas sport modif juara 1,2 dan 3 secara berturut-turut diraih Yamaha Scorpio (HCM Purbalingga), Honda Tiger (Mahmud Banjarnegara), Honda Megapro (Eko Teguh Kebumen). Selanjutnya, kelas racing look juara 1 diraih Yamaha Mio (Leo Solo), kemudian juara 2 Yamaha Nuvo (Agung Muntilan), dan Juara 3 Satria F150 (Surya Adi Solo).

    Klub Motor

    Untuk kelas lokal Kebumen, juara 1, 2, dan 3 seluruhnya diraih Yamaha Mio yakni milik Flury, Dwi Erna, dan Edy. Terakhir, di kelas funky juara I diraih Yamaha Mio Soul (Noel Solo), juara 2 Yamaha Mio (Flury Kebumen) dan Yamaha Zupiter (Satria).

    Tak hanya kontes modifikasi, acara berlangsung mulai pagi hingga sore tersebut juga digelar motor community contest yang diikuti oleh klub-klub motor. Acara semakin meriah dengan adanya parade band dan free style.

    "Kegiatan ini merupakan event tahunan yang digelar setiap bulan Desember," ujar Adetya Dwi Cahyarini dari QnD Production selaku penyelenggara, di sela-sela acara.

    Adet, panggilan akrabnya, menyebutkan event tersebut bertepatan dengan liburan sekolah. Untuk itu dia berharap event tersebut dapat berdampak positif bagi remaja termasuk di Kebumen.(J19-84|Suaramerdeka)


    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

    PMI Kirim 15 Relawan ke Wonosobo

    KEBUMEN- PMI Kebumen Senin kemarin langsung menerjunkan 15 relawan membantu korban ke lokasi bencana banjir dan tanah longsor di Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Wonosobo.

    Rombongan menggunakan dua kendaraan, satu mobil truk Pemkab Kebumen dan satu ambulans dipimpin langsung Ketua PMI Kebumen Drs Eko Widianto dan Wakil Sekretaris Drs Isnadi MAP. PMI juga membawa bantuan 500 kg beras dan 50 dus air kemasan guna membantu para pengungsi.

    Ketua PMI Eko Widianto menyatakan, keberangkatan para relawan itu spontan sebagai ujud kepedulian dan jiwa kemanusiaan. Apalagi Wonosobo termasuk daerah tetangga sehingga pihaknya langsung terpanggil ikut membantu meringankan korban. "Namun kami tetap berkoordinasi dengan PMI Wonosobo. Kami akan ikut petunjuk PMI setempat, mau ditempatkan di mana siap," jelas Eko.

    Menurut Eko, 15 relawan PMI Kebumen yang dikirim ke lokasi bencana Wonosobo itu relatif berpengalaman. Ada yang pernah bertugas di Nangroe Aceh Darussalam (NAD) saat bencana tsunami, ada yang berpengalaman membantu korban bencana gempa di Yogya dan Klaten serta saat erupsi Merapi di Magelang dan DIY.

    Bahkan rombongan relawan Kebumen tergolong lengkap. Ada yang memiliki keahlian memasak di dapur umum, ada yang terbiasa melakukan evakuasi atau pencarian korban. Bahkan ada yang ahli pijat dan pertolongan pertama.(B3-84|Suaramerdeka)



    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

    Mencari Rezeki dari Bunga Kamboja Kuburan


    The Independent News - Mencari rezeki di kuburan. Itulah keseharian sebagian warga Desa Kebulusan, Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen. Kesannya memang menyeramkan. Apalagi yang dicari justru kuburan yang rimbun oleh pohon kamboja, pohon yang kembangnya menebar aroma wangi yang kerap dihubungkan dengan kematian.

    Di kuburan, mereka bukan mencari rezeki dengan menjadi juru kunci. Melainkan memungut bunga kamboja yang rontok dari pohonnya. Tidak mengherankan jika kuburan yang rimbun oleh pohon kamboja, justru dianggap ngrejekeni.

    Kelihatannya sepele. Namun dari kembang kamboja yang rontok dari pohonnya, mereka bisa menambah pendapatan tidak sedikit karena setelah dijemur hingga kering, bunga kamboja laku dijual Rp 22 ribu per kilogram.

    Salah satu pemungut bunga kamboja adalah Parno (70). Ia memilih mencari bunga kamboja untuk mengisi hari tuanya karena pekerjaan itu tidak menguras sisa-sisa tenaganya. "Daripada diam di rumah," ujar Parno memberi alasan.

    Di usia tuanya, ia mencari bunga kamboja bersama sang istri yang jalannya sudah terbungkuk bungkuk. Karena sudah tidak mampu berjalan jauh, kedua hanya mencari bunga kamboja di kuburan Rawabulus yang lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah.

    Mencari bunga kamboja biasa dilakukan selepas subuh. Baginya tidak ada target yang harus didapatkan. Jika sudah terasa lelah, kakek-nenek itu pulang untuk kemudian menjemur bunga kamboja yang diperoleh. "Jika cuaca panas, dijemur dua tiga hari sudah kering," jelasParno.

    Dalam sebulan, kakek-nenek itu masih bisa memperoleh 5 hingga 6 kilogram bunga kamboja kering. Keduanya pun tidak perlu repot pergi menjual karena sudah ada pembeli yang datang ke rumah.

    Ditanya pengalaman lain selama menjadi pencari kembang kamboja, Parno langsung tanggap dengan mengungkapkan pengalamannya diweruhi berbagai makhluk halus. "Biasanya kalau Jumat Kliwon ada yang muncul, meski hari sudah pagi," ungkap Parno yang mengaku melihat hantu sudah menjadi hal biasa dan tidak perlu ditakuti. "Yang penting kita tidak mengganggu," tandas Parno. (Suk|KRJogja)


    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

    Rangkaian Acara Hari Jadi Kebumen Ke-76

    The Independent News - Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke 76, Pemkab Kebumen menggelar serangkaian kegiatan. Diawali dengan kegiatan Gerak Jalan Sehat bareng Bupati Kebumen H Buyar Winarso,SE dengan star finis alun-alun Kebumen , Minggu pagi ( 18/12).
    Agenda selanjutnya adalah penyelenggaraan Kebumen Expo dari tanggal 27 Desember 2011 - 2 Januari 2011, bertempat di Gedung pertemuan Setda Kebumen, yang rencananya akan diikuti oleh 64 stand dari pelaku ekonomi di Kebumen.

    Selain in door, Kebumen Expo juga digelar di sepanjang jalan Veteran Kebumen ( out door) dari tanggal 27- 30 Desember. Rencananya tak kurang 60 stand dari SKPD akan ditampilkan. Dalam Kebumen Expo ini, akan terlihat wajah Kebumen yang sesungguhnya. Karena berbagai potensi unggulan dan produksi lokal Kabupatenn Kebumen akan dimunculkan.

    Rangkaian kegiatan selanjutnya berupa Semaan Al Quran dan tasyakuran di Pendopo dan Masjid Agung ( 30/12). Sementara menjelang pada malam tahun baru (31/12) , di alun-alun Kebumen akan dimeriahkan dengan pesta kembang api dan panggung hiburan . Tak hanya di alun-alun Kebumen , pesta kembang api juga digelar di alun-alun Karanganyar dan alun-alun Prembun. Suasana malam tahun baru semakin meriah, karena pertunjukkan wayang kulit semalam suntuk juga siap menghibur masyarakat di kedua lokasi tersebut

    Sementara pada tanggal 1 Januari 2012 akan dilaksanakan Upacara Bendera memperingati Hari Jadi ke 76 Kabupaten Kebumen Kebumen, bertemapat di alun-alun Kebumen. Dan sebagai penghujung rangakaian Peringatan Hari Jadi ke 76 Kabupaten kebumen berupa Pawai Budaya pada tanggal 2 Januari 2012. Pawai budaya akan menampilkan aneka seni dan budaya masuyaraka Kebumen. Pawai Buadaya diharapakan akan lebih memperkenalkan dan mendekatkan masyarakat Kebumen akan nilai dan karya budaya lokal. Yang pada akhirnya akan memunculkan bibit-bibit cinta budaya sendiri.

    Bupati Kebumen H BUyar Winarso, SE dalam sambutannya saat melepas Gerak Jalan Sehat Bareng Bupati berharap rangkaian kegiatan Hari Jadi Kebumen ke-76 yang telah direncanakan tersebut dapat terselenggara dengan baik, lancar, dan mampu memberikan makna yang mendalam bagi seluruh masyarakat Kebumen. Dan tentunya Peringatan kali ini bisa lebih memantapkan langkah Kabupaten kebumen dalam melaksanakan proses Pembangunan , sesuai dengan dengan tema" Dengan Hari Jadi ke 76 Kabupaten kebumen Kita Mantapkan Perekonomian Daerah Menuju Kebumen Maju dan Sejahtera. (bkb-01/xi/kebumenkab)

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

    Lomba Tata Rias Pengantin

    The Independent News - Lomba tata rias pengantian akan digelar di pendopo Bupati, Selasa (20/12). Kali ini, helatan tersebut khusus untuk tata rias pengantin muslim modifikasi. Kegiatan diadakan himpunan Ahli Rias Pengantin (Harpi) Melati Kebumen itu diikuti 20 orang. Ketua Harpi Melati, Sri Maryatni mengemukakan, lomba baru kali pertama digelar. Kegiatan itu menyongsong Hari Ibu. Melalui lomba itu, diharapkan menambah pengetahuan tentang etika dan estetika bagi perias, terutama di Kebumen.

    Masih digelar Harpi Melati Kebumen, ada acara spektakuler bertajuk "Gebyar Pesona Pengantin Modifikasi Indonesia," Menampilkan M Deddy, pakar make up serta rias pengantin peraih juara I dunia di Kuala Lumpur. Kegiatan berlangsung Rabu (22/12), di Gedung Setda Pemkab Kebumen. Deddy akan menyampaikan tata rias pengantin berkerudung modifikasi, adat padang, dan kiat awet muda. Peserta ditarik kontribusi Rp 25 ribu per orang, akan mendapatkan lunch box, kalender, sertifikat dan doorprize. (K-52| Suaramerdeka)


    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

    Penyakit Tak Kunjung Sembuh, Waluyo Bunuh Diri

    The Independent News - Waluyo (56) warga Desa Sidomukti, Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen nekad mengahiri hidupnya dengan cara gantung diri. Pria yang dalam kesehariannya sebagai tani ini nekad melakukan hal tersebut karena penyakit paru-paru yang dideritanya tak kunjung sembuh.

    Korban ditemukan oleh Tumino (70) sekitar pukul 04.30 WIB saat dirinya hendak pergi ke mushala. Waluyo ditemukan gantung diri dengan seutas tali di blandar rumah kosong milik Lasino yang berada di samping rumah korban.

    Sebelum melakukan ksinya, rupanya korban menulis sebuah surat wasiat. Polisi menemukan surat yang ditulis tangan oleh korban ketika dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), Sabtu (17/12). Surat wasiat ditulis di kertas bekas kalender. Salah satu isi wasiyatnya adalah korban ingin jenazahnya dimakamkan di samping makam adiknya, Lasino. (bkb-01/ix)


    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

    Jalan Sehat Bareng Bupati Pecahkan Rekor Muri


    The Independent News - Rekor jalan sehat dengan peserta membawa bibit pohon terbanyak dipecahkan di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Museum Rekor Indonesia (Muri) mencatat ada 5.891 peserta yang membawa berbagai bibit tanaman dalam jalan sehat keluarga bareng Bupati Kebumen, Minggu (18/12).

    Piagam penghargaan dari Muri diterima oleh Bupati Kebumen H Buyar Winarso SE yang sebelumnya melepas jalan sehat dengan peserta mencapai 50 ribu lebih. Kegiatan itu untuk memperingati Hari Jadi Ke-76 Kabupaten Kebumen sekaligus Bulan Menanam Nasional (BMN).

    Untuk mendukung BMN, panitia membagi gratis 16 ribu bibit dari berbagai jenis pohon sebelum jalan sehat dimulai. Sayangnya, untuk mendapatkan bibit, peserta harus rebutan dengan berdesak-desakan.

    Akibatnya, tidak sedikit bibit pohon yang rusak. Rebutan terjadi karena jumlah bibit yang disediakan panitia tidak sebanding dengan jumlah peserta jalan sehat yang mencapai 50 ribu lebih.

    Pembagian bibit pohon yang tidak diatur dengan baik, juga membuat banyak peserta mendapatkan bibit lebih dari satu pohon. Hal itu diakui Asisten I Sekda Kebumen, H Adi Pandoyo SH MSi, sehingga Muri hanya mencatat 5.891 peserta jalan sehat yang membawa bibit. Meski begitu, tetap mampu mengungguli rekor serupa yang pernah dicatat Muri di Denpasar Bali. (Suk|KRJogja)



    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

    5 Tahun Dikurung di Kamar Mandi


    KEBUMEN - Parjinah (37) warga RT 01/RW 03 Desa Sidomulyo, Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen, akhirnya terbebas dari belenggu ruang sempit yang mengurungnya selama 5 tahun. Ia terpaksa dikurung oleh keluarganya karena mengalami gangguan jiwa.

    Ibu satu anak berumur 4 tahun itu, kini menghirup udara bebas setelah Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) bersama Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Dinakertransos) Kabupaten Kebumen mengupayakan pengobatan dengan mengirim ke Rumah Sakit Jiwa Prof Dr Soerojo Magelang, Rabu (14/12).

    "Keluarga Parjinah termasuk miskin. Apalagi ada kartu Jamkesmas sehingga berhak mendapatkan perawatan kesehatan jiwanya di RSJ Magelang dengan gratis," tegas Kepala Bidang Sosial Dinakertransos Kabupaten Kebumen, Muh Rosyid SPd MMPd.

    Parjinah yang kondisi fisiknya sangat lemah, diantar ke RSJ Magelang dengan mobil ambulance Puskesmas Adimulyo berikut perawat dengan didampingi Kasi Rehabyansos Disnakertransos, Rokum SSos serta perangkat desa dan anggota keluarganya.

    Parjinah diketahui mengalami gangguan jiwa ketika pulang dari tempatnya kerja di Jakarta. Oleh pihak keluarga, sempat upayakan kesembuhannya dengan berobat ke RSJ Magelang. Namun karena kondisi ekonomi, Parjinah hanya sekitar 3 bulan di RSJ.

    Berharap bisa sembuh, Parjinah kemudian dinikahkan dengan tetangga, dan memiliki satu anak perempuan yang kini berusia 4 tahun. Parjinah kembali mengalami gangguan jiwa bahkan semakin parah karena suaminya ternyata juga mengalami gangguan jiwa.

    "Saat ke rumahnya, kami menyaksikan Parjinah dikurung dalam kamar sempit yang tidak sehat karena di dalamnya juga untuk mandi dan buang air besar," ungkap Rosyid. (Suk|KRjogja)


    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

    Uji Kompetensi Tata Busana, Kebumen Terbanyak & Terbaik

    PREMBUN-Sebanyak 275 peserta dari 12 lembaga kursus dan pelatihan (LKP) di Kabupaten Kebumen, mengikuti uji kompetensi tata busana. Jumlah peserta yang mengikuti tes tertulis dan praktik tersebut, tercatat paling banyak se-Indonesia, yang pada Desember ini juga menggelar kegiatan serupa.
    Kegiatan yang berlangsung di Tempat Uji Kompetensi (TUK) Rois Modern Prembun, Kebumen, itu diawali upacara pembukaan dengan pembina Kepala Bidang Pendidikan Non Formal (PNF) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Drs Wuryanto MMPd. Wuryanto menyambut baik atas pelaksanaan uji kompetensi tersebut.

    Menurutnya, lulusan LKP di Kebumen dinilai terbaik. Karena itu, peserta yang lolos uji kompetensi tersebut tidak perlu risau untuk mendapat pekerjaan di bidangnya. Pasalnya, sejumlah perusahaan konveksi di Indonesia siap menerima tenaga kerja yang sudah dilatih tersebut. Seperti di Bandung, Jakarta, Bogor dan Solo.

    Peserta telah mengikuti pelatihan selama kurang lebih 3 bulan. Uji kompetensi itu untuk mengukur kemampuannya. Pada tahap uji kompetensi tersebut masih pada level 1, yakni yang baru bisa menjahit. Jadi, untuk menyalurkan merekayakni bekerja di perusahaan konveksi serta garmen.

    Tak Mati

    "Harapannya, peserta yang sudah mendapat sertifikat uji kompetensi pada level 1 tersebut lebih meningkat. Mereka bisa naik ke level yang lebih tinggi lagi yakni level 2,3 dan seterusnya," kata Hj Dedeh Kurniasari MM, dari lembaga sertifikasi kompetensi pusat yang meninjau pelaksanaan uji kompetensi di TUK Rois Modern Prembun, Kebumen baru-baru ini.

    Dedeh mengatakan, menjahit tidak ada matinya. Seluruh masyarakat berbagai kalangan mulai daerah pantai hingga pegunungan membutuhkannya. Dengan meningkatkan kemampuan hingga level tertinggi tersebut, para peserta bisa membuka usaha secara mandiri."Ini prospek yang cukup baik untuk ditekuni," imbuhnya.

    Kasi Dikmas Dikpora Kabupaten Kebumen Abdullah didampingi Ketua TUK Rois Modern Prembun, H Rohmat Spd menambahkan, uji kompetensi yang diikuti 275 peserta itu tercatat terbanyak se-Indonesia. Karena itu, pihaknya mengaku cukup bangga.

    Bagi yang lulus uji kompetensi tersebut akan mendapatkan sertifikat. Dan, pihaknya siap memberikan pelatihan kepada masyarakat dengan menghubungi TUK Rois Modern Jalan Slamet Riyadi Nomor 43 Tersobo, Kecamatan Prembun, Kebumen. (K5-84)
    (suaramerdeka)




    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

    Fogging Bukan Solusi Terbaik

    KEBUMEN- Fogging atau pengasapan bukan solusi terbaik dalam pemberantasan penyakit demam berdarah dengue (DBD). Pasalnya, fogging hanya akan mematikan nyamuk dewasa sehingga memutus mata rantai penyebaran penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes aegepty tersebut.

    Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan pada Dinas Kesehatan Kebumen Cokroaminoto SIP MKes menegaskan, yang terpenting dalam mencegah munculnya kasus penyakit demam berdarah adalah masyarakat harus menjalankan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta rutin memberantas sarang nyamuk. Seperti dengan menguras dan menutup tampungan air, serta mengubur barang-barang yang memungkinkan jadi sarang nyamuk.


    "Fogging akan sia-sia jika tidak dibarengi dengan kepedulian warga untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk," ujar Cokroaminoto saat pengasapan di Dusun Kedompon Desa Adikarso, Senin (12/12).

    Pengasapan yang dilaksanakan di desa itu, menyusul munculnya kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah tersebut. Fokus pengasapan dilakukan pada radius 100-200 meter dari lokasi ditemukannya kasus DB di wilayah itu. (J19-84|suaramerdeka )


    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

    Pengecer Wajib Laporkan Stok Urea Putih

    KEBUMEN-Pengawasan terhadap pupuk urea bersubsidi terus ditingkatkan untuk mengantisipasi munculnya spekulan dengan modus menimbun urea warna putih di tingkat pengecer.


    Salah satu yang dilakukan Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Kebumen dengan mewajibkan pengecer melaporkan stok dan menjualnya sampai habis sebelum mengedarkan urea warna pink.
    Anggota KP3 yang juga Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kebumen Agung Patuh mengakui, dalam masa transisi perubahan warna dari putih menjadi pink memungkinkan terjadinya spekulan dengan modus menimbun urea putih bersubsidi lalu dijual dengan harga nonsubsisi.

    "Jika sampai muncul spekulan alokasi urea bersubsidi bagi petani, pasti terganggu," ujar Agung Patuh kepada wartawan, kemarin.

    Guna mencegah penimbunan pupuk urea warna putih, kata dia, diantisipasi dengan mewajibkan pengecer melaporkan stok urea warna putih yang telah dijual dan yang belum terjual. Laporan tersebut diperlukan untuk memastikan tidak ada selisih jumlah urea putih yang ada di pengecer dengan urea putih yagn sudah disalurkan Pusri melalui distributor.

    Masih mencukupi

    "Jika ada selisih diduga ada penyimpangan karena tidak ada penambahan alokasi pupuk," tandasnya.

    Sepanjang 2011 petani Kebumen memperoleh alokasi urea bersubsidi 31.800 ton. Sampai dengan November yang tersalurkan baru 20.204,6 ton. Sehingga stok urea dipastikan masih mencukupi untuk kebutuhan musin tanam (MT) I tahun ini.

    Sementara itu, sebagian besar petani sudah mulai tanam padi pada MT I ini. Petani di Kebumen wilayah barat bahkan telah lebih dulu menyelesaikan tanam. Sedangkan petani di bagian timur sebagian sudah memulai tanam, namun adapula yang baru mengolah lahannya.

    "Kami berharap, tahun ini tidak ada lagi serita kalangkaan pupuk seperti tahun-tahun yang lalu," ujar Sandiyo (52) salah satu petni di Kecamatan Ambal.
    (suaramerdeka)


    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

    Nelayan Kebumen Panen Ikan

    KEBUMEN - Ratusan nelayan di Kebumen, Jawa Tengah, kembali panen ikan bawal dan layur beberapa hari terakhir. Apalagi, cuaca di Samudra Hindia sebelah selatan Kebumen juga kondusif untuk melaut.

    Salah seorang nelayan wilayah Pasir, Kecamatan Ayah, Sadun, 45, mengungkapkan, pekan lalu sebetulnya ikan bawal dan layur sudah mulai hilang seiring datangnya angin barat. "Namun sekarang ikan bawal dan layur muncul lagi, karena cuaca juga mendukung, tidak hujan,
    angin tidak kencang, dan gelombang tidak tinggi. Sehingga nelayan banyak mendapatkan hasil panen," jelasnya, Senin (12/12).

    Selain bawal dan layur, lanjut Sadun, nelayan juga masih mendapatkan ikan pari, sehingga menambah penghasilan nelayan. Ia menyebutkan, harga ikan bawal saat ini tinggi, yaitu antara Rp20.000 hingga Rp110.000 per kilogram (kg), sedangkan harga ikan pari Rp10.000, dan ikan layur Rp12.000 per kg.

    Nelayan lainnya, Karwan, 43, mengatakan dalam satu hari ia bisa mendapatkan penghasilan hingga Rp3 juta. "Saat ini penghasilan nelayan tinggi, bisa sampai Rp3 juta. Bahkan kalau beruntung mendapatkan banyak ikan bawal, hasilnya bisa Rp5 juta sekali melaut, karena harga bawal tinggi. Untuk ikan bawal ukuran lebih dari lima ons, harnya Rp110 ribu per kg. Ukuran tiga sampai empat ons Rp95.000, dua hingga tiga ons Rp80.000, dan harga untuk ikan ukuran satu ons ke bawah Rp20 ribu," katanya.

    Pengamat cuaca Stasiun Meteorologi pada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Cilacap Mas Pudjiono mengatakan cuaca di Samudra Hindia wilayah Cilacap dan Kebumen sangat kondusif untuk melaut, karena ketinggian gelombang hanya 1,5 meter. Namunbeberapa hari mendatang diperkirakan gelombang akan meninggi akibat pergerakan iklim tropis Alenga ke arah tenggara dari barat daya Sumatra di Samudra Hindia. (LD/OL-01|mediaindonesia)

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

    Gerhana Bulan Total Akan Terjadi


    The Independent News - Gerhana bulan total, salah satu fenomena alam yang tak jarang membuat heboh warga akan kembali terjadi malam nanti. Kepala Observatorium Bosscha, Kota Bandung, Hakim L. Malasan menginformasikan bahwa gerhana bulan total akan terjadi Sabtu malam, 10 Desember 2011.

    Masyarakat Indonesia bisa menyaksikan kembali terjadinya gerhana bulan total dengan mata telanjang mulai pukul 18.33 WIB sampai 00.29 WIB. Puncak gerhana diprediksi berlangsung pada pukul 21.06 WIB - 21.57 WIB. Gerhana bulan tersebut dapat disaksikan sekitar 22 derajat di arah utara.

    Berbeda dengan gerhana bulan total sebelumnya, yang mengubah rona bulan menjadi merah darah, gerhana kali ini bulan akan terluhat jauh lebih gelap. Bulan akan berwarna merah kehitaman. Hal ini terjadi karena bulan berada di bagian terdalam bayangan bumi.

    Gerhana bulan kali ini juga merupakan gerhana bulan terakhir di tahun 2011.
    (Sur|BKB)

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

    Puluhan Mahasiswa Geruduk Kejari Kebumen

    The Independent News - Puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kebumen menggeruduk kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kebumen, Jumat (9/12). Dalam unjukrasa yang digelar untuk memperingati hari anti korupsi sedunia itu, para mahasiswa mengajak para pejabat di Kejari Kebumen tegas terhadap pelaku tindak pidana korupsi.


    Dalam aksi tersebut para mahasiswa membawa sejumlah poster tentang praktik korupsi. Antara lain "Hukum mati para pelaku korupsi", "budaya korupsi harus dibasmi", "SBY-Budiono gagal" dan “bubarkan KPK tebang pilih.” Para aktivis mahasiswa itu mendatangi Kejari dengan berjalan kaki dari kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdhatul Ulama (STAINU) Kebumen. Selain secara bergantian orasi, para mahasiswa juga bernyanyi di depan kantor korps adhyaksa.

    Koordantor aksi Erik Setiawan meminta kepada semua eleman masyarakat terlebih kepada eksekutif dan legislatif di Kebumen turut serta mendukung serta menyuarakan sekaligus merealisasikan anti korupsi. Sebab, dia menilai pemerintahan SBY-Budiono saat ini gagal dalam memberantas praktik korupsi di negeri ini.

    Dalam kesempatan itu, para mahasiswa juga mendesak pemerintah pusat untuk menuntaskan kasus korupsi, memberantas mafia anggaran. Para mahasiswa menuntut untuk memberlakukan hukum mati bagi pelaku tindak pidana korupsi.

    Dalam pernyataan sikapnya, para mahasiswa mendesak SBY-Budiono mundur dari jabatannya sebab dinilai gagal memberantas korupsi. Setelah puas menggelar unjukrasa, para aktivis mahasiswa tersebut secara tertib membubarkan diri. Mereka kembali ke kampus berjalan kaki dengan dikawal mobil kepolisian.

    ( Supriyanto|Suaramerdeka)


    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

    Penghargaan Khusus Indonesia Open Source Award (IOSA)

    The Independent News - Pemkab Kebumen Menerima Penghargaan Khusus IOSA dengan tema "Pemanfaatan OSS Secara Maksimal untuk Membangun Jaringan"

    Indonesia Open Source Award (IOSA) 2011 merupakan suatu ajang pemberian penghargaan kepada instansi pemerintah, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota yang telah memulai pelaksanaan proses migrasi dan implementasi open source software di instansinya masing-masing. Penghargaan ini diberikan melalui serangkaian penilaian dan pengamatan di berbagai instansi pemerintah mengenai sejauh mana tingkat pemanfaatan dan pengimplementasian open source software dalam aktivitas organisasinya.

    IOSA diselenggarakan pertama kali pada tahun 2010 sebagai bagian dari tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No. SE/01/03/M.PAN/2009 tentang "Penggunaan dan Pemanfaatan Perangkat Lunak Legal dan Open Source Software (OSS)". Selain memberikan penghargaan, ajang ini sekaligus untuk memonitor pencapaian pelaksanaan migrasi dan implementasi OSS di masing-masing institusi pemerintah, mengingat batas waktu pelaksanaan migrasi harus selesai pada akhir Desember 2011 mendatang.

    IOSA 2011 diprakarsai oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI), Komunitas Open Source, dan Universitas Gunadarma.

    Untuk menjaga keberlanjutan momentum pengadopsian Open Source di kalangan instansi pemerintah, pada tanggal 8 Desember 2011 di Hotel Sahid Jakarta dilaksanakan IOSA 2011. Dari 10 finalis yang mengikuti acara tersebut yaitu Pemerintah kota Pekalongan, kota Surabaya, kota Denpasar, kota Balikpapan, kabupaten Kebumen, kabupaten Lamongan, kabupaten Batang Hari, kabupaten Jembrana, kabupaten Banyuasin dan kabupaten Aceh Tengah. Kabupaten Kebumen Menerima Penghargaan Khusus "Pemanfaatan OSS Secara Maksmimal untuk Membangun Jaringan" pada acara tersebut. (Dinas Inforkomtel Kabupaten Kebumen|kebumenkab.go.id)



    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

    RPBD 2012 DITETAPKAN

    KEBUMEN-Meski alot karena sempat diwarnai interupsi dan skorsing sekitar 15 menit, DPRD Kebumen Kamis (8/12) berhasil menetapkan APBD 2012 pada Rapat Paripurna yang dihadiri 43 anggota Dewan.

    Rapat pleno tersebut dipimpin Ketua DPRD Ir. Budi Hianto Susanto, dihadiri Wakil Bupati Djuwarni Amd Pd. Adapun kata kahir fraksi disampaikan Zaeni Miftah (FPKB), Dra Halimah Nurhayati (FPG), Supriyati (FPAN), Bambang Sutrisno (FPDIP), Suptiyanto SHI (FPD), dan Achmad Khaeroni Ama (FPPP).
    Untuk kali pertama Nota APBD Kebumen menembus angka psikolois, Rp 1 triliun. Anggaran Pendapatan sebesar Rp .301.938.195.000, Belanja sebesar Rp 1.361.279.1376.000. Dengan demikian dalam RAPBD 2012 nanti ada devisit sekita Rp 59 miliar lebih.

    Adapun pos Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 906.222.000.007.000, Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditarget sebesar Rp 79 miliar. Untuk komponen Belanja, meliputi Belanja Tidak langsung Rp 952 miliar dan belanja Langsung Rp 408 miliar.

    Juru bicara FPG Halimah Nurhayati sempat mempersoalkan mekanisme pengambilan keputusan pembahasan RAPBD 2012. Sebab, tidak melalui tahapan dengar pendapat dengan masyarakat. Padahal Pemkab kebumen telah memiliki Perda 53/2004 tentang Partisipasi Masyarakat dalam Penetapan Kebijakan Publik.

    "Fraksi kami telah berusaha maksimal mengakomodasi agenda dengar pendapat dengan masyarakat dalam membahas RAPBD. Namun dengan berbagai pertimbangan sesi public hearing tidak dapat diterima dan ditiadakan dengan alasan karena masyarakat telah dilibatkan dalam tahapan musrenbang sejak tingkat desa sampai kabupaten," tandas Halimah dengan nada kecewa.

    Diminta Fokus

    Secara khusus FPG mengusulkan ada kebijakan peningkatan kesejahteraan bagi PNS. Dalam hal ini, Pemkab diminta mengalokasikan tambahan penghasilan (Tamsil) yang disesuaikan dengan golongan kepegawaian guna mengurangi kecemburuan di kalangan PNS guru dan bukan guru.

    Juru bicara FPDIP Bambang Sutrisno menyatakan, FPDIP meminta Pemkab fokus dan taat dalam merencanakan serta melaksanakan pembangunan daerah. Kontinuitas pembangunan dari tahun ke tahun harus diperhatikan sehingga dana miliaran rupiah tidak sia-sia.

    Bambang juga menyoroti masalah pelayanan kesehatan di RSUD. FPDIP mendesak, RSUD segera melakukan pembenahan internal menuju RSUD Tipe B. Fraksi itu mencermati masih banyak hal butuh solusi tegas dari Bupati selaku kepala daerah dalam meningkatkan pelayanan dan kinerja rumah sakit.

    Menyinggung semangat Pemkab menggali sumber-sumber pendapatan, Bambang mengingatkan agar upaya tersebut tetap memperhatikan beban sosial ekonomi masyarakat. Semangat menggali pendapatan daerah jangan sampai membebani masyarakat."Tugas pemerintah tidak sekadar bersemangat menggali pajak dan retribusi, namun juga membuka, membangun dan memfasilitasi serta mengembangkan unit-unit usaha sosial ekonomi masyarakat agar pendapatan mereka meningkat," tandas Bambang.

    Juru bicara FPKB Zaini Miftah secara khusus menyoroti sektor belanja sebesar Rp 1,3 triliun. Dari belanja tidak langsung sebesar Rp 952 miliar, paling banyak tersedot untuk gaji pegawai yaitu Rp 872 miliar. FPKB meminta untuk belanja pegawai yang menyerap dana Rp 28 miliar agar bisa digunakan secara efisien. (B3-84|Suaramerdeka)

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

    233 Penderita Katarak Operasi Gratis

    KEBUMEN - Dalam upaya mengurangi jumlah penderita penyakit katarak, Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong akan menggelar operasi mata katarak gratis, Minggu (4/12) hari ini. Kegiatan tersebut kerja sama dengan Persatuan Dokter Ahli Mata Seluruh Indonesia (Perdami) Yogyakarta.

    Sebanyak 233 pasien mendaftar pada operasi yang digelar secara periodik itu. Mereka berasal dari sejumlah daerah, antara lain Kebumen, Purworejo, Banjarnegara, Cilacap, dan Banyumas. Bahkan, ada pula pasien asal Surakarta. Pasien termuda berusia 12 tahun dan tertua 70 tahun.

    Direktur Rumah Sakit PKU Gombong dr MS Luigi Kusuma mengatakan, operasi katarak tersebut juga untuk memperingati Milad Ke-102 Muhammadiyah. Nanti para pasien akan dioperasi di Instalasi Bedah Sentral RS PKU Gombong. Operasi oleh 17 dokter spesialis mata dari Perdami Yogyakarta, yang dipimpin oleh Prof Dr H Suhardjo SpM SU. Kemarin para pasien dites (screening).

    Screening

    “Screening untuk mengetahui penyakit katarak atau bukan. Jika katarak, sudah bisa dioperasi atau belum,” ujar dr Luigi Kusuma di sela-sela acara.
    Dokter Luigi Kusuma menambahkan, kegiatan itu sekaligus mendukung program pemerintah dalam menurunkan angka kebutaan di Indoensia. Pasalnya, jumlah penderita katarak setiap tahun meningkat. Melalui operasi katarak ini diharapkan penderita katarak yang kurang mampu bisa sembuh setelah operasi.

    Pada rangkaian Milad Muhammadiyah, RS PKU Muhamadiyah Gombong juga menggelar sejumlah kegiatan sosial. Sebelumnya juga digelar operasi bibir sumbing gratis yang diikuti 30 pasien.
    “Kegiatan sosial itu bentuk pengabdian RS PKU Muhammadiyah Gombong kepada masyarakat, sesuai dengan visi dan misi rumah sakit,” tandasnya. (J19-55|suaramerdeka)


    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

    Lanting Jadi Identitas Kebumen

    DARI daftar makanan khas Kabupaten Kebumen, lanting menjadi salah satu yang wajib dicantumkan. Selain sate ambal, soto petanahan, emping mlinjo, lanting sudah identik dengan kabupaten berslogan “Beriman” itu. Bahkan, seiring dengan meredupnya produksi sarang burung walet, sejumlah pihak mengusulkan untuk mengganti ikon Kebumen yang semula burung walet dengan lanting.


    Kebumen Kota Lanting? Ya, lanting merupakan makanan renyah asli Kebumen. Terbuat dari bahan baku singkong. Selain renyah, rasanya juga gurih oleh bumbunya yang telah berkembang menjadi beraneka macam rasa. Umumnya lanting berbentuk serupa angka delapan, namun ada juga yang berbentuk lingkaran seperti angka nol.
    Makanan lanting, sangat mudah didapatkan mulai dari dijual pedagang asongan di stasiun, terminal hingga pusat jajanan di sepanjang jalan di Kebumen. Saat ini, lanting tidak hanya bisa dibeli di Kebumen karena produk ini sudah dipasarkan ke kota-kota di seluruh Indonesia. Yang membanggakan, makanan tradisional itu sudah mulai dijual di pasar swalayan.

    Memang, bagi masyarakat Kebumen, lanting tidak sekadar makanan tetapi sudah menjadi identitas. Penegasan identitas itu ketika Paguyuban Perajin Lanting Khasanah Desa Lemahduwur, Kecamatan Kuwarasan membuat lanting raksasa. Lanting berukuran 50 cm x 100 cm tersebut tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (Muri) bersamaan dalam acara ├ČKebumen Moncer├« di Benteng Van der Wijck, Gombong pada 2010.

    Selama bertahun-tahun lanting telah menopang perekonomian bagi ribuan warga Kebumen. Mulai dari petani singkong di daerah pegunungan, hingga pelaku industri kecil yang menjadi produsen lanting serta tenaga kerja utamanya ibu rumah tangga yang terlibat di dalamnya.

    Saat ini, industri kecil lanting terus berkembang dan tersebar di sejumlah kecamatan. Bahkan industri lanting juga sampai di Kecamatan Bonorowo yang meliputi Desa Pujodadi, Bonorowo, Rowosari dan Paturejo. Dari sekitar 20 industri kecil yang tersebar, produksi lanting mencapai lebih dari 2 ton per bulan.

    Topang Ekonomi

    Merujuk data di Bidang Industri Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi (Disperindagkop) Kebumen, sentra lanting terdapat di Kecamatan Adimulyo yakni di Desa Pekuwon dan Meles. Kemudian di Desa Jogomulyo dan Tugu, Kecamatan Buayan. Adapun sentra lanting yang cukup besar terdapat di Desa Harjodowo dan Lemahduwur di Kecamatan Kuwarasan.

    Yang terdaftar di Disperindagkop Kebumen, di Desa Harjodowo terdapat 25 unit usaha dengan melibatkan sebanyak 113 tenaga kerja. Adapun nilai produksi ditaksir mencapai Rp 1,8 miliar per tahun. Sedangkan di Desa Lemahduwur terdapat 21 unit usaha produksi lanting dengan melibatkan 86 tenaga. Adapun nilai produksi di desa ini diperkirakan mencapai Rp 1,52 miliar per tahun.

    “Industri kecil lanting sangat menopang perekonomian masyarakat karena menyerap banyak tenaga kerja,” ujar ujar Kepala Bidang (Kabid) Perindustrian Disperindagkop Kebumen Maryoto SH kepada Suara Merdeka, kemarin.
    Bisa dipastikan bahwa masih banyak lagi industri rumah tangga yang memproduksi makanan lanting. Pasalnya belum semua perajin telah mengajukan izin usahanya ke Disperindagkop. Lihat saja, di Desa Lemahduwur, Kuwarasan hampir setengah warganya ekonomi keluarganya bertumpu pada usaha lanting. Di sentra lanting tersebut, dari 720 keluarga ada lebih dari 300 keluarga yang menekuni usaha lanting.

    Diakui bahwa awal mula lanting berasal dari Desa Lemahduwur. Industri itu mereka tekuni secara turun-temurun hingga sekarang. Saat ini industri lanting menyebar ke desa sekitarnya seperti Desa Madureso dan Harjodowo. Perajin di Desa Madureso dan di Harjodowo umumnya pernah bekerja di Lemahduwur. Mereka kemudian mandiri dengan memproduksi lanting sendiri.

    Dituntut Inovatif

    Untuk mengolah singkong menjadi lanting yang siap dipasarkan membutuhkan waktu sekitar dua hari. Singkong yang sudah dikupas dan dibersihkan kemudian digiling hingga lembut. Singkong hasil gilingan yang masih mengandung kadar air itu lalu diperas kemudian kembali digiling untuk kedua kalinya. Setelah itu proses berikutnya adalah pengukusan hingga setengah matang.

    Proses berikutnya, adonan bahan baku singkong tersebut dimolen dan masukkan ke wadah untuk dipres. Hasilnya muncul adonan berbentuk panjang menyerupai mi dengan ukuran yang lebih besar. Setelah itu, adonan tersebut dicampur tepung singkong sebelum dibentuk sesuai yang dikehendaki.

    Setelah kering, tahap selanjutnya ialah penggorengan. Setelah itu, untuk jenis lanting bumbu, proses selanjutnya adalah diberi bumbu sesuai dengan rasa yang diinginkan. Setelah dikemas, lanting bumbu pun siap dipasarkan. Namun banyak juga perajin yang menjual lanting dengan sistem curah yang masih belum diberi bumbu.

    Semakin ketatnya persaingan di bidang industri dan perdagang membuat para pelaku usaha termasuk industri lanting dituntut kreatif dan inovatif. Sebab, tanpa adanya inovasi dari tahap produksi hingga pemasarannya, bisa dipastikan lambat laun bisnis tersebut akan meredup sebelum akhirnya bangkrut.

    Realitas itu disadari oleh pemilik usaha lanting bumbu Mas Wi, Kasiman Iska Sumarto (68). Untuk itu dia terus berkreasi meski usaha yang dikelolanya bisa dibilang sudah mapan. Tak sekadar berinovasi pada soal rasa dan jaminan tanpa bahan pengawet, Kasiman pun mencoba berbagai kemasan untuk memasarkan lanting produksinya. Sampai saat ini kemasan lanting yang dipasakan masih memakai wadah plastik dengan dua ukuran yakni 4 ons dan 2 ons.

    Pihaknya juga mengembangkan kemasan yang lebih modern yakni menggunakan wadah toples. Kemasaan itu sangat cocok untuk dibuat oleh-oleh ataupun teman di perjalanan termasuk hidangan di rumah.
    (Supriyanto|suaramerdeka)


    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

    Pilih Berita

    Arsip Berita Kebumen

     
    Berita Kebumen : Tentang | Redaksi | Donatur | Iklan | TOS | Faq | Kontak
    Copyright © 2009-2013. Berita Kebumen On Line - All Rights Reserved
    Edited by BK Team Published by Berita Kebumen On Line
    Supported by Google